Haul Kiai Sjaichu ke-24, Alumni Gelar Khataman Al Qur’an

0

DEPOK – Demi tanamkan spirit perjuangan KH. Ahmad Sjaichu, Pondok Pesantren Al Hamidiyah menggelar haul pendirinya yang ke-24, Sabtu (19/1). Rangkaian kegiatan haul Kiai yang dikenal sebagai negarawan dan politisi ini diisi dengan khataman al Qur’an pada hari sebelumnya baik oleh para santri maupun alumninya yang dikoordinir melalui grup WhatsApp.

Haul yang dirangkai dengan maulid Nabi Muhammad SAW ini rutin diadakan setiap tahunnya. Hadir dzurriyah almarhum, para alim ulama, habaib, santri dan alumninya dari berbagai angkatan, serta tokoh masyarakat dan perwakilan TNI – Polri. Acara yang diramaikan dengan pembacaan shalawat dengan hadrah tersebut bertempat di Masjid Jami’ al Hamidiyah, Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB, acara diisi dengan pembacaan maulid oleh Habib Sholeh bin Muhammad Al Bagir, yang dilanjutkan dengan lantunan ayat suci al qur’an oleh qari cilik nasional Muhammad Ihsan Ramadhan. Dan disusul pembacaan riwayat singkat kiai yang pernah menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tahun 1977-1979.

Dalam sambutannya, KH. Ahmad Zarkasyi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih serta permohonan maaf kepada seluruh tamu undangan serta kepada alumni yang hadir. “Mohon maaf apabila dalam sambutan dan jamuan pada peringatan maulid dan haul almaghfurlah ini ada yang kurang berkenan,” ucap pengasuh Ponpes Al Hamidiyah tersebut.

Dalam kesempatan berikutnya, H. Zainul Mujahidin Sjaichu mewakili Ketua Yayasan Islam Al Hamidiyah juga memberi kata sambutan.

Hadir menyampaikan hikmah, Dr. H. Khairul Huda, “Kiai Sjaichu adalah tokoh kiai NU yang langka, kiai sekaligus politikus, namun politikus yang negarawan. Dalam kancah nasional, beliau pernah menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPRGR) Republik Indonesia tahun 1966.”

“Beliau juga mendirikan organisasi dakwah bernama Ittihadul Muballighin sejak 1978,” sambungnya.

Pada hikmah kedua, Dai Instrktur Nasional JATMAN, Saepuloh dalam uraiannya menyampaikan, “Kiai Sjaichu adalah kiai kultural, struktural sekaligus global. Sjaichu muda sudah memiliki visi yang jauh ke depan, bagaimana dunia khususnya Asia dan Afrika bisa melepaskan diri dari jeratan imperialisme dan kolonialisme, hingga akhirnya ia memimpin Organisasi Islam Asia Afrika (OIAA).”

“Kiai Sjaichu, ialah tokoh yang berhasil mengintegrasikan antara visi kemanusiaan, visi keislaman dan visi kebangsaan. Menjelang akhir hayatnya beliau berinvestasi untuk bangsa dan umat Islam dengan membangun pesantren yang mencetak kader dai dan ulama,” sambung dai sekaligus alumni Ponpes yang berdiri sejak 1988.

Acara ditutup dengan doa dan musafahah serta menikmati jamuan makan bersama. Usai shalat zuhur para alumni berziarah ke makam anak dari salah seorang pendiri NU (KH. Wahab Chasbullah) tersebut. (eep)

 

Comments
Loading...