Ingin Awet Muda? Ini Resepnya Dari Nabi

0

BOGOR – Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang lelaki yang datang menemui Nabi Muhammad SAW, kemudian lelaki tersebut memohon petunjuk pada beliau, agar diberi nasehat yang berfaedah bagi agama dan dunianya serta bisa mendekat kepada Allah SWT. Namun, orang tersebut meminta agar petunjuknya tidak terlau banyak sehingga bisa diaplikasikan dalam hidupnya.

Nabi lalu bersabda padanya Laa Taghdhab yang berarti “jangan marah”. Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarah Jami’ At Tirmidzi diterangkan, boleh jadi yang memohon ialah seorang pemarah, karena wasiat yang diberikan nabi tentulah nasehat yang paling relevan dan utama. Dari sini kita juga belajar bahwa nasehat mesti diberikan sesuai kadar dan dosis yang tepat serta sesuai dengan diagnosanya.

Jangan marah maksudnya ialah jauhi hal-hal yang bisa menyebabkan amarah. Larangan “jangan marah” bukan berarti melarang seseorang agar tidak marah sama sekali, sebab marah hal yang manusiawi. Lalu mengapa marah perlu dihindari? Sebab hal yang amat potensial muncul ketika marah ialah kesombongan. Dan kesombongan bisa membuat kita celaka baik di dunia maupun di akhirat.

Orang yang mampu menahan amarahnya bisa menyelamatkan harga dirinya. Tak jarang akibat kemarahan yang ditumpahkan bukan pada tempat dan sesuai kadarnya bisa menghilangkan wibawa dan kehormatan diri. Sederhananya, jangan ikuti keinginan marah bila tidak ingin menyesal.

Resep “jangan marah” dari Nabi mencakup kebaikan dunia dan akhirat, alasannya karena kemarahan yang tidak terkontrol bisa mengikis kelembutan diri, menimbulkan keregangan hingga putusnya tali silaturahim serta retaknya hubungan dalam pergaulan, rumah tangga ataupun masyarakat. Terlebih, apabila kita menyakiti orang lain dengan kemarahan tersebut. Apabila hubungan kita dengan orang lain terganggu tentu rezeki pun akan ikut terganggu, sebagaimana baiknya hubungan silaturahim bisa memperlancar rezeki.

Lawan dari marah ialah bersikap ramah, jika dalam berbagai penelitian banyak marah dapat memperpendek usia, maka bersikap ramah pada sesama ialah resep agar kita panjang usia atau minimal bisa terlihat lebih menarik dan awet muda serta memperoleh banyak rezeki.

Orang tersebut mengulang permohonannya pada Nabi, “berilah aku petunjuk”, sambil berharap ada nasehat lain yang lebih bermanfaat. Namun Nabi tidak menambahnya sedikitpun, beliau tetap menjawab “jangan marah”. Dimintai nasehat kembali, Nabi tetap berucap “jangan marah”.

Oleh: Troy Yudistira

Comments
Loading...