Implementasi Nilai Tasawuf di Kampus, MATAN IAIN Jember Gelar Suluk MATAN

JEMBER – Untuk membumikan nilai tasawuf dan tarekat di kalangan civitas academica, Pengurus Komisariat MATAN Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember menggelar acara Suluk MATAN I (Sultan I) di kampus IAIN Jember, Jawa Timur pada Sabtu hingga Ahad (26-27/10).

Suluk MATAN kali ini mengusung tema “Implementasi Nilai – Nilai Tasawuf dalam Berbangsa dan Bernegara di Era Milenial”. Dengan menghadirkan para pembicara diantaranya Prof. Ahidul Asror Guru Besar Filsafat yang menyampaikan materi “Meremajakan Nilai Tasawuf di Era Miilenial” dan Prof. Khusnul Ridho, penasihat MATAN IAIN Jember yang membawakan materi “Revitalisasi Kegiatan Sosial Keagamaan dalam Rangka Memperkokoh Persatuan”.

Selain itu, peserta Suluk juga mendapatkan wawasan bagaimana menguatkan nilai toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang disampaikan Gus Anas dan membumikan nilai Aswaja sebagai ideologi beragama oleh Gus Umam.

Bukan hanya itu, salik dan salikat panggilan akrab peserta Suluk, juga diperkenalkan dengan ideologi-ideologi trans-nasional oleh Aziz, Lc., dan bagaimana thariqah bisa menjawab tantangan zaman oleh Gus Mus Ngasor. Yang dilanjutkan dengan “Sinergisitas Syariah dan Thariqah” oleh Gus Faiz.

“MATAN IAIN Jember berharap, para peserta dan seluruh panitia bisa mengimplementasikan apa yang sudah didapat dari acara Suluk MATAN ini,” ujar Zikal Okta Syahtria, Ketua PK MATAN IAIN Jember.

Zikal juga berharap secara manajemen, MATAN mulai dari tingkat komisariat hingga tingkat pusat bisa saling berkorelasi. Menurutnya MATAN akan lebih efektif bila komunikasi antar MATAN lebih ditingkatkan serta penguatan manajemen di internal MATAN itu sendiri.

Hadir pula Dr. Moch Chotib selaku pembina MATAN IAIN Jember dan Dr. Nurul Ghufron Ketua MATAN Jember yang juga salah satu pimpinan KPK RI, serta Kiai Ahmad Nafik dan keluarga Pondok Blokagung Banyuwangi, H. Khotibul Umam dan keluarga Pondok Al Jauhar Pasuruan, Abdul Qadir. (eep)

Komentar
Loading...