Ini Yang Dibahas Saat MATAN Parepare Ngofi Bareng Direktur Rumi Institut

0

PAREPARE – Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An-Nadhliyyah (MATAN) Kota Parepare kembali menggelar Ngobrol Sufi dengan tema “Sebenarnya Apa Jalan Sufi Rumi?” dengan mengundang Muhammad Nur Jabir (Direktur Rumi Institute) dan Ust Badruzzaman (Dosen IAIN Parepare) sebagai pembicara.

Dimoderatori Dirja Wiharja, kegiatan Ngobrol Sufi atau yang di singkat Ngofi tersebut berlangsung di Aula Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Parepare pada Sabtu sore, 29 Juni 2019.

Dalam paparannya Muhamad Nur Jabir menyampaikan cuplikan sejarah terkait kitab originalitas tasawuf yang dimulai pada abad ke dua Hijriah sampai pada abad ke tujuh Hijriah.

Ia menjelaskan kalau kita kembali ke kitab-kitab originalitas tasawuf, sebenarnya semua sepakat kalau kitab-kitab tasawuf adalah sarana perjalanan batin. “Tasawuf itu bukan pemikiran, bukan persepsi, dan tidak menggunakan akal. Jadi murni menjelaskan tentang perjalanan rohani melalui hati,” jelas Dosen STFI Sadra tersebut.

Lanjut Nur Jabir mengatakan, mengenai perjalanan spiritual Rumi bisa diketahui melalui bahasa sastra yang dipilihnya yang tertuang dalam beberapa karyanya seperti Masnawi yang terdiri dari enam jilid, Fii ma Fiihi dan lain sebagainya. Sehingga sosok Maulana Rumi lebih dikenal sosok yang menjelaskan pengalaman spiritualnya melalui pendekatan sastra.

Selain itu, Ia juga menjelaskan tentang peranan tasawuf di era modern saat ini, “Saat ini yang menjadi tantangan bagi kader MATAN yang bergerak dalam dunia tasawuf, salah satunya diharapkan bisa menetralisir pengaruh perkembagan meditasi seperti yoga yang tidak jauh beda dengan amalan yang dilakukan para ahli dzikir atau pengamal tarekat agar masyarakat mampu membedakannya,” tambahnya.

Sementara, Dosen IAIN Parepare Badruzzaman melalui kegiatan Ngofi tersebut mengusulkan agar kader MATAN Parepare ada yang bisa ikut belajar di Rumi Institute Jakarta.

“Alangkah baiknya Pengurus Cabang MATAN Parepare merekomendasikan anggotanya untuk bisa belajar di Rumi Institute,” harapnya.

Acara yang dihadiri puluhan mahasiswa tersebut ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada kedua narasumber dan foto bersama. (hmd/eep)

Comments
Loading...