Connect with us

Daerah

Haul Ke-27 KH Achmad Sjaichu, Menjaga Sanad Ilmu Merawat Ajaran Guru

Published

on

Depok, JATMAN Online – Peringatan Haul KH Achmad Sjaichu bin KH. Abdul Hamid yang ke-27 dengan tema ‘Menjaga Sanad Ilmu, Merawat Ajaran Guru’ menghadirkan tokoh dai milenial Habib Husein Jafar Al-Hadar dan Dr. KH. M. Luqman Hakim selaku Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jabar (05/2) Sabtu.

Sambutan mewakili Dhuriyah KH Achmad Sjaichu oleh Direktur Utama YIA Bapak dr. H. Imam Susanto Sjaichu, Sp. Bp. RE (K). Kondisi saat ini mengharuskan kita untuk tidak berkumpul bersama, namun peringatan haul ini tetap kita laksanakan tiada lain mengambil pelajaran dari Al-Maggfurlah KH. Achmad Sjaichu yang akan disampaikan oleh para penceramah via hybrid.

”Haul Al-Maghfurlah KH. Achmad Sjaichu yang ke-27 alhamdulillah bisa dilaksanakan walaupun dengan daring dan luring, semoga tidak mengurangi keberkahan dan kita yang hadir dapat mengambil hikmah dari ketokohan beliau. Terima kasih kepada para Kiai dan semua panitia sehingga acara ini berjalan dengan khidmat dan penuh berkah dengan kehadiran Dr. KH. M. Luqman Hakim dan Habib Husein Jafar Al-Hadar,” ucap Direktur Utama Yayasan Islam Al-Hamidiyah (YIA).

Prof. Dr. KH. Oman Fathurahman, M.Hum menyampaikan bahwa Al-Magfurlah KH. Achmad Sjaichu adalah murid dari Kiai besar, santri kesayangan Mbah Ma’shum Lasem dan Mbah Wahab Hasbullah salah seorang Pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Sanad artinya sandaran, sebagai santri ketika lulus dari pesantren, maka santri bisa menyebutkan siapa gurunya, hal ini menjadi keunggulan santri dibandingkan dengan pelajar lainnya.

“Saya nyantri di Cipasung, Abah Rukhiyat secara sanad keilmuan sama dengan Kiai Sjaichu. Kesamaan Guru yang pernah mengeyam belajar di Pesantren Mbah Ma’shum Lasem. Ada pertemuan sanad dari ulama ulama kita, menjaga sanad ilmu merawat ajaran guru untuk tema haul kali ini. Terima kasih kepada kedua pembicara, mohon doanya agar terjaga dari hal-hal yang menggangu aktifitas kita di Pesantren, untuk para santri sering kita ingatkan bahwa memakai masker itu bukan kewajiban tetapi harus menjadi kebutuhan, mudah-mudahan dengan Haul ini menjadi doa untuk Al-Maghfurlah, dan keberkahan untuk kita semua, dan menyemai maslahat untuk umat,” Ucap Professor Filologi Islam FAH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menutup sambutannya.

Penceramah pertama Habib Husein Ja’far Al-Hadar hadir via zoom meeting, menyampaikan bahwa sanad keilmuan yang ada pada Al-Maghfurlah KH. Sjaichu jelas memiliki ketersambungan dengan para ulama yang berkhidmat di Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) dan ini menjadi keunggulan serta kebanggaan untuk para santri.

“Berbicara (ngomongin) sanad keilmuan. Ada keunggulan yang tidak dimiliki oleh lembaga lain, bahwa pesantren menjadi yang terdepan,” ujar Pengampu Channel Jeda Nulis.

Perkataan Ibnu Sirin ini dibawakan oleh Imam Muslim dalam muqoodimah shahihnya sebuah bab yang berjudul :

بَابُ بَيَانِ أَنَّ الإِسْنَادَ مِنَ الدِّيْنِ وَأَنَّ الرِّوَايَةَ لاَ تَكُوْنُ إِلاَّ عَنِ الثِّقَاتِ وَأَنَّ جَرْحَ الرُّوَاةِ بِمَا هُوَ فِيْهِمْ جَائِزٌ بَلْ وَاجِبٌ وَأَنَّهُ لَيْسَ مِنَ الْغِيْبَةِ الْمُحَرَّمَةِ بَلْ مِنَ الذَّبِّ عَنِ الشَّرِيْعَةِ الْمُكَرَّمَةِ

Bab penjelasan bahwasanya isnad bagian dari agama, dan bahwasanya riwayat tidak boleh kecuali dari para perawi yang tsiqoh, dan bahwasanya menjarh (menjelaskan aib) para perawi -yang sesuai ada pada mereka- diperbolehkan, bahkan wajib (hukumnya) dan hal ini bukanlah ghibah yang diharamkan, bahkan merupakan bentuk pembelaan terhadap syari’at yang mulia.
perkataan Ibnul Mubarrok rahimahullah :

الإِسْنَادُ مِنَ الدِّيْنِ وَلَوْلاَ الإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ مَا شَاءَ
Isnad adalah bagian dari agama, kalau bukan karena isnad maka setiap orang yang berkeinginan akan mengucapkan apa yang ia kehendaki.

Fenomena yang terjadi saat ini di medsos jika tidak selektif dalam mencari ilmu maka akan mendapati ketidakberkahan ilmu, banyak yang pintar secara kognitif, mampu menghafal ratusan rumus, banyak pengetahuan terkait apa pun tetapi kenyataannya malah tidak sesuai dengan akhlak.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala , Surat Al-Jumuah ayat 5
مَثَلُ الَّذِيْنَ حُمِّلُوا التَّوْرٰىةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوْهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ اَسْفَارًاۗ بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

“perilaku seseorang yang punya ilmu di kepalanya tapi tidak mengamalkannya ini lebih buruk dari hewan, bisa jadi pintar bicara tapi belum tentu pintar mengamalkannya, maka keberkahan saat mencari ilmu haruslah memuliakan orang yang memiliki ilmu (Kiai, Ustadz, Guru) sehingga keberkahan ilmu dan kemuliaan akan didapatinya,” pungkasnya. 

Pewarta : Abdul Mun’im Hasan

Editor : Warto’i

Continue Reading

Daerah

Mahasiswa Tasawuf Universitas Panca Budi Bedah 23 Jurnal Filsafat Islam

Published

on

Medan, JATMAN Online – Sebanyak 23 jurnal dengan tema filsafat Islam menjadi objek kajian mahasiswa tasawuf dalam seri kajian Filsafat Islam pada Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan. Kajian ini diikuti lebih dari 40 peserta intensif dalam kelas metafisika Islam yang diasuh oleh pakar metafisika Islam, Dr. Muhammad Sontang. Kelas ini dibuka Sabtu, (23/04).

Mulai dari topik tentang para filosof muslim seperti Ibnu Sina, al-Ghazali, Ibnu Rusyd, Abid al-Jabiri, al-Farabi, tentang filsafat terkait pendidikan hingga tema-tema filsafat tentang alam semesta.

Selain itu, di samping filsafat Islam dibahas juga topik-topik metafisika ketuhanan yang diasuh oleh pakar metafisika Islam lainnya, Kyai Ahmad Baqi Arifin, SH., MM., MBA.

Sesi diskusi tentang sejarah filsafat Islam.

Tentang Universitas Panca Budi

Tahun 1956 Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya mendirikan Sekolah Tinggi Metafisika berdasarkan Akte Notaris No. 97 tahun 1956 tanggal 27 Nopember 1956 terdaftar di Departemen Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 85/B-SWT/P/64 pada tanggal 13 Juli 1964 untuk Fakultas Hukum dan Filsafat, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Kerohanian dan Metafisika.

Tahun 1961 Sekolah Tinggi Metafisika berubah menjadi Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) dan tanggal 19 Desember 1961 ditetapkan sebagai tanggal berdirinya Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB).

Prof. Dr. H. Kadirun Yahya MA, M.Sc lahir di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara 1917 – meninggal di Arco, Depok, Jawa Barat 2001, pada usia 84 tahun. Beliau adalah seorang ulama tasawuf atau tokoh sufi kharismatik dari Indonesia. Ia adalah mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah, salah satu tarekat terbesar di Indonesia, di mana tarekat yang dipimpinnya berkembang pesat di dalam maupun luar negeri. Lebih dari 700 tempat dzikir/surau/alkah telah didirikan, dan setiap tahunnya diselenggarakan kegiatan suluk (i’tikaf, ibadah dan dzikir intensif selama 10 hari) hingga 10 kali di berbagai tempat, di Indonesia dan Malaysia.

Syekh Kadirun Yahya adalah salah satu ulama tarekat yang dinilai berhasil memadukan antara ilmu dzikir serta ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Ia banyak membuat tulisan-tulisan ilmiah, serta menjadi pemakalah dan pembicara dalam berbagai forum ilmiah, untuk menyampaikan gagasan dan pemikirannya mendeskripsikan tarekat dalam bahasan sains, yang disebutnya sebagai “Teknologi Metafisika Al-Qur’an”. Pemikiran, sosok kepribadian, dan pola dakwah Syekh Kadirun Yahya yang unik dan berbeda dengan ulama-ulama pada umumnya ini, juga telah banyak diteliti dan ditulis para akademisi, peneliti, dan penulis, baik dari Indonesia maupun luar negeri.

Syekh Kadirun Yahya juga memiliki perhatian khusus terhadap dunia pendidikan. Ia mendirikan lembaga pendidikan dari Taman Kanak-Kanak, SD, SMP, SMA, SMK, sampai dengan Perguruan Tinggi di Medan. Pada tahun 1956, ia mendirikan Akademi Metafisika, yang pada tahun 1961 berubah nama menjadi Universitas Pembangunan Panca Budi. Di perguruan tinggi ini Syekh Kadirun Yahya telah mengembangkan Fakultas Ilmu Kerohanian dan Metafisika, untuk merumuskan ilmu kerohanian (agama) dan sains dalam kerangka berpikir ilmu pengetahuan. [MUA]

Continue Reading

Berita

JATMAN Kab. Bekasi Adakan Silaturrahim dan Safari Ramadan

Published

on

Bekasi, JATMAN Online – Idaroh Syu’biyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyah (JATMAN) Kabupaten Bekasi mengadakan acara Silaturrahim dan Safari Ramadhan di Yayasan Manbaul Hikmah Warrisalah, Cikarang Utara, Bekasi, pada Selasa (12/04).

Mudir JATMAN Kab. Bekasi H. Hendra Cipta Dinata menjelaskan acara ini digelar sebagai wujud rasa syukur kepada Allah atas semua karunianya dibulan Ramadan dan sebagai ajang silaturrahim antar sesama pengamal tarekat yang ada di Bekasi.

“Kurang lebih ada 13 thoriqoh yang mu’tabaroh di Kabupaten Bekasi, ini adalah potensi yang harus bersinergi dalam berjuang membina dan membimbing umat secara lahir batin,” ucapnya.

Sementara itu Rois Jatman Bekasi, KH. Agus Salim HS,mengajak semua thoriqoh bersatu padu menjembatani para pengamal thoriqoh agar tetap berthoriqoh dengan lurus.

“Hendaknya dalam berthoriqoh itu berpedoman pada Thriqoh yang mu’tabroh, dalam naungan Nahdlatul Ulama seperti JATMAN,’ ungkap Kiai Agus.

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh NU bekasi, para pimpinan-pimpinan thoriqoh yang ada di Kabupaten Bekasi Jawab Barat serta MATAN STAI Haji Agus Salim.

Continue Reading

Berita

JATMAN Banten Resmikan Kantor Sekretariat

Published

on

Tangerang Kabupaten, JATMAN Online – Pengurus Idaroh Wustho Jam’iyah Ahlith Thoriqah Mu’tabaroh an-Nahdlyiah Provinsi Banten meresmikan kantor sekretariat pada Jumat (01/04).

Dalam peresmian ini dihadiri oleh oleh Rois Idaroh Wustho, Abah KH.Thobary Syadeli, Katib Idaroh Wustho KH. Bahrul Amiq, Mudir Jatman Provinsi Banten, KH. Sihabudin Assaidy, dan Sekretaris Tsani Hamdan Suhaemi, serta para pengurus Idaroh Syu’biyah Jatman Kota Serang, Kab Tangerang, dan Kab. Serang.

Acara ini diawali dengan acara tawassulan, dan doa bersama dipimpin oleh Abah KH. TB. Fathman Abdurrahman (Cicit Syaikh Asnawi Caringin Banten), selaku Rois Tsani Idaroh Wustho Jatman Provinsi Banten.

Sekretaris Tsani Idaroh Wustho Jatman Provinsi Hamdan Suhaemi mengajak kepada para pengurus baik Wustho, Syu’biyah dan gusniyah agar Sekretariat diaktifkan dengan kegiatan positif.

“Mari kita hidupkan sekretariat ini dengan kegiatan keorganisasian, dzikiran, dan meramaikan kajian-kajian sufistik di kalangan masyarakat, mahasiswa dan kelas profesional,” kata Hamdan.

Dalam sambutannya Rois Idaroh Wustho Jatman Provinsi Banten mengamanatkan kepada semua pengurus masing-masing tingkatan agar berhati-hati dalam hal bertarekat, jangan sembarangan, kita harus kedepankan Akhlaqul Karimah.

“Kita harus hati-hati bertarekat, jangan sembarangan membaiat tarekat, jika belum ada izin dari Mursyidnya. Jikapun itu dilakukan boleh secara pribadi-pribadi dengan tidak membawa Jatman, karena Jatman wadah semua tarekat, oleh karena itu kedepankan Akhlaqul Karimah,” ujar Kiai Thobari Syadeli.

Pewarta: Hamdan Suhaemi

Editor: Warto’i

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending