Connect with us

MATAN

Harlah MATAN Ke-10: Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Keagamaan

Published

on

Sulawesi Selatan, JATMAN Online – Harlah MATAN Ke-10 yang bertepatan pada Hari Jum’at (14/01) terselenggara dengan penuh berkah, khidmat dan suka cita bagi seluruh kader MATAN se-Sulawesi. Acara ini dipusatkan di Rahim Assegaf Center (RAS). Ba’da Jumat-sore, kader-kader MATAN saling berbagi pengalaman pengkaderan. Kemudian dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah diimami oleh Habib Puang Makka. Setelahnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan Ratib Al-Aththas yang dipimpin oleh Syeikh Imran Abdillah serta ditutup dengan doa oleh Dr. K.H. Muammar Bakry, Lc., MA.

Dalam acara tersebut, hadir yang mulia Habib Abdul Rahim Assegaf Puang Makka dan Dr. K.H. Baharuddin AS., M.A. (Mustasyar PBNU), Dr. K.H. Muammar Bakry, Lc., MA. (Sekertari MUI SULSEL), Dr. K.H. Afifuddin Haritsa, Lc., MA. (Dekan FAI UIM), Dr. K.H. Kaswad Sartono, M. Ag. (Ketua PCNU Makassar), dan pejabat pemerintah di lingkup Kementrian Agama se-Sulawesi Selatan. Kemeriahan dan keakraban Harlah MATAN Ke-10 menjadi berkah bagi kader-kader MATAN (Makassar, Maros, Parepare, Pinrang, Sidrap, Wajo, Bantaeng, Takalar) untuk dapat bersilaturahim dengan para masyaikh tarekat, pengurus NU, BANOM NU yang hadir.

Koordinator MATAN Sulawesi H. Anwar Abubakar, S. Pd., M. Pd. dalam sambutannya menyampaikan perlunya kader-kader MATAN meningkatkan wawasan kebangsaan, keagamaan dan keragaman, serta kemampuan transformasi digital. Di akhir kata, memberikan penghargaan setinggi tingginya kepada para masyaikh, alim ulama, pembina MATAN dan seluruh kader MATAN se-Sulawesi.

Habib Puang Makka dalam tausiyah kebangsaan menyampaikan perlunya menggali kembali tradisi kharisma keulamaan para masyaikh tarekat. Misalnya, upaya melekatkan tradisi kata “syeikh” bagi para mursyid yang telah memeroleh ijazah mentalqin dari para leluhur yang merupakan pusaka ulama. Sebagaimana tradisi leluhur ulama Sulawesi Selatan dan pendiri pesantren sesungguhnya adalah para ahli tarekat, termasuk Alim Allamah K.H. Muhammad As’ad dan K. H. Abd. Rahman Ambo Dalle.

Para Kader MATAN diharuskan menjaga dan merawat bangsa dan negara, karena dibangun dan diwariskan oleh para ulama, masyaikh dan leluhur. Kita boleh menggunakan kemajuan dunia, tapi kepribadian leluhur pendahulu bangsa jangan tergadaikan dengan bangsa lain. Adat, tradisi dan budaya lokal mesti dipertahankan sebagai kepribadian bangsa.

Habib Puang Makka berpesan:
“Kuatkan imanmu, tauhid, sayangi mursyidmu, jaga bangsa dan negara, serta tajamkan kitab dan hati-mu.”

Puncak Harlah MATAN ke-10 ditutup dengan doa oleh Syeikh Dr. K.H. Baharuddin AS., M.A. dan agenda selanjutnya dilanjutkan dengan ziarah maqam pahlawan internasional, nasional dan muassis NU.

Selamat ber-Harlah MATAN ke-10

Penulis: Dr. K.M. Mahmud Suyuti, M. Ag. (Ketua PW MATAN SULSEL)

Berita

Perkuat Media, MATAN UNJ Adakan Pelatihan Jurnalistik

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Pengurus Komisariat Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdhliyyah (PK MATAN) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar pelatihan Jurnalistik di Gedung Dewi Sartika Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Sabtu, (25/6).

Kegiatan bertema “Jurnalis Milenial di Era Digital” dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan anggota MATAN UNJ. Kegiatan ini merupkan salah satu dari program kerja divisi kominfo MATAN UNJ.

Acara sendiri dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilanjut dengan sholawat thoriqiyah diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathon sebagai agenda rutin dalam memulai suatu acara.

Wakil Ketua MATAN UNJ, Mohamad Faqih mengatakan, bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi tujuan dibentuknya MATAN.

Menurutnya, jurnalistik merupakan salah satu bagian dari upaya pengurus MATAN untuk menciptakan kader-kader yang intelektual sebagai salah satu dari tiga sikap utama MATAN; Spiritualitas, Nasionalis dan Intelektual.

“Semoga dengan diadakannya pelatihan jurnalistik ini dapat menjadi sebuah pelatihan sekaligus penggalian potensi kader agar mendapatkan soft skill dan ilmu dalam dunia Pers,” ucapnya dalam sambutan pembukaan kegiatan.

Faqih berharap para peserta dapat menyerap pelatihan ini dan mendapatkan manfaat dari pelatihannya serta dapat memperkuat media dengan nilai-nilai moderasi.

Sementara itu, founder website berita KlikAnggaran.com Insan Purnama menjelaskan beberapa paparan materi mulai dari penulisan redaksi, strategi dalam penaikan berita online, kode etik jurnalis serta seluk beluk dari profesi Pers secara mendalam.

“Menjadi seorang jurnalis anda mungkin bisa mendapatkan projek yang bernilai fantastis, namun harus berhati-hati dan memahami kode etik, serta posisi pers sebagai control sosial. Karena jika salah melangkah anda akan berhadapan langsung dengan hukum,” ujar Kang Insan sapaan akrabnya.

Pewarta: M. Faqih

Editor: Arip Suprasetio

Continue Reading

Berita

MATAN UNJ Kembali Adakan Ziarah Kubur Ulama Jakarta

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An-Nahdliyah (MATAN) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali mengadakan Ziarah Kubur ke berbagai makam Ulama yang ada di Jakarta dalam rangka agenda ziarah rutin setiap bulannya, Senin (21/06).

Pada kesempatan kali ini menziarahi empat makam ulama diantaranya Makam Guru Marzuki, Habib Utsman, Al Hawi serta Makam Keramat Kalibata.

Ziarah diawali ke Makam Guru Marzuki. Seperti ziarah pada umumnya rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan salam kepada ahlul kubur, tawassul, tahlil, doa serta sholawat yang dilantunkan bersama-sama.

Wakil Ketua MATAN UNJ Mohamad Faqih menjelaskan Guru Marzuki adalah Guru nya Ulama-ulama Betawi. Beliau merupakan teman seangkatan Kyai Hasyim Asy’ari sewaktu belajar di Mekkah. Dikisahkan, ketika kyai Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdlatul Ulama beberapa tahun setelahnya, kabar tersebut sampai ke Jakarta.

“Habib Ali Kwitang beserta Guru Marzuki lantas membentuk sebuah tim untuk melakukan observasi ke Jawa Timur untuk mengumpulkan informasi terkait organisasi yang baru dibentuk tersebut. setelah mendapat informasi serta kesamaan visi dan misi barulah beliau menyepakati dan merestui pendirian NU di Jakarta yang menjadikan beliau sebagai pendiri sekaligus ketua pertama NU di Jakarta,” jelasnya.

Kegiatan dilanjutkan ke makam Mufti Betawi Habib Utsman bin Yahya, Faqih kembali menceritakan singkat terkait sejarah Habib Utsman.

“Beliau merupakan Mufti Betawi di zamannya. Kedekatannya dengan Belanda bukanlah berarti ia mendukung kolonialisme yang dilakukan, melainkan cara politisnya agar dakwah Islam tetap dapat dijalankan di tanah Betawi,” ujarnya.

Perjalanan kembali dilanjutkan ke makam Al Hawi yang berada di Condet. Disini terdapat lebih dari 10 makam auliya Allah. Dimana sering disebut dengan pemakaman Zanbal nya Jakarta. Diantaranya Habib Mukhsin sohibul wilayah Condet, Habib Abdul Qodir pendiri pesantren Al Hawi, serta Habib Ali Bungur, Habib Salim Bin Jindan, dan Habib Umar Cipayung yang mahsyur di kalangan masyarakat Betawi

Tempat terakhir yang dikunjungi ialah, makam keramat Kalibata yang di dalamnya juga terdapat lebih dari 1 Waliyullah diantaranya Habib Ahmad bin Alwi Al Haddad yang terkenal dengan Habib Kuncung, Habib Abdullah Syami Allatas, Habib Munzir Al Musawa yang merupakan pendiri Majelis Rasulullah serta Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutinan yang diadakan MATAN UNJ ke makam Ulama dan Auliya Allah di Jakarta, sebagai tradisi Ahlusunnah Wal Jamaah yang percaya bahwa mereka para waliyullah tidaklah mati, melainkan tetap hidup dan tetap memberikan kebermanfaatan bagi umat. Semoga kita semua mendapatkan berkah dari waliyullah yang ada di sekitar kita,” ungkapnya.

Pewarta: M. Faqih

Editor: Arip Suprasetio

Continue Reading

Berita

Taman Sufi Bogor Raya, Lahirkan Komisariat Baru

Published

on

Bogor, JATMAN Online – Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (MATAN) Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan MATAN IUQI (Institut Ummul Quro Al-Islami) dan MATAN UIKA (Universitas Ibn Khaldun) menyelenggarakan TAMAN SUFI di Aula Gedung A IUQI, Leuwiliang Bogor, Sabtu (18/06).

Kegiatan Taman Sufi ini mengusung tema Membumikan Tasawuf dikalangan Milenial. Kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus Wilayah MATAN DKI Jakarta, antara lain Dr. Idris Wasahua selaku wakil Ketua, H.Mustafid, M.Si Sebagai Sekretaris, Perwakilan PW MATAN DKI Warto’i dan Hamzah al-farisi yang juga menjadi Pembina MATAN Komisariat IPB.

Hadir pula perwakilan MWC NU Leuwiliang, Gus Niam  dan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IUQI, Dr. Ahmad Idhofi, S. Pd., M. Pd. I yang juga memberikan materi dalam kegiatan TAMAN SUFI.

Dalam penyampaiannya, Sekretaris MATAN DKI Jakarta Ustadz H.Mustafid mengajak para peserta untuk bergabung dengan MATAN.

“Ayo bergabung dengan MATAN! Agar lebih tau banyak peran ulama dan tugas pemuda untuk masa depan Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Selain sebagai pengenalan tasawuf dan bentuk pengkaderan awal calon anggota Matan, agenda utama dalam TAMAN SUFI tersebut adalah deklarasi MATAN IUQI dan MATAN UIKA serta satu calon cabang MATAN yaitu MATAN Bogor Raya. Prosesi pembacaan deklarasi dibacakan oleh perwakilan dari MATAN IPB, MATAN IUQI dan MATAN UIKA.

Wakil Pengurus Wilayah MATAN DKI Jakarta Ustadz Dr. Idris Wasahua menyampaikan pesan dan harapan kepada seluruh peserta agar dapat Bersama membangun dan mengembangkan MATAN di Wilayah Jabodetabek

“Selamat bergabung Menjadi anggota MATAN, doa saya semoga teman-teman dapat Bersama kami membangun dan mengembangkan MATAN di Wilayah JABODETABEK, semoga teman – teman yang hadir saat ini dikemudian hari akan menjadi Mursyid Thoriqoh. Aminn…,” ucapnya.

Acara berlajan dengan lancar dan ditutup dengan ikrar terhadap puluhan anggota baru MATAN IUQI, MATAN UIKA dan MATAN IPB.

Diketahui, Taman Sufi merupakan kegiatan pengkaderan dalam organisasi MATAN yang dilaksanakan pada tingkat komisariat. Dimana kegiatan Taman Sufi ini merupakan tiket bagi anggota MATAN untuk mengikuti kegiatan kaderisasi lanjutan yang dilaksanakan pada tingkat pengurus wilayah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkader para mahasiswa agar menjadi anggota MATAN secara resmi.

Selain itu Taman Sufi memiliki tujuan khusus antara lain mengenalkan MATAN sebagai organisasi mahasiswa dan mengenalkan ajaran-ajaran thoriqoh, serta memberikan pemahaman pentingnya ajaran tasawuf dan tarekat bagi generasi muda kepada seluruh peserta. dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi antara lain IUQI, UIKA, IPB dan UB.

Pewarta : Mutmainnah & M. Qosim

Editor   : Arip Suprasetio

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending