Ini Pentingnya Talqin Dzikir Menurut Syekh Abdul Qadir Al Jailani

Ketika kamu hendak bertarekat, mendapatkan talqin dzikir adalah pintu gerbang untuk memasuki jalan yang biasa ditempuh orang-orang shalih yang kembali pada-Nya. “ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku.” (QS. Lukman: 15).

Talqin berasal dari kata laqqana yulaqqinu yang berarti memberi pelajaran, mendiktekan, atau mengajarkan. Sehingga mendapatkan talqin dzikir singkatnya ialah memperoleh pengajaran dzikir.

Namun perlu diketahui, tidak sembarang orang bisa melakukan talqin dzikir. Karena talqin dzikir bukan hanya proses yang dilakukan secara indrawi tetapi juga proses ruhani yang hanya bisa dilakukan oleh orang dengan kriteria khusus.

Sehingga kalau kamu hendak mendapatkan talqin dzikir perlu mencermati kepada siapa kamu bisa memperolehnya. Mohonlah pada Allah agar memberimu petunjuk dan kemudahan.

Syarat Yang Mentalqin

Syekh Abdul Qadir Al Jilani dalam kitab Sirrul Asrar wa Madzharul Anwar fima Yahtaju ilaihil Abrar menjelaskan bahwa untuk mencapai tingkatan ma’rifatullah tidak mungkin bisa diperoleh kecuali dengan taubat nasuha dan mendapat talqin dzikir dari ahlinya.

Sebagaimana Allah berfirman:

وَأَلۡزَمَهُمۡ كَلِمَةَ ٱلتَّقۡوَىٰ

“Dia menetapkan bagi mereka kalimat taqwa” (QS. Al-Fath: 26).

Kalimat taqwa ini kata pendiri tarekat Qadiriyah, ialah kalimat laa ilaha illa Allah. Namun, dengan syarat mengambil kalimat taqwa tersebut dari orang yang qalbunya bertaqwa (taqiy) dan benar-benar bersih (naqiy) dari apa-apa selain Allah.

Orang yang mendapatkan talqin dzikir qalbunya akan hidup sebagaimana ditegaskan oleh pengarang Kitab Tafsir Al Jilani itu.

“Qalbu hanya akan hidup jika mendapatkan benih kalimat tauhid dari qalbu yang hidup, benih itu akan tumbuh dengan sempurna. Sedangkan benih yang tidak sampai (tertanam) maka ia tidak akan tumbuh.”

Dalam Al Qur’an benih kalimat tauhid ada dalam dua tempat. Pertama, benih kalimat tauhid yang diajarkan secara ucapan dzahir untuk orang umum seperti dalam QS. Ash-Shaffat, Ayat 35,

.. إِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ ..

…apabila dikatakan kepada mereka, “La ilaha illallah”.

Kedua, benih kalimat tauhid yang diajarkan disertai dengan ilmu hakikat. Inilah talqin dzikir bagi orang khusus.

فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَمَثۡوَىٰكُمۡ

Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu. (QS. Muhammad, Ayat 19).

Syekh Abdul Qadir menyebut dalam Sirrul Asrar tersebut, bahwa orang yang pertama kali meminta dari Nabi Saw jalan yang paling dekat, paling utama dan paling mudah ialah Ali bin Abi Thalib kw. Setelah diminta, saat itu nabi menunggu hingga malaikat Jibril turun dan mentalqinkan kalimat tauhid kepada Nabi sebanyak tiga kali.

Nabi kemudian mengikuti sebagaimana yang diucapkan oleh Jibril padanya. Barulah kemudian nabi mentalqinkan kalimat tauhid itu kepada Ali bin Abi Thalib, dan setelah itu ia mendatangi sahabat dan mentalqin mereka semua.

Walhasil talqin dzikir ialah praktik yang telah dilakukan oleh Nabi kepada sahabatnya sayyidina Ali yang terus bersambung hingga para sahabat lainnya. Yang kemudian talqin dzikir ini dilanjutkan dan dilestarikan dari generasi ke generasi oleh para wali Allah kepada para murid yang menempuh jalan menuju Allah (Salik).

Talqin Dzikir Adalah Alat

Menurut Sulthanul Auliya, talqin dzikir ini merupakan alat untuk memangkas apapun selain Allah dari qalbu yang mentalqin. Sehingga nantinya di dalam qalbu orang yang ditalqin itu hanyalah Allah tiada yang lain.

Jika taubat secara umum ialah kembali dari maksiat menuju taat, dari buruk ke baik. Maka taubat secara khusus ialah upaya setelah taubat tadi itu untuk meninggalkan apapun selain Allah, merasa harmoni dengannya, serta melihat Allah secara Ainul Yaqin (Musyahadah).

Syekh Abdul Qadir Al Jailani.

Sedangkan musyahadah kata Syekh Abdul Qadir, tidak mungkin diperoleh kecuali melalui talqin dzikir dari seorang syekh yang sudah sampai (ma’rifat) yang diterimanya dari syekh sebelumnya. Kemudian melengkapi kekurangan dari apa yang Allah perintahkan (kepadanya) dan melalui perantara (washitah) Nabi Muhammad Saw.

Jadi talqin ialah cara taubat tingkat khusus setelah sebelumnya bertaubat dari kesalahan dan dosa yang diperbuat. Melalui taubat inilah qalbunya hidup dan bersih dari apapun selain Allah sehingga mencapai musyahadah.

Musyahadah sendiri merupakan aplikasi dari Ihsan yang merupakan satu bagian dari 3 rukun agama selain Islam dan Iman.

“Apa itu Ihsan,” tanya Jibril. Nabi Saw menjawab: “engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya (musyahadah). Apabila kamu tidak mampu melihatnya maka sesungguhnya Dia melihatmu. Sebagaimana dalam hadis Jibril yang panjang yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...