Ingin Tiru Nabi? Jadikan Wakaf Gaya Hidup

0

Wakaf, inilah gaya hidup yang Rasulullah Saw contohkan dan teladankan kepada para sahabatnya. Gaya hidup yang terus diikuti oleh generasi berikutnya sampai saat ini. Sedikit-sedikit wakaf, punya apa-apa diwakafkan, wakaf ini wakaf itu. Pokoknya wakaf, wakaf, wakaf. Setiap ada kesempatan proyek kebaikan jurusan akhirat, selalu hatinya tergerak untuk ikut.

Karena wakaf termasuk sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir, walaupun yang mewakafkan sudah wafat.

Peradaban Islam dibangun oleh peradaban wakaf. Masjid Quba dan Masjid Nabawi merupakan wakaf pertama dalam sejarah Islam.

Sayyidina Utsman bin Affan membeli sumur dari orang Yahudi lalu mewakafkannya untuk seluruh penduduk Madinah. Penduduk Madinah secara gratis meminum air dari sumur tersebut, padahal sebelumnya, mereka harus membeli air tersebut kepada orang Yahudi.

Sayyidina Abu Thalhah mewakafkan kebun terbaik miliknya, yang hasilnya digunakan untuk mendukung perjuangan Islam.

Sayyidina Abdurrahman bin Auf juga mewakafkan toko yang menjadi aset pribadinya, yang hasilnya dimanfaatkan untuk pengembangan syiar Islam.

Selanjutnya, Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Sejak didirikan 10 Abad lalu hingga kini berbasis wakaf. Al Azhar mampu membiayai 500 ribu mahasiswa yang berasal dari berbagai belahan dunia. Ini semua karena wakafnya berkembang luar biasa.

Saya 5 tahun di Al-Azhar, kuliah gratis dan setiap bulan mendapatkan uang saku.
Bahkan jika mahasiswa Al-Azhar telah selesai studinya, akan diberikan tiket pesawat pulang sampai ke bandara terdekat dari rumah di negara asalnya.

Itulah hebatnya wakaf, menggerakkan semua kehidupan dan berkesinambungan.

Kalau kita naik pesawat Emirates Airline maskapai milik Dubai, perusahaan itu menjadikan Every Flight 10 Seat Waqf. Artinya, setiap penerbangan ada 10 kursi diwakafkan dan hasilnya digunakan untuk gerakan peradaban Islam dan kemanusiaan.

Gaido Travel mewakafkan 15 persen sahamnya kepada Tazakka. Dengan Wakaf ini akan memperkuat dan mempercepat laju perkembangan dunia pendidikan menyiapkan generasi yang akan datang.

PT. Pegadaian Syariah (BUMN) pun ikut wakaf mobil ambulans untuk operasional pesantren.

Di depan Masjidil Haram Makkah, ada hotel yang menjulang tinggi dan punya menara jam paling besar di dunia, namanya Zam-Zam Tower. Jika kita umrah atau haji, maka semua hasil penginapannya diwakafkan untuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Di depan hotel tersebut, pada bagian tengah dan atas pintu masuk tertulis besar: “Wakaf Raja Abdul Aziz Untuk Dua Masjid Suci”

Pondok Modern Tazakka pun demikian, tanah 11,3 ha, plus bangunan dan aset-aset lainnya, itu semua wakaf. Namanya wakaf tidak boleh dimiliki pribadi, dan menjadi aset Yayasan milik umat Islam sepanjang sejarah.

Pagi hari, Jum’at (4/1), setelah subuhan dari Masjid saya kembali ke hotel. Saat di lantai dasar, mata saya tertuju pada counter wakaf produktif. Counter itu mengajak para jamaah umroh untuk ikut wakaf di tanah suci. “Kok bisa?”

Ya, wakaf untuk membangun pusat perdagangan di dalam tanah haram, yang hasil keuntungannya untuk membangun dan mengembangkan peradaban Islam.

Oleh: KH. Anizar Masyhadi

Comments
Loading...