Connect with us

Nasional

Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari di Mata Cucunya

Sebelum kewafatan guru kami al-Maghfurlah KH. Mahmad Bin KH. Baidlowi Asro, kami bertiga sowan untuk meminta wejangan dan doa, karena kami akan pulang ke rumah alias boyong.

Published

on

Adab

Kami di ndalem beliau, tepatnya di depan pondok pesantren Tebuireng. Kami duduk mulai dari ba’da Maghrib hingga jam 9 malam, dengan ditemani Bu Nyai. Beliau banyak bercerita tentang kehidupan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang notabenya masih kakek beliau. Yang Nasabnya beliau Gus Mahmad, putra dari KH. Baidlowi Asro yang menikah dengan putri Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, yaitu Bu Nyai Aisyah  dari pasangan Kyai Hasyim dengan Bu Nyai Nafiqoh.

Gus Mahmad menjumpai Yai Hasyim lumayan lama, karena ketika wafatnya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari pada bulan Ramadhan, beliau sedang menjalani liburan kenaikan dari sifir awal ke sifir tsani di madrasah Salafiyah Syafiyah Tebuireng, dan saat itu madrasah Salafiyah Syafiyah memiliki dua jenjang, sifir awal dan sifir tsani, dan setiap Sifir tersebut ditempuh selama 4 tahun. Jadi masa belajar di Madrasah Tebuireng 8 tahun, dan model madrasah seperti ini masih di terapkan di pondok Ploso kediri. Perkiraan umur Gus Mahmad saat wafatnya kakeknya Yai Hasyim Asy’ari, berumur 15 tahum. Jadi beliau banyak muasyaroh dan tatap muka dengan kakeknya yaitu Kyai Hasyim. Seperti biasa welas asih kakek kepada cucunya luar biasa welasnya. Beliau menceritakan bahwasanya setiap pagi Hadratussyaikh keluar rumah untuk nyambangi putra putrinya, yang rumahnya tersebar di sekeliling pondok. Tak terlewatkan Gus Mahmad yang masih kecil juga ikut di sambangi oleh Hadratussyaikh. Beliau juga bertutur, tak hanya di sambangi saja oleh Hadratussyaikh, tapi juga didoakan dan terkadang disangoni.

Hasyim Asy'ari
al-Maghfurlah KH. Mahmad Bin KH. Baidlowi Asro

Kyai Hasyim bukan hanya seorang kyai yang membaca kitab kuning, tetapi kyai Hasyim itu juga seorang pejuang, mujahid, dan orang kaya yang dermawan. Kyai Hasyim setiap hari selasa meliburkan pengajian di pondoknya, guna mengurus sawah yang berhektar-hektar. Dengan hasil sawah inilah Yai Hasyim bisa berjuang mendirikan pondok, karena berjuang tidak hanya dengan ucapan manis saja tapi harus berani berkorban, dengan kekayaan Yai Hasyim lah beliau berani menentang belanda. Gus Mahmad juga bercerita bahwa Yai Hasyim itu satu satunya orang di diwek yang mempunyai mobil, padahal saat itu bos pabrik gula Cukir belum punya. Hal ini membuktikan bahwa Yai Hasyim sangat lah orang yang diatas cukup. Harga mobil saat itu sangat mahal sekali, tetapi Yai Hasyim mampu untuk membelinya. Yai Hasyim membeli mobil tidak untuk foya-foya dan pamer kekayaan tetapi untuk berjuang. Dengan mobilnya itulah Yai Hasyim bisa bolak-balik Surabaya Jombang dengan mudah, guna untuk memperjuangkan NU, yang saat itu kantor utamanya di Surabaya atau memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, dan sopir Yai Hasyim tak lain adalah putranya sendiri yaitu Gus Wahid, ayahanda dari Gus Dur.

Tetapi Yai Hasyim tidak sombong dengan kekayaannya, tapi Yai Hasyim sangatlah dermawan. Pernah diceritakan dari santri Hadratussyaikh KH. Hasyim, yaitu Allah yarham KH. Mansur Djailani; seperti biasa setiap Ramadhan Yai Hasyim membaca kitab sohihain yakni, sohih bukhori dan muslim. Kedua kitab itulah yang diistiqomahkan Yai Hasyim saat kilatan di bulan Ramadhan, karena dua  kitab tersebut kitab yang paling sohih setelah Al-Qur’an. Pembacaan kedua kitab dimulai dari awal Rajab dan dikhatamankan pada tanggal 29 Ramadhan. Dan pada tanggal itulah Yai Hasyim memberikan sanad kitab Bukhori dan Muslim, yang muttasil sampai muallifnya. Sanadnya ditulis dengan kapur di papan tulis sampai tiga papan tulis, karena pada zaman itu belum ada foto copy, jadinya di tulis di papan tulis. Dengan mepetnya waktu khataman dengan Idul Fitri, ada sebagian santri yang pulang, ada yang tidak pulang bertahan di pondok. Dan menurut Yai Mansur, santri yang ingin pulang tetapi tidak mempunyai ongkos pulang, disangoni Yai Hasyim untuk bekal pulang. Dan santri yang tidak pulang makannya ditanggung Yai Hasyim. Ini menunjukkan sifat kedermawanan dan perhatiannya beliau terhadap santrinya.

Dan ada kisah yang diceritakan Gus Mahmad, bahwa Yai Hasyim sangat peduli dengan tetangga sekitar dalam hal sosial-ekonomi. Seperti yang diceritakn di atas, setiap pagi Yai Hasyim keluar mengunjungi putra putrinya. Dan saat itu ada tetangga pondok berjualan sayur sayuran di depan pondok, sekarang yang ditempati warung nasi Cianjur, tak lain ibu yang berjualan sayur adalah nenek dari pemilik warung Ciganjur. Dan saat Yai Hasyim berjalan-jalan di depan pondok, Yai melihat ada sesuatu yang janggal. Yang biasanya ada yg berjualan di depan pondok tiba-tiba kok tidak berjualan. Yai Hasyim penasaran dengan hal itu, beliau bertanya kepada yang bersangkutan. Dan jawaban dari ibu tersebut; saya tidak berjualan lagi karena modal saya habis. Langsung seketika itu Yai Hasyim memberikan modal untuk meneruskan dagangannya. Dari itu Yai Hasyim sangat memperhatikan ekonomi tetangganya.

Jadi kewibaan Hadratussyaikh itu berasal dari kealimannya beliau, sehingga dijuluki ‘Hadratussyaikh’ yang berarti Maha Guru, dan juga dengan kekayaannya. Gus Mahmad juga bercerita, bahwa Kyai Hasyim juga sering diskusi dengan ayahnya, yaitu KH. Baidlowi Asro, yang notabenya alumni Al Azhar Mesir dan juga menantu beliau.  Yai Hasyim mendatangi ke rumah menantunya untuk diskusi, dan Gus Mahmad sering diperintahkan Ayahnya, ketika berdiskusi dengan Yai Hasyim, untuk mengambil kitab di rak lemari. Dan menantu Yai Hasyim ini juga sering Mbadali Yai Hasyim ketika berhalangan mengajar sebab sakit. KH. Baidlowi juga pernah menjadi pengasuh ke 4 pesantren Tebuireng, hal ini jarang terjadi di lingkungan pesantren, menantu bisa menduduki jabatan pengasuh pesantren, karena biasanya yang menjadi pengasuh itu putra-putranya.

Inilah yang kami dapatkan dari sowan Gus Mahmad. Setelah sowan, sekitar satu bulan setelahnya, tepatnya 22 Mei 2017, Beliau Gus Mahmad dipanggil oleh Allah, setelah subuh. Semoga Allah mencurahkan Rahmat kepada beliau dan mengampuni seluruh dosanya. Lahu Al fatihah. Pesan beliau kepada kami “Ngelanjutin kemanapun sama saja,  yang terpenting adalah kesungguhan dan ketekunan dalam menuntut ilmu.”

Wallahu A’lam. [M. Ilham Zidal Haq/M. Alvin Jauhari (Santri Tebuireng)]

Baca Juga: Habib Luthfi Masuk 50 Muslim Berpengaruh 2021, Posisinya Naik ke Peringkat 32

Berita

Idaroh Aliyah Galang Bantuan untuk Korban Bencana Alam

Published

on

Galang Bantuan

Pekalongan, JATMAN.OR.ID: Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN) menggalang bantuan untuk korban bencana alam Kalimantan Selatan. Dalam surat himbauan bertanggal 16 Januari 2021, Idaroh Aliyah menghimbau kepada pengurus tingkat Wustho, Syu’biyah dan para dermawan seluruh Indonesia untuk mengumpulkan bantuan baik berupa uang tunai, sembako, selimut dan pakaian layak pakai.

Ini adalah penggalangan bantuan tahap II setelah bantuan yang pertama dikirim 17/01 lalu. Bantuan tahap I dikirim sebanyak 4 ton beras.

Bantuan dalam bentuk uang tunai dapat ditransfer ke rekening JATMAN, BANK BPD JAWA TENGAH CABANG SYARIAH PEKALONGAN, dengan Nomor Rekening: 5053017615.

Galang Bantuan

Adapun bantuan dalam bentuk barang dapat dikumpulkan di masing-masing Idaroh Wustho, selanjutnya teknis pengirimannya akan dikoordinir oleh Idaroh Aliyyah sesuai skema pengaturan yang ada.

  • 16-21 Januari 2021: Distribusi surat permohonan dari Idaroh Aliyyah.
  • 21-23 Januari 2021: Koordinasi Idaroh Wustho dan Syubiyah.
  • 16-29 Januari 2021: Masa penggalian, penggalangan dana, dan penerimaan bantuan Wustho dan Syubiyah.
  • 25-31 Januari 2021: Koordinasi teknis pengiriman oleh Idaroh Syubiyah dan Wustho ke Idaroh Aliyyah.
  • 1-7 Pebruari 2021: Koordinasi teknis pengiriman, penerimaan dan pendistribusian oleh Jatman di daerah yang terkena bencana.
  • 5-9 Pebruari 2021: Laporan dari Idaroh yang menjadi sasaran bantuan.
  • 10-15 Pebruari 2021: Laporan Pertanggungjawaban Akhir Bantuan bencana tahun 2021 oleh Idaroh Aliyyah

Partisipasi segenap Idaroh Syu’biyah, Idaroh Wustho dan para Dermawan sangat dinanti oleh saudara-saudara kita di daerah yang terkena bencana.[Af]

Continue Reading

Berita

Rakor Koperasi Konsumen Umat Rejaning Karyo

Published

on

Rakor

Pekalongan, JATMAN.OR.ID: Pengurus Koperasi Konsumen Umat Rejaning Karyo mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) di Pendopo Kab. Pekalongan, Jumat (8/11) yang lalu.

Rapat koordinasi ini dihadiri Bupati Asip Kolbihi, Wakil Rois ‘Am KH. Ali Masadi dan seluruh pengurus koperasi.

Rakor

Dalam rapat ini dibahas program kerja koperasi jangka pendek antara lain bisnis pengadaan bahan pokok dan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang lain. “Program koperasi ini bisa dimulai dengan usaha tambak udang,” pesan Abah Luthfi saat pengurus melaporkan hasil rapat koordinasi koperasi di kediaman beliau. “Mengelola usaha tambak udang ini yang penting diperhatikan adalah PH airnya,” jelas Abah. [Aman]

Baca juga Akhlak kepada Diri Sendiri (3)

Continue Reading

Berita

Jadwal Lengkap Manaqib 2021 di Pondok Pesantren Suryalaya

Published

on

By

Tasikmalaya, JATMAN.OR.ID – Manaqib adalah bentuk kegiatan khidmat amaliah dan ilmiah yang sering diamalkan serta membudaya di tengah sebagian besar masyarakat Islam Indonesia. Terutamanya di perkumpulan ikhwan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya. Kegiatan ini merupakan bagian pengamalan rutin dari Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah.

Manaqib berasal dari bahasa Arab, dari lafaz manqobah yang berarti kisah tentang kesalehan dan keutamaan ilmu dan amal seseorang. Dalam kegiatan ini manaqib yang dibaca adalah adalah Manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani (qs).

Manaqib di Pontren Suryalaya dilaksanakan setiap tanggal 11 bulan hijriah.

Berikut ini informasi terkait jadwal manaqib tahun 2021 berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh suryalaya.org.

1. Ahad, 24 Januari 2021 M ; 11 Jumadil Akhir 1442 H

Kuliah Subuh: Ust. Nana Suryana, M.Pd.

Khidmat Ilmiah: Drs. KH. Arief Ichwanie AS.

2. Selasa, 23 Februari 2021 M ; 11 Rajab 1442 H

Kuliah Subuh: Ust. Maman Suparman S.Ag.

Khidmat Ilmiah: Drs. KH. Sandisi

3. Kamis, 25 Maret 2021 M ; 11 Sya’ban 1442 H

Kuliah Subuh: KH. Misbahul Munir

Khidmat Ilmiah: H. Asep Syamsurizal Hudaya S.Ag., M.Si.

4. Sabtu, 24 April 2021 M ; 12 Ramadhan 1442 H

Kuliah Subuh: Drs. H. Dadi Hermawan

Khidmat Ilmiah: Drs. KH. Nur M. Suharto

5. Ahad, 23 Mei 2021 M ; 11 Syawal 1442 H

Kuliah Subuh: H. Toras Zainuddin Nasution Lc.

Khidmat Ilmiah: KH. Sirojuddin Ruyani

6. Selasa, 22 Juni 2021 M ; 11 Dzulqa’dah 1442 H

Kuliah Subuh: Dr. H. Suhrowardi M.Ag.

Khidmat Ilmiah: H. Ahmad Athorid Siraj

7. Rabu, 21 Juli 2021 M ; 11 Dzulhijah 1442 H

Kuliah Subuh: H. Aang Abdullah Zein S.Pd.I., M.Ag.

Khidmat Ilmiah: KH. Wahfiudin Sakam MBA.

8. Sabtu, 21 Agustus 2021 M ; 12 Muharram 1443 H

Kuliah Subuh: Ust. Aep Saepudin

Khidmat Ilmiah: Ust. H. Saprulloh

9. Sabtu, 18 September 2021 M ; 11 Shafar 1443 H

Kuliah Subuh: Ust. Acep A. Rijalullloh M.Ag.

Khidmat Ilmiah: Hj. Mohd. Zuki As Syuja’ bin Syafei

10. Senin, 18 Oktober 2021 M; 11 Rabiul Awwal 1443 H

Kuliah Subuh: H. Asep Syamsudin S.Ag., M.Si.

Khidmat Ilmiah: KH. Beben Muhammad Dabbas

11. Selasa, 16 November 2021 M ; 11 Rabiul Akhir 1443 H

Kuliah Subuh: Ust. Agus Syamsul Basar S.Ag.

Khidmat Ilmiah: Ust. Abd. Manaf bin Abidallah

12. Kamis, 16 Desember 2021 M ; 11 Jumadil Awwal 1443 H

Kuliah Subuh: H. Muhammad Ali bin H. Ali Phd.

Khidmat Ilmiah: Hj. Ali bin Hj. Mohammed

Jadwal Manaqib di Pondok Pesantren Suryalaya tahun 2021 M / 1442-1443 H ini ditandatangani langsung oleh KH. Zaenal Abidin Anwar selaku Pimpinan/Pengemban Amanah Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya pada 4 Desember 2020 M.

Alamat Pondok Pesantren Suryalaya: Dusun Godebag RT.01 / RW.02, Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Tanjungkerta, Pagerageung, Tasikmalaya, Jawa Barat 46158
Telepon. (0265) 455801

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending