Ini 8 Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Memulai Bisnis

Tidak ada seorang pun yang bisa sepenuhnya memulai bisnis sendirian. Minimal dia harus bertanya kepada orang-orang yang pernah memulai bisnis dan telah terbukti sukses melakukannya.

Berikut ini 8 hal yang perlu diketahui para entrepreneur pemula dari 8 orang pendiri perusahaan kelas dunia yang sudah terbukti sukses melakukan bisnisnya, sebagaimana dikutip dari entrepreneur.com.

1. Berwirausaha Itu Lari Maraton Bukan Sprint

Marla Beck, pendiri dan CEO perusahaan Bluemercury, yang diakuisisi oleh Macy’s seharga USD 210 juta juga pencipta M-61 Skincare dan kosmetik Lune+ Aster mengingatkan bahwa kewirausahaan adalah maraton, bukan sprint alias lari cepat. Sebab itu, berfokuslah untuk membangun perusahaan yang hebat untuk jangka panjang.

Marla Beck menceritakan, bursa saham Nasdaq New York sempat jatuh satu tahun setelah dirinya mendirikan Bluemercury.

Maka selama satu setengah tahun kemudian, mereka harus memikirkan cara membangun bisnis dengan pendapatan dan arus kas. Sampai sekarang, Bluemercury telah melalui dua kali resesi.

Menurutnya, banyak hal selalu berubah dan kehidupan tidak selalu berjalan seperti yang kita rencanakan. Sebab itu, nafas bisnis harus kita siapkan untuk jangka panjang.

2. Pastikan Ada Permintaan untuk Produk atau Layanan Anda

Matt Mead, pendiri dan CEO Mead Technology Group, EpekData, dan BrandLync, mengatakan bahwa entrepreneurship membutuhkan kerja lebih keras dan belajar lebih banyak dari yang Anda bayangkan.

Perusahaan yang berkembang fokus pada keuntungan yang konsisten sehingga mereka dapat menghadapi saat-saat yang tidak terduga seperti penurunan ekonomi.

Sebelum memulai bisnis, lakukan riset, kenali keunggulan Anda, dan pastikan ada pasar dan permintaan untuk produk atau layanan Anda.

Setiap penjualan harus menguntungkan, idealnya 50 persen. Maka selanjutnya Anda akan cukup memiliki uang untuk merekrut orang yang bisa menggantikan posisi Anda, sehingga Anda dapat fokus pada pekerjaan yang ingin Anda lakukan.

Dokumentasikan semuanya dan buatlah sistem, sehingga siapa pun nanti akan dapat melakukan tugas-tugas Anda. Tapi yang penting pertama-tama, pelajari dulu cara menjual!

3. Mengetahui Bahwa Anda Tidak Akan Melakukan dengan Benar untuk Tahap Awal

Joshua Harris, pendiri Agency Growth Secrets mengatakan, jangan diam hanya untuk mengumpulkan informasi. Karena satu-satunya cara untuk maju adalah dengan benar-benar melakukannya. Intinya, segera ambil tindakan.

“Anda harus cepat, menganalisis hasilnya, lalu melakukan perubahan jika diperlukan,” kata dia.

Ia menyarankan agar seorang entrepreneur mencari cara untuk menghasilkan uang dengan cepat, dan dibayar di muka. Sebab semakin banyak uang tunai di tangan, maka semakin kita dapat mengambil risiko yang diperlukan.

4. Bersabarlah dan Pastikan Anda Memiliki Dana yang Memadai

Guy Sheetrit, CEO Over The Top SEO, yang menyediakan solusi pemasaran SEO khusus bagi perusahaan e-commerce, local, dan Fortune 500 mengatakan, siapa pun yang memulai bisnis baru harus sepenuhnya memahami timeline dan dana yang diperlukan untuk bertahan di fase startup.

Hampir setengah dari semua usaha kecil yang gagal, adalah karena tidak memiliki dana yang memadai.

Oleh karena itu, penting untuk merencanakan waktu yang lebih lama dari yang diharapkan untuk menghasilkan laba, dan pastikan Anda memiliki sumber pendanaan cadangan.

Kegagalan selalu menjadi hal yang mungkin bagi bisnis startup, tapi jika Anda memiliki dana cadangan yang memadai, Anda bisa mengurangi kemungkinan kegagalan tersebut.

5. Lupakan Apa yang Ingin Anda Jual

David Newman, penulis buku best seller “Do It! Marketing” dan kreator Speaker Profit Formula, dan host “The Speaking Show”, menyebutkan bahwa banyak pengusaha yang sangat memusatkan perhatiannya hanya pada pemasaran dan penjualan, sehingga mereka lalai untuk memahami apa yang diinginkan oleh pelanggan mereka.

Perusahaan yang menguntungkan, mengenal pelanggan mereka secara lebih baik daripada mereka mengenali diri mereka sendiri. Mereka menjual nilai, dampak, dan hasil yang ingin dibeli oleh pelanggan mereka.

Tidak pernah ada kata terlambat untuk mereview ulang, memperluas, atau menyesuaikan apa yang Anda jual dengan tepat sesuai keinginan dan permintaan pelanggan.

6. Bersiaplah untuk Berputar

Peter Hernandez, presiden Wilayah Barat Douglas Elliman, pendiri dan presiden Teles Properties mengatakan bahwa sekolah bisnis tidak bisa mengajarkan Anda pelajaran mendirikan bisnis.

Menurutnya, pelajaran pertama untuk membangun sebuah bisnis adalah mengecek partner bisnis. Pastikan mereka memiliki personality yang tepat, stabil secara finansial, dan bersedia untuk waktu yang lama.

Kedua, jangan terlalu rumit dalam hal model bisnis atau lini produk Anda. Rencana sederhana, dijalankan dengan baik dan elegan adalah yang terbaik.

Ketiga, bersiaplah untuk berputar cepat berdasarkan perubahan pasar dan kebutuhan. Kenali pelanggan dengan baik dan dengarkan apa yang mereka katakan.

7. Dengarkan Pelanggan Anda

Ashley Alderson, pendiri dan CEO The Boutique Hub, pembicara motivasi, cancer survivor, dan pembawa acara “Boutique Chat” mengatakan, ketika kami memulai The Boutique Hub, kami belajar cara mengidentifikasi produk, menerapkan, dan mendapatkan umpan balik pelanggan.

Kami mulai dengan rencana dan produk yang masuk akal bagi kami, tetapi itu ternyata tidak sesuai dengan pasar, dan hampir membunuh bisnis kami.

Lalu kami bergegas mencari apa yang benar-benar dibutuhkan oleh pelanggan kami. Setelah kami memiliki kecocokan antara pasar dan produk, kami kemudian menambahkan rincian yang diperlukan untuk tumbuh.

Ingat, pelanggan Anda memutuskan apakah bisnis Anda akan berhasil, bukan rencana bisnis Anda. Uji pasar terlebih dahulu, kemudian lakukan semuanya.

8. Menjawab Masalah

Simon Grabowski, pendiri dan CEO ClickMeeting mengatakan, agar seorang pengusaha selalu menanyakan pada diri mereka sendiri apa kebutuhan atau masalah yang akan dijawab oleh produk atau layanannya. Jika tidak ada permintaan atau minat dari pasar, maka ia harus memikirkan kembali idenya.

“Saya memulai bisnis pertama saya karena saya memerlukan alat untuk mengirim email massal secara otomatis ke pelanggan saya,” kata Simon.

Simon memiliki keterampilan pemrograman, jadi ia membangun sistem tersebut sendiri. Tapi ternyata, banyak orang lain yang memiliki kebutuhan yang sama. Lebih dari 20 tahun kemudian, GetResponse memiliki lebih dari 350.000 pelanggan.

Simon lalu membangun perusahaan keduanya, ClickMeeting. Sekarang ClickMeeting ada di lebih dari 160 negara dan melayani lebih dari 100.000 pelanggan.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...