Istighatsah NU Untuk Indonesia Aman dan Damai

0

Jakarta – Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) mengadakan Istighatsah bertema “Untuk Indonesia Aman dan Damai”. Doa Bersama Untuk Korban Tsunami Selat Sunda, Selasa (25/12) malam di halaman Masjid An Nahdlah PBNU, Jalan Kramat Raya No. 164 Jakarta.

Ratusan jamaah mengikuti Istighatsah yang dipimpin oleh KH. Misbahul Munir, diawali dengan tawasul dan dilanjutkan dengan pembacaan shalawat simthud durar. Hadir Rais Syuriah PBNU KH. Zaki Mubarak, Ketua LD PBNU KH. Agus Salim, Ketua PBNU KH. Abdul Manan Ghani, serta pengurus LD PBNU KH. Masruhin, KH. Nurul Yakin dan Penceramah KH. Ahmad Muwafiq yang akrab disapa dengan Gus Muwafiq.

Dalam sambutannya KH. Agus Salim mengatakan, “Semua bencana dan musibah yang terjadi, istighatsah intinya ialah untuk mengingatkan kita kembali kepada Allah Swt dan mendoakan saudara-saudara kita,” ungkap Ketua LD PBNU.

Ketua Lembaga Zakat Infaq dan Sadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu), Ahmad Sudrajat mengutip arahan Ketum PBNU, “kita bantu kemanusiaan sepenuhnya dengan tag line NU Peduli, semua lembaga dan Banom bersinergi, kedepankan NU Peduli.”

“Kita punya SOP (Standar Operasional Prosedur) begitu dapat informasi ada bencana 5 detik tim pertama sudah turun ke lapangan yaitu Banser (Barisan Anshar Serbaguna), Pagar Nusa (Pagar NU dan Bangsa) dan LPBI (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim) dan dananya dikirim dari Lazisnu,” imbuh Sudrajat.

Mewakili Ketum PBNU, KH. Abdul Mannan Ghani mengingatkan jamaah, “ber-NU itu harus kaafah baik secara aqidah, pemikiran dan amalan,” ucap Ketua PBNU.

Acara dilanjutkan dengan mauidzah hasanah dari Gus Muwafiq dan ditutup dengan doa oleh KH. Zaki Mubarak. (eep)

Comments
Loading...