Halaqah di Masjid Kuno Kuncen, Simbol Bangkitnya JATMAN Madiun

MADIUN – Sejak dilantik sejak 26 Agustus 2019 di Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, Madiun, Idarah Syu’biyyah JATMAN Kota Madiun menggelar kali pertama Halaqah Ta’aruf Pengurus pada Jum’at (13/9) malam. Halaqah pertama itu diadakan di Masjid Kuno Kuncen, Kec. Taman, Kota Madiun, Jawa Timur. Hampir seluruh pengurus hadir dalam pertemuan itu.

Masjid Kuno Kuncen adalah masjid tertua di Kota Madiun. Masjid yang kini disebut Masjid Nur Hidayatullah itu sengaja dipilih karena sebagai saksi sekaligus menyimpan nilai sejarah yang tinggi bagi asal muasal Kota Madiun. Di komplek Masjid tersebut dimakamkan Bupati pertama Madiun yang bernama Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno atau biasa disebut Ki Ageng Ronggo yang juga memiliki julukan Pangeran Timur. Dialah pendiri Kadipaten Madiun.

Mudir Idarah Syu’biyyah JATMAN Kota Madiun, KH. Gardjito menyebutkan bahwa dipilihnya Masjid Kuno Kuncen sebagai simbol kebangkitan Idarah Syu’biyyah yang hampir dua periode tidak aktif.

“Kegiatan halaqah di tempat cikal bakal Madiun ini diharapkan bisa menjadi tonggak kebangkitan JATMAN di Kota Madiun,” ungkapnya.

Dalam sambutannya itu, Kiai Gardjito mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantun penyusunan pengurus baru. Ia juga mengajak para pengurus untuk bergerak menjalankan roda organisasi secara aktif dan istiqamah (konsisten).

Sedangkan sambutan kedua, Rais Idarah Syu’biyyah Kota Madiun, KH. RKM. Faishol Izzuddin menjelaskan bahwa para pengurus Idarah Syu’biyyah JATMAN Kota Madiun diisi oleh para pengamal dari berbagai tarekat yang ada di Kota Madiun. Diantaranya ialah, tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah, tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah, tarekat Syadziliyah dan tarekat Syathariyah.

“Dengan terhimpunnya pengurus dari berbagai thariqah, diharapkan bisa mengayomi semua jamaah dari berbagai thariqah yang ada,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Kiai Faishol berharap semua pengurus aktif partisipatif menjalankan program kegiatan yang dicanangkan selama masa khidmatnya berlangsung.

Acara diawali dengan shalat maghrib secara berjamaah, dilanjutkan dengan ziarah, Tawassul dan Tahlil di makam Kanjeng Panembahan Ronggo Djumeno. Halaqah dimulai setelah shalat Isya berjama’ah dan makan malam. Turut hadir Rais Idarah Wustha JATMAN Jawa Timur, KH. Ngadiyin Anwar memberikan pengarahan terkait bagaimana menata kepengurusan JATMAN. Halaqah kian hidup karena pengurus saling memperkenalkan diri di sesi akhir. Peserta halaqah juga bisa saling berbagi dalam sesi tanya jawab yang telah disediakan. (eep/hamzah)

Komentar
Loading...