Hati-hati, 3 Hal Ini Bisa Bikin Puasamu Sia-sia

Tidak mau kan Anda melakukan suatu pekerjaan tanpa hasil alias sia-sia? Begitu pula dengan ibadah puasa?

Betapa banyak orang yang menahan makan dan minum serta menghindari hal yang membatalkan puasa tapi tidak mendapatkan apa-apa. Kok bisa?

Iya. Hal ini sudah diingatkan oleh Rasulullah Saw dalam sebuah hadits,

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Thabrani).

Berhati-hatilah dengan 5 perbuatan ini karena bisa membuat puasa Anda sia-sia:

Pertama, Berkata Bohong

Salah satu esensi dari ibadah puasa itu sendiri adalah melatih kejujuran. Orang yang berpuasa tidak makan dan minum walaupun berada di suatu tempat yang tidak ada orang lain bersamanya, karena ia berlaku jujur kepada Allah dan dirinya.

Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta (qaul az-zuur) dan malah melakukannnya, maka Allah tidak butuh dengan lapar dan hausnya,” (HR. Bukhari).

Dalam hadits itu disebutkan, salah satu yang membuat puasa sia-sia adalah qaul az-zuur.

Menurut Imam As-Suyuthi, qaul az-zuur adalah berkata bohong atau dusta, termasuk di dalamnya menfitnah.

Kedua, Berkata Sia-sia dan Kotor

Puasa adalah pendidikan bagi seorang muslim agar menjadi manusia positif, baik pikiran, perkataan serta perbuatan.

“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia (lagwu) dan kotor (rofats). Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”. (HR. Ibnu Majah dan Hakim).

Di era disrupsi teknologi seperti saat ini, orang dengan mudah mengeluarkan kata-kata kotor, bukan dari mulutnya tapi dengan jari-jarinya, misalnya ketika menanggapi komentar-komentar di media sosial.

Ketiga, Berbuat Maksiat

Level puasa yang paling rendah adalah menahan dari makan, minum dan hal lain yang membatalkan. Sementara, perbuatan maksiat seperti menyakiti atau berbuat zalim terhadap orang lain, menggosip atau ghibah, bertransaksi dengan tidak jujur, tetap saja dilakukan.

Jabir bin Abdillah memberikan nasihat, “Jika kamu berpuasa, hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu juga ikut berpuasa. Jangan kamu jadikan hari puasamu dan hari lain ketika tidak berpuasa sama saja.”

Sementara ulama berpendapat, secara syariat tidak batal puasa orang yang berkata dusta, berkata sia-sia dan kotor, serta tetap berbuat maksiat. Hanya saja ia tidak mendapatkan pahala puasa tersebut. Artinya, puasanya sia-sia.

Pun begitu, ia tidak mendapatkan esensi serta tujuan dari puasa itu sendiri, yakni membentuk pribadi-pibadi yang muttaqin. Sayang, kan?

Baca Lainnya
Komentar
Loading...