Ini Bedanya Taklid Dengan Ittiba’

0

AMMAN – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yordania menggelar kajian yang mengangkat tema ‘Polemik Taklid Sebagai Penyebab Stagnansi Berpikir, Benarkah?’. Kajian yang menghadirkan Ust. Afrizal Tw Chaniago, Lc. M.A. sebagai narasumber diadakan ba’da maghrib di rumah yang akarab disapa Bang Alim pada Kamis malam (1/8).

“Taklid adalah mengikuti atau mengamalkan sebuah pendapat yang merupakan produk ijtihad seorang ulama yang kompeten di bidangnya, tanpa bersusah payah mengetahui bagaimana ulama tersebut menghasilkan produk ijtihad itu,” ungkap Mahasiswa Ph. D. WISE University, Amman tersebut.

Menurut ustadz Afrizal, taklid bisa terjadi karena banyak orang yang masuk dalam kategori awam yang tidak sampai pada kategori ahli ijtihad. Ia juga mengatakan bahwa taklid hanya disandarkan kepada ulama yang sudah mencapai derajat mujtahid, yang produk ijtihadnya dapat dipercaya berdasarkan metode yang menjadi ciri khas ulama tersebut.

Foto: IG PCINU Yordania

Selain menerangkan tentang niscayanya orang melakukan taklid, ia juga menjelaskan apa bedanya taklid dengan ittiba’ sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama.

“Taklid memiliki defenisi mengikuti sebuah pendapat ulama tanpa pernah tahu dari mana pendapat itu berpijak. Sedangkan ittiba’ tidak seperti taklid,” paparnya.

Ia mengutip pendapat ulama ahlus sunnah wal jama’ah asal Suriah, Syaikh Wahbah az Zuhaily bahwa pengertian ittiba’ adalah mengikuti jalan yang diambil oleh seseorang (yang di ikuti) dan mengetahui kesimpulan hukum dari dalil yang dikemukakan oleh yang diikuti tersebut.

Ringkasnya, jika taklid itu mengikuti sebuah pendapat tanpa mengetahui darimana pendapat itu dihasilkan, maka Ittiba’ adalah mengikuti sebuah pendapat dengan disertai dengan pengetahuan
dari mana pendapat (hasil ijihad) itu di hasilkan. (eep)

Comments
Loading...