Ini Tujuan Pernikahan Menurut Abah Irfa’i

0

KARAWANG – Cinta sejati adalah cinta sunnah Rasulullah. Jangan kamu menikah karena melihat pasangan dari hartanya, kecantikannya atau nasabnya.

Tetapi menikahlah dengan seseorang karena agamanya, karena akhlak dan tingkah lakunya (keshalihannya). Demikian papar MR. HS. Kiyai Muhammad Irfa’i Nachrawi an-Naqsyabandi al-Hajj, QS saat memberikan mauidzah hasanah pada Walimah ‘Urusy Jamaah Naqsyabandi Khalidiyah di Komplek PP. Al Ikhlas Tanjung Mekar-Karawang pada Ahad (16/6).

Beliau melanjutkan bahwa baik suami maupun istri mesti menjadikan dirinya satu sama lain shalih dan shalihah serta menciptakan kedamaian.

“Perempuan adalah ladang bagi suami ataupun sebaliknya. Jadi, produktif atau tidak ladang itu tergantung dari pemiliknya (suami/istri),” ucap Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah pada walimah putri dari alm. H. Syamsi Dhuha. (Ketua/Sesepuh) Jamaah Karawang.

Lebih lanjut, Abah Irfa’i panggilan akrabnya, bahwa tujuan pernikahan dalam Islam ialah litaskunu (sakinah). Yakni kematangan dalam hidup menuju kebahagiaan dan kewibawaan.

Lalu yang kedua sebagai tanda bukti kemapanan adalah mawaddah, yakni kebersamaan dan persahabatan untuk membangun kehidupan surga di dunia dan di akhirat.

Untuk itu jadikan musyawarah sebagai landasan. Jangan berbuat atau mengambil keputusan tanpa musyawarah. Untuk membantu kedalaman saling mengenal, baik dalam masalah kecil maupun besar.

Sedangkan yang ketiga, yaitu wa rahmah, dengan saling berbuat kebaikan dan berkasih sayang. Suami membuat istri agar bisa senyum bahagia dan sebaliknya. Juga saling menjaga agar selalu dalam keridhaan-Nya. (eep)

Comments
Loading...