Hikmah Musibah

0

Beberapa hari yang lalu telah terjadi suatu bencana, yaitu musibah Tsunami selat Sunda yang begitu mengagetkan dan telah menewaskan banyak korban dan menghancurkan banyak bangunan. Satu musibah yang begitu spontan, tanpa di sangka-sangka karena tidak ada tanda-tanda atau peringatan sama sekali.

Musibah dan anugerah adalah dua sisi yang tidak luput dari kehidupan manusia. Agama telah mengajarkan bagaimana menyikapi kedua hal tersebut. Saat mendapat musibah kita harus bersabar, tidak boleh menyalahkan siapapun dan itu baik bagi kita karena dengan kesabaran, kita berharap Allah mengampuni dosa-dosa kita. Jika mendapat anugerah kita harus menyikapinya dengan bersyukur, barang siapa bersyukur, Allah akan menambah nikmat, pun barang siapa kufur, sesungguhnya Allah akan meng-azab-nya.

Dalam pandangan al-Qur’an, musibah-musibah merupakan ketentuan yang telah digariskan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam surat at-Taubat ayat 51: “Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal.”

Kita yang lolos dari bencana adalah orang-orang yang beruntung, karena masih diberi kesempatan oleh Allah untuk memperbaiki kualitas ketaqwaan, keimanan dan hidup kita. Kita masih sempat meminta ampunan kepada Allah SWT atas segala kesalahan serta berusaha berbuat kebajikan sepanjang sisa hidup untuk menggapai ridha-Nya.

Bencana menjadi teguran bagi kita yang selamat, demikian pula bagi mereka yang berada jauh dari tempat kejadian. Kita yang tidak terkena bencana, mendapatkan cobaan dari dampak bencana. Kita berkewajiban menolong yang terkena musibah. Kita yang hidup berkewajiban menyelenggarakan jenazah bagi yang meninggal. Kita yang masih memiliki banyak harta, berkewajiban memberikan makanan dan pakaian serta menolong dengan segenap kemampuan kepada mereka yang kehilangan segalanya.

Musibah yang terjadi hendaklah menjadi tadzkirah (pengingat) bahwa bencana memilukan tersebut dapat terjadi ditempat kita jika Allah SWT menghendaki. Seharusnyalah bagi kita untuk selalu berdo’a, bertaqarrub, dan beristighfar semoga Allah SWT selalu menganugerahkan keselamatan dan ampunan bagi kita semua.

Oleh: Shofwan Al Jauhari

Comments
Loading...