Ini 8 Alasan Kenapa Kamu Mesti Berthariqah (bagian 1)

0

JAKARTA – Dalam Kitab Husnut Thalatthuf fi Bayani Wujubi Sulukit Tasawuf Karya Imam Sayyid Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Shiddiq al Ghumari al Hasani disebutkan bahwa menempuh jalan tasawuf itu wajib secara syar’i. Ia juga menegaskan bahwa tidak sempurna agama seseorang tanpa memenuhi rukun-rukunnya (agama).

Ulama asal Maroko tersebut menjabarkan pandangannya. Pertama, Tasawuf menduduki maqam Ihsan yang merupakan salah satu dari tiga rukun agama sebagaimana diterangkan dalam hadis Jibril. Dari sini tidak diragukan lagi bahwa wajib untuk mengikuti (ittiba’) agama dengan seluruh rukun-rukunnya yakni, Islam, Iman dan Ihsan.

Pengarang Kitab Al I’lam bi annat Tasawuf min Syari’atil Islam tersebut juga menjelaskan bahwa asas dari adanya thariqah ini adalah wahyu dari langit. Thariqah menduduki maqam Ihsan yang dijelaskan Nabi saat menjelaskan rukun agama satu persatu. Nabi saw bersabda, “Jibril datang mengajarimu agamamu”.

Tujuan dari thariqah tidak lain ialah (mencapai) maqam Ihsan disamping juga benar keislaman dan keimanannya. Sehingga pengamal thariqah akan meraih 3 maqam agama secara lengkap (Islam, Iman, Ihsan). Dengan menjalankan 3 rukun agama tersebut ia akan memperoleh jaminan kebahagiaan abadi di dunia dan akhirat. Ia juga dinilai mendapatkan kesempurnaan agama, sebagaimana dalam hadis diistilahkan dengan 3 rukun agama.

Syaikh Abdullah kemudian menerangkan lebih lanjut bahwa, siapa yang meninggalkan maqam “Ihsan” yaitu thariqah, maka agamanya kurang lengkap karena meninggalkan salah satu rukun agama.

Atas dasar inilah para ahli hakikat menyatakan wajib masuk dalam thariqah dan menempuh jalan tasawuf itu termasuk wajib ain. Mereka beristidlal atas wajibnya berthariqah karena sudah jelas dalilnya baik secara aqli dan naqli.

Nabi saw juga bersabda, “Sesungguhnya Allah mewajibkan Ihsan atas segala sesuatu,” (HR. Muslim).

Al Quran juga menjelaskan hal dan keadaan (ahwal) dalam tasawuf dan thariqah seperti berbicara tentang muraqabah, muhasabah, taubah, inabah, dzikr, fikr, mahabbah, tawakkul, ridha, taslim, zuhd, sabar, itsar, shidq, mujahadah dan mukhalafatul hawa wan nafs. Al Quran juga menyinggung tentang nafs lawwamah, ammarah dan muthmainnah, auliya, shalihin, shiddiqin dan muayyidin serta pembahasan lain yang biasa dibincangkan ahli tasawuf dan thariqah.

Oleh: Ust. Saepuloh

Comments
Loading...