Ini Tutorial Hindari Virus, Dibuat Lebih Setengah Abad Silam

Sejarah pasti berulang. Seperti kata Ibnu Khaldun dengan teori siklus sejarahnya. Ia mengatakan bahwa sejarah itu bergerak melingkar. Setiap peristiwa sejarah pasti akan selalu berulang kembali. “I’histoire se repete”.

Sebagaimana halnya wabah penyakit. Sejarah mencatat, umat manusia telah berulangkali mengalami wabah penyakit.

Jauh sebelum wabah virus corona atau covid-19, seabad lalu atau sekira tahun 1920 wabah pes pernah melanda Pulau Jawa. Sebelumnya, wabah ini juga menyerang Eropa yang dikenal dengan The Black Death yang membunuh jutaan orang.

Sebelumnya, Flu Spanyol juga pernah mengguncang dunia. Tidak ada negara yang lolos dari pandemi influenza itu. Korbannya juga jutaan orang.

Dua abad sebelumnya, atau sekitar tahun 1820, terjadi pandemi kolera. Berawal dari dekat kota Calcutta kemudian menyebar ke seluruh Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika Timur, hingga pantai Mediterania. Ratusan ribu orang tewas.

Pandemi Covid-19

Nah, saat ini dunia tengah menghadapi pandemi coronavirus atau covid-19. Korbannya sudah mencapai angka ratusan ribu orang di seluruh dunia.

Badan kesehatan dunia WHO memberikan protokol untuk mencegah penularan virus secara cepat, salah satunya melalui social distancing atau menjaga jarak sosial dan berdiam diri di rumah.

Aturan itu juga kini diterapkan di Indonesia dengan anjuran agar “di rumah saja”, bekerja dari rumah atau work from home (WFH), dan beribadah di rumah. Semua di lakukan untuk memutus mata rantai penularan virus covid-19.

Siapa sangka, pada tahun 1949, seorang komedian Inggris pernah membuat tutorial tentang bagaimana cara menghindari penularan influenza. Agaknya, tutorial tersebut masih berlaku dalam konteks wabah covid-19 atau coronavirus yang terjadi saat ini. Sejarah memang berulang.

Komedian Inggris yang tidak disebutkan namanya itu membuat tutorial untuk mengajari orang-orang bagaimana cara terbaik melawan flu atau influenza.

Kira-kira, ia mengatakan seperti ini dalam video tutorial tersebut. “Ada tiga jenis orang yang tidak mungkin tertular influenza: Penjelajah Arktik, Penyelam laut dalam, dan Seorang pertapa.”

Lalu ia memberikan alasan kenapa demikian. “Untuk menghindari flu, mereka harus mendapat banyak udara segar, hindari tempat yang ramai, dan makan teratur serta tidur (istirahat).”

Ia juga menegaskan dalam video tersebut, “Jika Anda melakukan pekerjaan biasa seperti saya, Anda mungkin akan terserang flu.”

“Jadi, sebaiknya jika Anda merasakan pegal-pegal dan sakit kepala, pergi tidur dan hubungi dokter, lalu tetap di tempat tidur sampai dokter mengatakan Anda boleh bangun.”

Di bagian akhir, ia mengatakan, “Simpan kuman itu untuk diri sendiri.”

Berikut videonya:

Di sinilah pentingnya manusia mencatat dan mempelajari sejarah. Karena dari sejarah, manusia bisa belajar untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di masa sekarang dan akan datang.

Kitab suci Alquran sendiri, sebagiannya mengandung kisah atau sejarah orang-orang di masa lalu. Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (QS. Yusuf: 111).

Video di atas merupakan bagian dari dokumentasi sejarah beberapa puluh tahun silam, yang bukan tidak mungkin menyimpan hikmah yang bisa kita pelajari untuk menghadapi pandemi coronavirus yang terjadi sekarang ini.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...