Connect with us

Daerah

Harlah NU ke-96, Rois JATMAN Depok Ajak Ziarah ke Makam Kramat Mbah Kumpi Uban

Published

on

Depok, JATMAN Online – Menyemarakan Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-96 di tahun 2022, Rois Idaroh Su’biyyah JATMAN Kota Depok KH Fathuri Wahmad mengajak Nahdliyin menziarahi Makam Kramat Mbah Dalem Kumpi Uban Raden Sukma Jaya (Pangeran Jaya Kusuma) yang terletak di Jalan Boulevard Raya Grand Depok City.

Kegiatan Ziarah Kubro ini merupakan bagian dari program Jatman tiada lain untuk bermuhasabah sebagai manusia yang pasti akan kembali ke haribaan Ilahi (31/1) Senin.

Rasulullah saw mengingatkan kita :
كفى بالموت واعظا

“Cukuplah kematian menjadi nasehat”

Kematian adalah nasehat yang tidak bicara, namun menjadi bukti nyata bagi manusia yang melihat dihadapnya bahwa pada saatnya pasti akan meninggalkan dunia.

KH Fathuri Wahmad menyampaikan mauidhoh hasanah terkait kesadaran diri untuk berprilaku adil terutama diawali oleh dirinya sendiri, haruslah proposional dalam melakukan keadilan. Seorang dikatakan sukses karena dapat menempatkan dirinya sesuai dengan porsi kemampuannya.

Baca juga : Santri Kiai Sjaichu Menyemarakkan Harlah NU ke-96

Sering kali manusia berbuat zalim kepada dirinya dengan tidak mengindahkan kebutuhan batinnya, lebih kepada permukaan dhohirnya saja (Casing). Sehingga menjadi tak seimbang dalam menjalani tugasnya sebagai manusia yang seharusnya menghambakan dirinya kepada Allah Swt.

Hendaknya mata kita gunakan tiada lain mengharapkan ridho Allah semata, dan semua panca indra yang kita miliki haruslah kita maksimalkan untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt.

“Jiwa dan raga haruslah mendapat perhatian yang seimbang, untuk nutrisi jiwa dan raga dengan berthoriqoh dan melakukan tirakat agar hidup ini menjadi manfaat dan mendapatkan ridho Allah Swt,” Tegasnya.

Rangkaian acara ziarah kubro dengan Tawasul, Dzikir dan Tahlil, diakhiri dengan doa untuk keselamatan bangsa dan negara dari wabah covid-19 yang menjelma menjadi omicron saat ini, semoga cepat kembali normal sedia kala.

Hadir pada acara Ziarah Kubro Majelis Pacul Langit-Bintang Mazaya KH Lukman Nursalim, Ansor, Banser, Pager Nusa, Lesbumi, Sarkub Kota Depok dan warga Nahdliyin lainnya.

Pewarta : Abdul Mun’im Hasan
Editor : Warto’i

Daerah

Mahasiswa Tasawuf Universitas Panca Budi Bedah 23 Jurnal Filsafat Islam

Published

on

Medan, JATMAN Online – Sebanyak 23 jurnal dengan tema filsafat Islam menjadi objek kajian mahasiswa tasawuf dalam seri kajian Filsafat Islam pada Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan. Kajian ini diikuti lebih dari 40 peserta intensif dalam kelas metafisika Islam yang diasuh oleh pakar metafisika Islam, Dr. Muhammad Sontang. Kelas ini dibuka Sabtu, (23/04).

Mulai dari topik tentang para filosof muslim seperti Ibnu Sina, al-Ghazali, Ibnu Rusyd, Abid al-Jabiri, al-Farabi, tentang filsafat terkait pendidikan hingga tema-tema filsafat tentang alam semesta.

Selain itu, di samping filsafat Islam dibahas juga topik-topik metafisika ketuhanan yang diasuh oleh pakar metafisika Islam lainnya, Kyai Ahmad Baqi Arifin, SH., MM., MBA.

Sesi diskusi tentang sejarah filsafat Islam.

Tentang Universitas Panca Budi

Tahun 1956 Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya mendirikan Sekolah Tinggi Metafisika berdasarkan Akte Notaris No. 97 tahun 1956 tanggal 27 Nopember 1956 terdaftar di Departemen Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 85/B-SWT/P/64 pada tanggal 13 Juli 1964 untuk Fakultas Hukum dan Filsafat, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Kerohanian dan Metafisika.

Tahun 1961 Sekolah Tinggi Metafisika berubah menjadi Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) dan tanggal 19 Desember 1961 ditetapkan sebagai tanggal berdirinya Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB).

Prof. Dr. H. Kadirun Yahya MA, M.Sc lahir di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara 1917 – meninggal di Arco, Depok, Jawa Barat 2001, pada usia 84 tahun. Beliau adalah seorang ulama tasawuf atau tokoh sufi kharismatik dari Indonesia. Ia adalah mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah, salah satu tarekat terbesar di Indonesia, di mana tarekat yang dipimpinnya berkembang pesat di dalam maupun luar negeri. Lebih dari 700 tempat dzikir/surau/alkah telah didirikan, dan setiap tahunnya diselenggarakan kegiatan suluk (i’tikaf, ibadah dan dzikir intensif selama 10 hari) hingga 10 kali di berbagai tempat, di Indonesia dan Malaysia.

Syekh Kadirun Yahya adalah salah satu ulama tarekat yang dinilai berhasil memadukan antara ilmu dzikir serta ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Ia banyak membuat tulisan-tulisan ilmiah, serta menjadi pemakalah dan pembicara dalam berbagai forum ilmiah, untuk menyampaikan gagasan dan pemikirannya mendeskripsikan tarekat dalam bahasan sains, yang disebutnya sebagai “Teknologi Metafisika Al-Qur’an”. Pemikiran, sosok kepribadian, dan pola dakwah Syekh Kadirun Yahya yang unik dan berbeda dengan ulama-ulama pada umumnya ini, juga telah banyak diteliti dan ditulis para akademisi, peneliti, dan penulis, baik dari Indonesia maupun luar negeri.

Syekh Kadirun Yahya juga memiliki perhatian khusus terhadap dunia pendidikan. Ia mendirikan lembaga pendidikan dari Taman Kanak-Kanak, SD, SMP, SMA, SMK, sampai dengan Perguruan Tinggi di Medan. Pada tahun 1956, ia mendirikan Akademi Metafisika, yang pada tahun 1961 berubah nama menjadi Universitas Pembangunan Panca Budi. Di perguruan tinggi ini Syekh Kadirun Yahya telah mengembangkan Fakultas Ilmu Kerohanian dan Metafisika, untuk merumuskan ilmu kerohanian (agama) dan sains dalam kerangka berpikir ilmu pengetahuan. [MUA]

Continue Reading

Berita

JATMAN Kab. Bekasi Adakan Silaturrahim dan Safari Ramadan

Published

on

Bekasi, JATMAN Online – Idaroh Syu’biyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyah (JATMAN) Kabupaten Bekasi mengadakan acara Silaturrahim dan Safari Ramadhan di Yayasan Manbaul Hikmah Warrisalah, Cikarang Utara, Bekasi, pada Selasa (12/04).

Mudir JATMAN Kab. Bekasi H. Hendra Cipta Dinata menjelaskan acara ini digelar sebagai wujud rasa syukur kepada Allah atas semua karunianya dibulan Ramadan dan sebagai ajang silaturrahim antar sesama pengamal tarekat yang ada di Bekasi.

“Kurang lebih ada 13 thoriqoh yang mu’tabaroh di Kabupaten Bekasi, ini adalah potensi yang harus bersinergi dalam berjuang membina dan membimbing umat secara lahir batin,” ucapnya.

Sementara itu Rois Jatman Bekasi, KH. Agus Salim HS,mengajak semua thoriqoh bersatu padu menjembatani para pengamal thoriqoh agar tetap berthoriqoh dengan lurus.

“Hendaknya dalam berthoriqoh itu berpedoman pada Thriqoh yang mu’tabroh, dalam naungan Nahdlatul Ulama seperti JATMAN,’ ungkap Kiai Agus.

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh NU bekasi, para pimpinan-pimpinan thoriqoh yang ada di Kabupaten Bekasi Jawab Barat serta MATAN STAI Haji Agus Salim.

Continue Reading

Berita

JATMAN Banten Resmikan Kantor Sekretariat

Published

on

Tangerang Kabupaten, JATMAN Online – Pengurus Idaroh Wustho Jam’iyah Ahlith Thoriqah Mu’tabaroh an-Nahdlyiah Provinsi Banten meresmikan kantor sekretariat pada Jumat (01/04).

Dalam peresmian ini dihadiri oleh oleh Rois Idaroh Wustho, Abah KH.Thobary Syadeli, Katib Idaroh Wustho KH. Bahrul Amiq, Mudir Jatman Provinsi Banten, KH. Sihabudin Assaidy, dan Sekretaris Tsani Hamdan Suhaemi, serta para pengurus Idaroh Syu’biyah Jatman Kota Serang, Kab Tangerang, dan Kab. Serang.

Acara ini diawali dengan acara tawassulan, dan doa bersama dipimpin oleh Abah KH. TB. Fathman Abdurrahman (Cicit Syaikh Asnawi Caringin Banten), selaku Rois Tsani Idaroh Wustho Jatman Provinsi Banten.

Sekretaris Tsani Idaroh Wustho Jatman Provinsi Hamdan Suhaemi mengajak kepada para pengurus baik Wustho, Syu’biyah dan gusniyah agar Sekretariat diaktifkan dengan kegiatan positif.

“Mari kita hidupkan sekretariat ini dengan kegiatan keorganisasian, dzikiran, dan meramaikan kajian-kajian sufistik di kalangan masyarakat, mahasiswa dan kelas profesional,” kata Hamdan.

Dalam sambutannya Rois Idaroh Wustho Jatman Provinsi Banten mengamanatkan kepada semua pengurus masing-masing tingkatan agar berhati-hati dalam hal bertarekat, jangan sembarangan, kita harus kedepankan Akhlaqul Karimah.

“Kita harus hati-hati bertarekat, jangan sembarangan membaiat tarekat, jika belum ada izin dari Mursyidnya. Jikapun itu dilakukan boleh secara pribadi-pribadi dengan tidak membawa Jatman, karena Jatman wadah semua tarekat, oleh karena itu kedepankan Akhlaqul Karimah,” ujar Kiai Thobari Syadeli.

Pewarta: Hamdan Suhaemi

Editor: Warto’i

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending