Connect with us

Berita

Jangan Pernah Kosong Seharipun Ndalem Tanpa Maulid

Sejarah Maulid di Ndalem Abah Luthfi bin Yahya

Published

on

Pekalongan, JATMAN.OR.ID: Bulan Rabi’ul awal sangatlah identik dengan maulid Nabi SAW dan sangat bersejarah bagi ummat islam pada khususnya. Salah satunya kegiatan maulid nabi di kediaman (ndalem) Maulana al-Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (7/11), bagaimanakah sejarahnya? Mari kita simak wawancara berikut ini.

Untuk memperingati bulan dimana Nabi Muhammad SAW lahir, salah satu cara mengekspresikannya yaitu diantarannya dengan memperbanyak sholawat, mempelajari kisah-kisah kenabian, membaca kitab-kitab maulid seperti: al-Barzanji, ad-Diba’i, Shimtudduror, Dliyaullami’ dan masih  banyak yang lainnya. Begitu pula maulid Nabi di kediaman Abah Luthfi bin Yahya, biasannya ba’da maghrib diawali dengan membaca rotibul haddad lalu disambung dengan kitab maulid shimtudduror hingga selesai.

Kegiatan maulid ndalem Abah ini sendiri sudah ada sejak tahun 2001, namun hanya diikuti oleh tim-tim hadroh ternama pekalongan saja, itupun belum terstruktur dan terorganisir seperti sekarang ini. Barulah semenjak tahun 2017, kegiatan maulid dikediaman (ndalem) Abah Luthfi bin Yahya ini mulai terorganisir, setelah sebelumnya ada pihak dari ndalem Abah (khodim/abdi ndalem beliau), yang meminta agar dibantu oleh rekan-rekan PC IPNU Kota Pekalongan untuk mengisi kegiatan maulid selama 30 hari mulai dari tanggal 1 Rabi’ul Awal sampai 30 Rabi’ul Awal. Bahkan selain PC IPNU/IPPNU Kota Pekalongan, ada pula sahabat-sahabati dari PC PMII Pekalongan yang ikut berpartisipasi.

Seperti yang diungkapkan Ketua PC IPNU Kota Pekalongan M. Amsa Khalla Isnadi, “Di tahun pertama (2017) dari kami membagi tugas membaca kitab maulid pada pimpinan ranting (PR) dan pimpinan komisariat (PK) saja, kemudian di tahun kedua (2018) yang diikuti oleh PR, PK, PC, IPNU Kota Pekalongan, ditambah beberapa pimpinan anak cabang (PAC) IPNU dari Kabupaten Pekalongan (Buaran, Tirto, Wiradesa) dan Kabupaten Batang (Warungasm), lalu ditahun ketiga (2019) sudah mulai merambah ke PAC Kabupaten Pemalang (Ulujami dan Comal), dan tahun keempat (2020) ada penambahan peserta pengisi maulid, dari Kabupaten Pekalongan ada PAC Kedungwuni dan Wonopringgo, juga dari Kabupaten Batang ada PAC Wonotunggal dan Bandar.

Beliau melanjutkan bahwasannya ada satu kisah yang didapat dari teman-teman pihak ndalem, suatu hari pernah di ndalem kosong beberapa hari tanpa ada yang mengisi maulid, seketika itu pula Abah mengetahui, lantas koordinator/ketua abdi ndalem ditakzir untuk membaca maulid di kamar pribadi beliau sebanyak hari yang kosong tadi. Abah kemudian berpesan, “Jangan pernah kosong seharipun di ndalem tanpa maulid”.

“Maulid di ndalem ini sudah ada sejak 2001 mas, Abah Luthfi dan Ummi Salma pun ikut mengapresiasi ketika teman-teman dari IPNU ikut andil dalam membantu kegiatan maulid ini,  jadi sebelum maulid akbar Kanzus Sholawat diselenggarakan, kegiatan maulid ndalem ini harus ada, hukumnya wajib, karena sebagai pra-acara dari maulid  akbar kanzus, dan puncak acara dari maulid ndalem itu sendiri adalah maulid akbar Kanzus Sholawat Pekalongan.” ujar Kang Rois yang merupakan salah satu abdi ndalem Abah.[Arif]

Berita

Ghusniyyah Tapos Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir di Bekasi

Published

on

By

Tapos, JATMAN.OR.ID – Jebolnya tanggul Sungai Citarum di Kabupaten Bekasi mengakibatkan warga sekitar terkena banjir. Pengurus Ghusniyyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah aI-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Kecamatan Tapos, Kota Depok memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir tersebut pada Sabtu (27/02).

Mudir Ghusniyyah JATMAN Tapos, Abah Dedy Rahmat Sandi memaparkan kegiatan ini untuk membantu korban yang terdampak banjir.

“Sebagaimana kita ketahui, beberapa titik di wilayah Kabupaten Bekasi mengalami bencana banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum. Banjir telah meluluhlantakan wilayah tersebut dan banyak warga yang rumahnya terendam dan kehilangan harta benda,” jelas Abah Dedy.

Abah Dedy menambahkan, bantuan ini berupa sembako, makanan instan, obat-obatan, pakaian, keperluan bayi, dan air mineral.

“Sebelum penyaluran bantuan, kami membuka penggalangan donasi. Alhamdulillah banyak pihak yang peduli,” tambahnya.

Dalam penyaluran bantuan, JATMAN Tapos juga melibatkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Tapos.

“Dalam hal penyaluran bantuan di lokasi banjir, kami berkoordinasi dengan Banser Satkorcab Kabupaten Bekasi, yang membuka dapur umum siaga bencana untuk membantu korban banjir. Ini dimaksudkan agar bantuan dapat tersalurkan secara merata kepada para korban banjir di lokasi,” katanya.

Pihaknya berharap bantuan ini dapat ikut membantu meringankan kesusahan para korban dan mengucapkan banyak terima kasih kepada para donator yang telah berdonasi. Selain itu, bencana banjir segera berlalu sehingga para korban banjir bisa kembali memulai kehidupan secara normal.

“Ungkapan terima kasih juga kami sampaikan kepada pihak-pihak yang ikut berpartisipasi dalam penggalangan dan penyaluran bantuan ini,” ungkapnya. Penyaluran bantuan dilakukan oleh Mudir Ghusniyyah JATMAN Tapos didampingi Mudir Syu’biyyah JATMAN Kota Depok Romo Willy Albert Al Hafidz, Rois Ghusniyyah JATMAN Kecamatan Tapos Habib Sayid Muhammad Alhasani Al Idrisi, dan Majelis Ifta Ghusniyyah JATMAN Tapos Buya Karismato.

Continue Reading

Berita

Ponpes Hidayatuth Thulaab Senami Gelar Istighosah

Published

on

By

Batang, JATMAN.OR.ID – Pondok Pesantren Hidayatuth Thulaab yang beralamat di Jalan Senami KM 07 Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang, kembali menggelar kegiatan rutin selapanan pada Sabtu (27/02). Acara selapanan tersebut dipusatkan di Aula yang terletak ditengah lingkungan pesantren yang diikuti oleh segenap santri, wali santri juga masyarakat sekitar.

Rangkaian acaranya diawali dengan penampilan grup hadroh selepas Maghrib. Setelah shalat Isya’ berjama’ah mulailah memasuki acara inti selapanan. Adapun rangkaian acaranya dimulai dengan pembacaan ummul qur’an, tilawatil qur’an, lantunan sholawat, istighosah dirangkai dengan do’a, penutup dan ramah tamah.

Kyai Muhammad Syahri Romadhon selaku pengasuh pondok pesantren Hidayatuth Thulaab seperti biasa selalu menyampaikan mauidhotul hasanah sebelum memimpin Istighosah. Kyai yang akrab dengan panggilan Mbah Dhon tersebut dalam ceramahnya menerangkan makna istighosah dan pentingnya menjaga ke-istiqomah-an dalam mengamalkannya sebagai upaya melestarikan amaliah NU.

“Istighosah adalah salah satu amaliah NU yang harus kita jaga dan lestarikan sebagai upaya batin untuk membentengi Nahdliyyin dari gempuran penyebaran ajaran salafi dan Wahabi” terang ketua komisi fatwa MUI kabupaten Batang.

Continue Reading

Berita

Gelar Kirab Merah Putih, Purwakarta Rayakan Hari Lahir NU ke-98

Published

on

Purwakarta, JATMAN.OR.ID: Kirab merah putih dalam rangka tasyakur harlah NU ke 98, Haul Syekh Muhammad Jauhari, Syekh Ibnu Ma’sum al-Hajj, KH Ma’mun Munawwar, sekaligus pengukuhan Idaroh Ghusniyyah JATMAN se-Kab. Purwakarta, Pengurus Komisariat MATAN UPI dan MATAN Al Muhajirin, Sabtu, 27 Februari 2021 / 16 Rajab 1442 H yang lalu, bertempat di lingkungan Ponpes Al-Muhajirin 3 Citapen, Sukajaya, Sukatani, Purwakarta.

Walau dalam kondisi seperti saat ini, JATMAN Purwakarta beserta keluarga besar Al-Muhajirin tetap menyelenggarakan acara tersebut dengan memperhatikan prokes dan membatasi tamu undangan.

Acara dihadiri Mudir Wustho JATMAN Jawa Barat Dr. KH. Eep Nuruddin M.Pdi., Ketua PBNU KH. Manan selaku inpektur upacara. Pada kesempatan itu beliau memberikan arahan akan pentingnya meneladani para mu’assis NU, baik dalam perjuangan dan pembangunan bangsa negara Indonesia tercinta, menyebarkan kasih sayang dan akhlak yang senantiasa terpancar dalam setiap tingkah laku, akhlak yang terbentuk dari keilmuan secara intelektual dan spiritual. Pada saat yang sama hadir pula Ketua PCNU Drs.KH. Bahir Muhlis M.Pd.

Pimpinan Ponpes Al-Muhajirin Dr. KH. Abun Bunyamin MA dalam sambutannya berterima kasih kepada seluruh keluarga besar Al-Muhajirin 3 di bawah asuhan KH. Anang Nasihin MA (Katib Awal Syu’biyyah) yang selalu siap bersedia dalam menyelenggarkan rutinitas jatman baik amaliah ataupun kajian ilmiah.

Hadir pula Ketua Yayasan Al-Muhajirin DR. Hj. Ifa Faizah Rohmah, S.Th.I, M.Pd dengan membagikan tumpeng kepada para tamu undangan, sebagai simbol rasa syukur, menjaga hasanah tradisi kebudayaan dan mau berbagi dengan sesama.

Rois Syu’biyyah Purwakarta, KH Anhar Haryadi berharap para pengurus tetap semangat dalam mensyiarkan thoriqoh karena semangat tinggi (himmah ‘aliyyah) ialah salah satu dasar utama thoriqoh sebagimana yang disampaikan oleh para guru mursyid terutama Syeikh Sulthon Auliya Abdul Qodir al-Jaelani QS. “Iman dan imunitas tinggi bisa tetap terjaga di antaranya dengan dzikir thoriqoh mu’tabaroh,” imbuhnya.

Acara dimulai dengan iringan bendera merah putih, serah terima bendera pusaka Merah Putih, bendera Pataka JATMAN, bendera Pataka NU oleh 30 pasukan baris berbaris BANSER, Pagar Nusa dan tim drumband, dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, pembacaan sholawat thoriqiyyah, dzikir tawasul dan doa.[Kontributor Purwakarta]

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending