Ingin Mustajab? Ini Etika Berdoa yang Sering Kamu Abaikan

Doa adalah permohonan hamba pada Allah Swt. Ia adalah ekspresi manusia yang menyadari kelemahan dan keterbatasannya. Melalui doa, kamu bisa menjalin hubungan yang dekat serta mencurahkan isi hati.

Mengungkapkan aneka kebutuhan akhirat dan dunia yang dimohonkan kepada beliau Yang Maha Mendengar dan Mengetahui isi hati manusia. Doa adalah salah satu dzikir yang disenangi Allah sekaligus senjatanya orang beriman.

Siapa saja muslim yang berdoa pada Allah dan tiada padanya dosa serta tak memutus tali silaturahmi, kecuali Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal. Pertama, menyegerakan doanya. Kedua, menyimpan doa itu sebagai investasinya di akhirat. Ketiga, menolak keburukan yang akan terjadi padanya.

Demikian disebutkan dalam sebuah riwayat. Itu sebabnya jangan mengira bahwa Allah tak mengabulkan doa kamu. Karena Allah mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

Namun tak jarang, bisa jadi karena ketidaktahuannya. Adab dan etika berdoa dilewatkan begitu saja. Padahal adab dan etika dalam berdoa jadi poin penting untuk dikabulkannya sebuah doa. Berikut adab berdoa yang mungkin sering kamu abaikan.

Pertama, kamu bisa memanfaatkan waktu dan momen mustajab untuk berdoa. Seperti pada hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jum’at, dan pada waktu sahur atau sepertiga malam. Kemudian saat kamu berada dalam barisan berjuang di jalan Allah, ketika turun hujan, setelah shalat fardhu, antara azan dan Iqamah, serta ketika sujud.

Kedua, perhatikan posisi dan kondisi berdoa. Biasakan dalam keadaan suci, menghadap kiblat dan mengangkat kedua belah tangan hingga seakan ketiak itu terlihat. Serta mengusap wajah ketika selesai berdoa. Pastikan juga kamu tidak mengonsumsi dan memakai barang yang haram.

Ketiga, sesuaikan volume suara dalam berdoa. Yakni tidak terlalu kencang dan tidak terlalu rendah (diantaranya). Berdoalah dengan menundukkan hati, khusyuk, penuh perasaan harap dan optimis tapi sekaligus kagum dan takut pada Allah Swt.

Keempat, mulailah doa dengan berdzikir dan memuji Allah Swt serta bershalawat atas Nabi Saw. Jangan langsung berdoa. Kemudian tutup doa itu dengan pujian dan shalawat kembali.

Kelima, nyatakanlah doamu dengan tulus dan ikhlas serta yakinlah bahwa doamu akan dikabulkan. Kamu tidak perlu membebani diri dengan berdoa dalam sajak yang indah. Kamu bisa memilih doa dari Al Qur’an hadis, para ulama atau dengan redaksimu sendiri. Terus meneruslah berdoa. Ulangilah doamu tiga kali. Jangan putus asa apabila doamu belum terjawab.

Keenam, kamu bisa bertawasul dengan Nabi Muhammad dan para Auliya Shalihin. Selain itu, kamu juga bisa bertawasul dengan amal shalih yang kamu perbuat. Misalnya dengan berbakti pada orang tua, memperbanyak puasa, bersedekah, membantu sesama atau banyak membaca Al Quran dan shalawat.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...