Idrisiyyah Kenalkan Tarekat Kepada 100 Pesantren se-Jawa Barat

TASIKMALAYA – Pondok Pesantren Tarekat Idrisiyyah terpilih menjadi salah satu dari lima pesantren di Jawa Barat yang menjadi tuan rumah Pelatihan dan Magang One Pesantren One Product (OPOP), sebuah kegiatan yang dicanangkan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat.

One Pesantren One Product (OPOP) merupakan program unggulan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Nama program tersebut bernama ‘Pesantren Juara’. Program Pesantren Juara memiliki 17 kegiatan yang salah satunya yaitu One Pesantren One Product (OPOP) ini.

Foto: IG @idrisiyyahid.

“Bapak Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berharap agar pondok pesantren dan ekonomi umat dapat tegak berdiri sendiri dengan melakukan aktifitas ekonomi dan usaha-usaha kecil menengah, selain dari tugas pokok  pondok pesantren yaitu memberikan ilmu dan pendidikan yang baik,” ucap Ibu Hetty Susilawati, pengawas dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat.

Mantan Walikota Bandung itu, tambah Hetty, berharap pondok pesantren menjadi mandiri, hilang dari kesan pendidikan kuno dan mendunia melalui usaha yang mereka miliki.

Pondok Pesantren Tarekat Idrisiyyah dinilai menjadi salah satu percontohan, bahwa pesantren sangat berpotensi maju melalui ekonomi yang dibangunnya.

Foto: IG @idrisiyyahid.

Peserta yang mengikuti OPOP batch 1 di Pondok Pesantren Tarekat Idrisiyyah sebanyak 200 peserta dari 100 pesantren se-Jawa Barat. Setiap pesantren mengirimkan 2 orang perwakilannya untuk mengikuti Pelatihan dan Magang tersebut.

Kegiatan ini telah dibuka sejak Selasa (26/09) lalu, dan berlangsung hingga Senin (30/09) nanti. Kegiatan yang dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut ini diisi dengan berbagai pelatihan tentang ekonomi kepada perwakilan pesantren.

Selain itu, dalam pelatihan One Pesantren One Product (OPOP) di hari kedua, Pondok Pesantren Tarekat Idrisiyyah juga mengenalkan tentang materi ketarekatan kepada para peserta.

“Selama 7 hari pelatihan, peserta disuguhkan dengan 4 pokok materi. Diantaranya, pertama materi tentang sejarah dan visi misi Tarekat Idrisiyyah, Manajemen Lembaga Pendidikan atau Pondok Pesantren. Kedua, materi tentang Pengembangan Lembaga Pendidikan Pesantren Idrisiyyah. Ketiga, materi tentang Pengembangan Bisnis Pendidikan Idrisiyyah. Keempat, materi tentang Ketarekatan, dimana Tarekat merupakan manhaj di Pondok Pesantren Idrisiyyah,” tutur ustadz Adang Nurdin M. S, M.Pd.

Foto: IG @idrisiyyahid.

“Dari kegiatan One Pesantren One Product (OPOP) ini, kita berharap mudah-mudahan sahabat di pondok pesantren bisa terinspirasi dari Pondok Pesantren Tarekat Idrisiyyah mengenai pengelolaan dan manajemen perekonomiannya. Bahwa pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan dapat maju di berbagai bidang salah satunya ekonomi,” tutup ustadz Adang selaku Direktur Operasional Pesantren Idrisiyyah.

Selain Pondok Pesantren Tarekat Idrisiyyah, kegiatan Pelatihan dan Magang OPOP juga diselenggarakan 4 pondok pesantren lainnya di Jawa Barat diantaranya yaitu di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan; Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Bandung; Pondok Pesantren Al Ittifaq, Rancabali Kabupaten Bandung; dan Pondok Pesantren Nurul Iman, Bogor. (rizal/eep)

Baca Lainnya
Komentar
Loading...