Ikigai; Konsep Hidup Lebih Bahagia dan Panjang Umur

Pernahkah Anda menjalani rutinitas harian yang monoton. Pagi kerja sorenya pulang, sampai rumah main handphone terus tidur dan itu berulang setiap hari. Ketika masa weekdays Anda menunggu kapan weekend datang untuk rehat, mencari kesenangan dan begitu selanjutnya. Hingga Anda mulai merasa jenuh dan tidak punya semangat karena menjalankan rutinitas harian yang gitu-gitu aja?

Jika demikian, Anda perlu menanyakan apa tujuan hidup dan apa yang membuat Anda bahagia?

Ada sebuah konsep dalam istilah jepang yang bernama ikigai. Secara harfiah, iki berarti kehidupan dan gai memiliki arti nilai. Singkatnya, ikigai adalah nilai dalam hidup. Sehingga Anda menjadi lebih bahagia dalam hidup.

Terkadang ikigai juga diekspresikan sebagai alasan untuk bangun di pagi hari. Prinsipnya, ikigai adalah konsep yang membuat kehidupan Anda menjadi lebih bermakna, lebih bermanfaat dan lebih seimbang. Sehingga secara sederhana ikigai adalah hal yang membuat Anda mau bangun pagi dan termotivasi untuk menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari.

Orang yang menjalani kehidupan dengan filosofi ikigai selalu punya motivasi yang kuat sehingga memiliki dampak praktis yang signifikan terhadap produktivitas sehari-hari. Orang dengan prinsip ikigai akan selalu cepat bergerak dan cepat mengambil Tindakan. Sehingga aktivitas apapun yang dijalaninya cepat selesai, untuk kemudian beralih pada aktivitas selanjutnya.

Ikigai juga bisa membuat Anda memiliki etos kerja yang baik. Karena Anda meyakini bahwa apa yang Anda lakukan punya dampak positif bagi orang lain. Di lain sisi, orang dengan prinsip hidup ikigai punya dampak kesehatan yang baik, di antaranya memiliki resiko yang rendah untuk terkena penyakit jantung. Tentu hal ini akan berpengaruh pada masa hidup (lifespan).

Di Jepang ada daerah bernama Okinawa yang dikenal sebagai “negeri orang berumur panjang” atau Land of Immortals. Dilansir dari Washington Post, bahwa rata-rata harapan hidup warga Okinawa menjadi yang tertinggi di dunia dengan 81,2 tahun. Angka ini bahkan lebih tinggi dari rata-rata penduduk wilayah lain di Jepang yakni 79,9 tahun. Buettner memasukkan ikigai (makna dan tujuan hidup yang harus dijalani) dalam bukunya The Blue Zones: Lessons For Living Longer From The People Who’ve Lived The Longest (2008), sebagai salah satu alasan mengapa warga Okinawa itu berumur panjang.

Lalu bagaimana cara menjalani kehidupan dengan ikigai? Untuk mencapai apa yang disebut ikigai ini, Anda perlu meraih dan memaksimalkan empat aspek sebagai berikut: melakukan yang Anda sukai (passion), melakukan apa yang Anda kuasai (ahli di bidangnya), melakukan hal yang dibutuhkan oleh banyak orang, mendapatkan bayaran yang cukup dari apa yang Anda lakukan.

Passion (What You Love)

Pertama, temukanlah passion Anda. Passion ini adalah hal yang kita sukai dan membuat Anda selalu bergairah untuk melakukannya. Sesuatu yang membuat Anda bersedia melakukannya secara sukarela, walau tak dibayar sekalipun. Anda merasa selalu berenergi dalam melakukannya dan tidak merasa lelah.

Mission (What The World Needs)

Kedua, Anda perlu melihat lebih seksama kepada lingkungan di sekitar Anda, apa yang mereka butuhkan. Identifikasi hal-hal yang bisa Anda lakukan dan itu membantu orang lain dunia ini. Tentu dalam kehidupan ini selalu saja ada permasalahan dan problematika, sehingga dibutuhkan kepekaan untuk menangkapnya.

Baru setelah itu hubungkan passion Anda dengan hal yang dibutuhkan oleh masyarakat atau dunia ini. Sehingga hal yang Anda sukai itu (passion) juga merupakan hal yang dibutuhkan oleh sesama (mission). Sehingga kehadiran Anda mampu memberi dampak kebaikan bagi sesama dan menjadi bagian dari solusi atas problematika yang terjadi.

Vocation (What You Can Be Paid For)

Jika Anda sudah mampu menemukan benang merah antara passion dan mission, maka selanjutnya menghubungkannya dengan vocation. Menjalani kehidupan tentu membutuhkan biaya. Ada ongkos untuk memenuhi kebutuhan terutama kebutuhan pokok, sandang, pangan, papan. Demikian juga memberikan manfaat dan bernilai bagi sesama juga membutuhkan biaya.

Maka yang ketiga ini temukan bagaimana caranya agar apa yang Anda lakukan itu adalah hal yang disukai, sekaligus hal yang dibutuhkan sesama dan lingkungan tapi juga Anda dibayar secara cukup untuk melakukannya atau mampu menghasilkan uang dan keuntungan secara materi. Sehingga yang Anda lakukan itu membawa kepada penghidupan yang baik dan cukup.

Profession (What You Are Good At)

Hal yang terakhir yang perlu Anda capai untuk menjalankan prinsip ikigai adalah profession. Setelah melakukan hal yang Anda sukai, hal yang dibutuhkan oleh dunia, dan Anda dibayar untuk itu maka selanjutnya adalah Anda ahli dalam melakukannya. Dengan kata lain Anda menguasai yang Anda lakukan. Di sini pentingnya peningkatan diri dari segi kualitas secara keilmuan dan keahlian dari yang Anda lakukan. Bahkan menjadi spesialis dari yang Anda lakukan.

Jika Anda mampu menghubungkan dan meraih keempat elemen di atas dan menjalaninya, maka itulah ikigai. Hidup menjadi lebih bahagia karena Anda menyukai yang Anda lakukan, lalu yang Anda lakukan juga membawa kemanfaatan yang besar bagi sesama dan dunia, bukan hanya itu Anda dibayar untuk melakukannya dan Anda semakih ahli di bidangnya setiap hari.

Pantas saja misalnya, Mark Zuckerberg penemu Facebook dan Bill Gates pencipta Microsoft drop out dari salah satu kampus paling bergengsi di dunia, Harvard University, karena sudah menemukan ikigainya. Di tanah air juga ada Irvan Hemli yang mengundurkan diri sebagai software engineering dan kini menjadi pemilik Anomali Coffee, salah satu brand besar dalam industri kopi dalam negeri.

Dalam Islam pun kita selalu ditekankan oleh Nabi Muhammad Saw bahwa hidup itu untuk menjadi bermanfaat. Sebagaimana dalam sabda beliau, “Sebaik-baik kamu adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”

Wahyu pertama dalam al Qur’an juga menuntut umat Islam untuk membaca. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, (Surah al ‘Alaq: 1). Membaca tersebut tak disebut objeknya. Termasuk membaca apa yang menjadi passion dan mission Anda serta melihat peluang vocation.

Beragama juga berarti meneladani sifat-sifat Allah. Salah satu nama Allah adalah al Khabir, yang maknanya Maha Mengetahui segala sesuatu bahkan tak luput yang tersembunyi. Belajar dari sifat Al Khabir, saat Anda menjadi ahli dalam sesuatu, maka Anda mampu mengetahui apa yang tampak dan tidak tampak dari sesuatu itu.

Dari sini kita bisa melihat bahwa konsep ikigai sebenarnya adalah adaptasi dari nilai-nilai Islam yang lebih praktis. Sedangkan nilai hidup bagi seorang muslim, gerak gerik dan segala aktivitasnya adalah bentuk penghambaan kepada Allah Swt yang dijalani penuh dengan ketulusan dan kesyukuran.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...