Halaqoh I’maaratul Masjid “Menyebarkan Konten Islami”

JAKARTA – Ahad 06 Oktober 2019, kampus pendidikan di Ibu Kota Universitas Negeri Jakarta dengan bangga menjadi tuan rumah dalam Halaqoh I’maaratul Masjid yang mengangkat tema: “Menyebarkan Konten Islami”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Mahasiswa AhlithThariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (MATAN) UNJ, Mahasiswa Sahabat Masjid, Nahdliyin Nusantara dan Rumangsa Erma.

Ketua MATAN UNJ Arip Suprasetio mengatakan, kegiatan ini dinamakan dengan Halaqoh I’maaratul Masjid diharapkan dapat memberikan semangat untuk para pemuda agar lebih mencintai masjid, mengisi masjid dengan kegiatan yang positif, dan bisa memanfaatkan masjid semaksimal mungkin.

“Kami mengadakan kegiatan ini dan diberikan tema ‘Menyebarkan Konten Islami’ yaitu untuk membawa perdamaian bagi Indonesia khususnya bagi UNJ, hal ini juga sesuai dengan tujuan didirikannya MATAN untuk membawa perdamaian dengan selalu berdakwah melalui konten yang Islami tanpa ada kekerasan di dalamnya,” tandasnya.

Selain itu juga kegiatan ini dihadiri oleh pemateri-pemateri yang memang handal dibidangnya.

“Saya baru pertama kali hadir ke acara Islami seperti ini, yang pembukaannya diawali dengan lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathon, saya sangat mengapresiasi pada MATAN UNJ ini,” ucap Bang Billy selaku Inisiator Mahasiswa Sahabat Masjid.

“Semoga MATAN UNJ selalu berkembang dan selalu menyelenggarakan acara yang bernuansa perdamaian, karena tujuan dakwah yang sebenarnya ialah mengajak umat ke jalan kedamaian tanpa paksaan, celaan, bahkan kekerasan,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini peserta begitu antusias menyimak berbagai materi yang memang tepat disampaikan untuk para pemuda. Pemaparan materi pertama dengan tema “Fadilah I’maaratul Masjid” disampaikan oleh Ust. Muhammad Nur Hayid, disusul materi kedua dengan tema “Pegiat Isu-isu Sosial” disampaikan oleh Ust. Ali bin Zet dari Mizan, kemudian pemaparan yang terakhir dengan tema “Redaktur Buletin Jumat” disampaikan oleh Ust. Hanifudin.

Dari ketiga materi nampaknya memiliki keterkaitan didalamnya, dimana setiap pemateri menyampaikan bahwa keberadaan masjid di tengah-tengah masyarakat ini tentunya menjadi cerminan bagi kita semua untuk lebih peka terhadap rumah Allah ini, menempatkannya sebagai tempat ibadah bukan hanya untuk sembahyang saja, akan tetapi lebih memanfaatkan keberadaannya dengan kreatifitas yang berkualitas seperti mengadakan kajian tentang kesehatan sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah, meningkatkan literasi membaca dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tidak sekedar itu saja, para pengurus masjid meski cerdas dan lebih berhati-hati dalam mengolah dan menerima konten islami yang biasanya diterima oleh pengunjung masjid, supaya konten Islami bertema perdamaian lah yang semestinya diterima dan dijadikan sebagai literasi bagi para pengunjung khususnya generasi muda, bukan konten yang mengarahkan kepada kekerasan, permusuhan atau bahkan konten yang anti terhadap pancasila dan nilai-nilai NKRI.

Maka dengan adanya kegiatan ini, harapannya supaya bisa menyebarkan semangat untuk para pemuda agar lebih mencintai keberadaan masjid, mengisi masjid dengan kegiatan yang mencirikan kedamaian yakni Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin. (Lela Raden/MATAN UNJ)

Komentar
Loading...