Ini 8 Alasan Kenapa Kamu Mesti Berthariqah (bagian 3)

0

JAKARTA – Alasan yang keempat, menurut Imam Sayyid Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Shiddiq al Ghumari al Hasani, bahwa tasawuf itu sebetulnya ialah akhlaknya para sahabat, tabiin dan salafus shalih yang kita diperintahkan untuk meneladani dan mengambil petunjuk dari mereka.

Secara mutawatir kita bisa menemukan bahwa diantara akhlak para sahabat ialah bersegera melaksanakan perintah Allah. Mereka sebetulnya kelompok yang sejak awal masuk thariqah dan mengamalkan agama secara utuh serta merasakan buah dari jalan tasawuf.

Kita bisa lihat bagaimana kezuhudan mereka dalam kehidupan dunia, mujahadahnya (upaya sungguh-sungguh mengendalikan hawa nafsu), mencintai Allah dan Rasul-Nya serta kehidupan akhirat. Bagaimana mereka bersabar, mementingkan kepentingan bersama dan ridha terhadap segala pemberian Allah dan menyerahkan segala sesuatu pada-Nya. Serta menghias diri dengan akhlak-akhlak lain yang amat dicintai Allah dan Rasul-Nya dan mendekatkan kepada keduanya. Itulah yang kini dikenal dengan nama tasawuf dan thariqah.

Mereka istiqamah dalam keadaan mulia tersebut yang diikuti oleh generasi selanjutnya dan diteladani oleh generasi seterusnya. Hingga datang suatu masa dimana muncul bid’ah-bid’ah yang buruk dan menyebabkan mundurnya moral dan akhlak. Manusia hanya hidup untuk berkompetisi mengejar dunia dan mulailah terkikis cahaya qalbunya meninggalkan esensi agamanya. Dimana tujuan kehidupan yang hakiki mulai terbalik. Manusia mulai kehilangan arah. Dan itu terjadi di akhir abad pertama hijrah. Keadaan tersebut berlangsung tahun demi tahun sampai akhirnya kaum salafus shalih khawatir dengan keadaan tersebut.

Para ulama akhirnya berkomitmen dan mengamanahi diri mereka sendiri untuk menjaga agama. Sebagian ulama ada yang khusus menjaga maqam Islam dengan menetapkan cabang dan kaidah-kaidah di dalamnya. Sebagian ulama lain ada yang menjaga maqam iman dengan menetapkan prinsip, pokok dan kaidah-kaidahnya sebagaimana keimanan salafus shalih. Dan sebagian ulama lain ada yang fokus untuk menjaga maqam ihsan, dan amalan serta praktek di dalamnya serta menjaga keadaannya (ahwal).

Kelompok ulama pertama (Ahli Fiqh) diantaranya ialah Imam Mazhab yang empat dan para pengikutnya. Sedangkan kelompok ulama kedua (Ahli Kalam/Tauhid) ialah Ulama Asy’ariyah baik para guru dan sahabatnya. Adapun kelompok ketiga (Ahli Tasawuf/Sufi) ialah Imam Junaid beserta masyayikh dan murid-muridnya.

Namun, bukan berarti Imam Junaid-lah sebagai pendiri thariqah, sebab thariqah dasarnya adalah wahyu ilahi. Penisbatan tersebut lantaran beliaulah yang mencetus dan mempopulerkan untuk menjaga dan memelihara kaidah dan pokok-pokok tasawuf serta mengajak untuk mengamalkannya di saat degradasi moral manusia. Demikian pula halnya dengan penisbatan aqidah Asy’ari dan Fiqh Imam Mazhab yang empat. Karena sejatinya ketiga hal tersebut baik fiqh (Islam), aqidah (Iman) dan tasawuf (Ihsan) bersumber dari wahyu Allah swt.

Kesimpulannya, bahwa apa yang dikenal dengan tasawuf dan thariqah saat ini tidaklah melewati apa yang selama ini dipraktekan oleh para sahabat dan tabiin, baik akhlak maupun sifat mulia mereka sebagaimana Allah dan Rasul-Nya telah menghimbau kita agar berakhlak dengan akhlak mulia tersebut.

Oleh: Ust. Saepuloh

Comments
Loading...