Ini Pesan Syekh Abdul Mun’im Kepada Murid Tarekat

Syekh Dr. Abdul Mun’im bin Abdul Aziz Al Ghumari menyampaikan pesan kepada murid-murid tarekat terkait pandemi Covid-19 termasuk di Indonesia.

Mursyid Tarekat Shiddiqiyah Syadziliyah ini bercerita bahwa Zawiyah Shiddiqiyah Syadziliyah, sebagaimana zawiyah dan masjid lainnya di Maroko, ditutup sementara untuk berbagai perkumpulan dan majelis.

Itu semua guna menjaga keselamatan umum dan proteksi personal hingga Allah mengangkat bala ini dengan keutamaan dan rahmat-Nya.

Langkah itu juga dinilainya agar menghindarkan kita dari bala dengan berbagai kelembutan-Nya yang tersembunyi.

Menurut Syekh Abdul Mun’im, mengambil langkah-langkah pencegahan, perlindungan dan keselamatan dengan menyingkir atau melakukan isolasi diri dari berbagai perkumpulan bukanlah pantangan ataupun larangan bagi seorang murid, bahkan bagi yang bukan murid sekalipun.

Namun langkah itu sebagai bentuk penerimaan atas takdir Allah. Sudah seyogyanya juga memohon kepada Allah perlindungan dan kelembutan terhadap apa yang Ia turunkan kepada para hamba-Nya dari keburukan waba (wabah dan epidemi).

Ulama Sufi asal Tangier, Maroko ini menyebutkan diantara tanda bentuk penerimaan tersebut adalah membaca Al Quran dan memohon pertolongan dengan doa-doa Nabawi di rumah. Inilah sebaik-baik dzikir secara mutlak.

Lebih dari itu, dengan memperbanyak dzikir di rumah dengan nama-Nya “Ya Lathif, Ya Lathif” selepas salat wajib lima waktu atau sekurang-kurangnya setiap pagi dan sore. Disertai dengan tawassul dan istighatsah kepada Allah dengan kekuatan (qudrah) dan kasih sayang (rahmah)-Nya untuk menolak segala bala atas makhluk-makhluk-Nya.

Faedah Ya Lathif

Berdzikir kepada Allah dengan nama-Nya Al-Lathif memiliki khasiat dan rahasia yang luar biasa untuk menolak bala atas bangsa dan negara melalui kelembutan dan pertolongan Ilahi, baik dengan bilangan tertentu atau tanpa batas.

Syekh Abdul Aziz juga menyampaikan ijazah doa tawasul berikut ini:

اللهم سكن قهرمان الجبروت بألطافك الخفية الواردة النازلة من باب الملكوت حتى نتشبت بأذيال لطفك ونعتصم بك من إنزال قدرتك يا ذا المنة الكاملة والرحمة الشاملة إنك على كل شيء قدير

“Wahai Allah tenangkan goncangan tawanan kuasa dengan berbagai kelembutan-Mu yang halus, yang tiba dan turun dari pintu malakut, hingga kami menggapai kokoh ujung kelembutan dan berpegang teguh dengan-Mu dari karunia kudrat-Mu. Wahai Sang Pemilik anugerah yang sempurna dan kasih yang lengkap. Sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Syekh Abdul Mun’im juga mengajak berdoa dengan doa ini setiap pagi dan petang untuk melindungi diri dari wabah.

Meski begitu, bagi siapa saja yang belum mampu menghafalnya, boleh menuliskan dan menggantungkan untuknya, begitu juga untuk anak-anak. Doa ini mujarab untuk penjagaan dari terjangkit wabah yang berbahaya seperti ta’un dan semacamnya.

Dikatakan; Tidak ditemukan seorangpun yang berdoa dengannya di setiap pagi dan petang pada masa pandemi (ta’un) atau saat kesusahan, khususnya jika dibaca setiap setiap selesai shalat.

“Wahai saudaraku, pegang doa ini dengan kedua tanganmu, sungguh doa ini adalah dinding yang kokoh dengan izin Allah.”

Doa ini, kata Syekh Abdul Mun’im adalah diantara dzikir yang diminta untuk dirutinkan oleh Al-Imam Al-Arif Billah Ta’ala Sidi Muhammad bin Ash-Shiddiq kepada para murid-murid beliau tatkala diserang bala ta’un dan lainnya.

Dzikir Mujarab

Lalu, dzikir yang juga mujarab dalam keadaan semacam ini (tatkala muncul wabah) adalah dzikir dengan nama Allah yang penuh berkah “Ya Mu’min” sebanyak 299 kali selepas salat lima waktu jika memungkinkan, jika tidak maka setiap pagi dan petang.

Dzikir tersebut, ucap Syekh Abdul Mun’im, dengan jumlah yang telah disebutkan (di atas) memiliki rahasia yang luar biasa dan manfaat yang cepat lagi mujarab untuk penjagaan dari berbagai malapetaka. Serta manjur untuk menghilangkan perasaan cemas (was-was), kebimbangan, khayalan jelek dan lintasan hati yang buruk.

Al-Imam Sidi Muhammad bin Ash-Shiddiq juga meminta murid-murid beliau untuk merutinkannya tatkala muncul wabah. Ia berkata, “Barangsiapa yang mendawamkannya maka akan tampak sirr dan kekhususannya serta akan dibentengi dengan benteng yang kokoh sebagaimana yang telah disebutkan kepada kami dan telah kami buktikan. Adapun semua sirr akan diberikan pada yang bersungguh-sungguh dan ikhlas.”

Hal ini sebagai bentuk pelaksanaan atas perintah Rasulullah Saw, “Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat untukmu dan jangan lemah.”

Keluarga Al Ghumari. Foto: aktual.com.

Maka Syekh Abdul Mun’im sebagai penerus keluarga Al Ghumari yang merupakan para pakar hadis di Maroko ini berpesan, “Bersemangatlah wahai para pecinta dzikir untuk memakmurkan waktu-waktu yang sulit ini dengan merendahkan diri kepada Allah, memperbanyak membaca Al Qur’an, serta membaca doa-doa dan berbagai dzikir.”

Semoga Allah merahmati dan mengaruniakan kita sekalian kebahagiaan berkat pangkat junjungan kita Nabi Muhammad Saw dengan keterhindaran rakyat dan negeri kita dari bala bencana.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...