Hadiri Harlah, Ketum PBNU Ajak Pagar Nusa Ikut Ulama Yang Sudah Berjuang

0

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, MA hadir memberikan tausiah dalam acara “Istighatsah & Harlah Pagar Nusa ke 33” di Masjid An Nahdlah, Jalan Kramat Raya, No. 164, Jakarta, Kamis (3/1). “Mari kita ikut para ulama yang sudah berjuang, jangan ikut mereka yang tidak pernah berjuang, tahu tahu bilang khilafah!” ungkap lulusan Universitas King Abdul Aziz dan Universitas Ummul Qura, Arab Saudi.

Beliau mencontohkan keteguhan perjuangan nabi Muhammad SAW yang diminta meninggalkan dakwahnya. Lalu ada KH. Hasyim Asy’ari, yang menolak bekerjasama dengan Jepang dan pada akhirnya dipenjara dan dipukuli selama satu bulan di Mojokerto. Lanjutnya, Kiai Zainal Musthafa Tasikmalaya, dibunuh, dipancung lehernya di Ancol oleh Jepang karena tidak mau menyerahkan hasil panen, dan tidak mau mengerahkan masyarakat agar menyerahkan hasil panennya ke Jepang. Lalu, Kiai Hamid Rusydi di Malang diberondong yang sekarang namany menjadi nama jalan. Kiai Ilyas Lumajang. Walhasil itulah diantara kiai-kiai yang mempertahankan kebenaran sampai mati.

“Siap Pagar Nusa?” tanya Kiai Said. “Siap!” jawab kompak anggota Pagar Nusa.

Beliau mengajak jamaah malam itu untuk meneladani ulama kiai yang selalu mengucapkan kalimatul haq dan tidak pandang takut pada siapapun. “Mari kita upayakan semampu kita semaksimalkan mungkin meneladani, mengikuti, meniru ulama-ulama, para kiai NU yang telah berjasa besar membangun NKRI,” tegas Kiai asal Cirebon tersebut.

“Kita pelihara budaya pencak silat sebagai budaya nusantara ini. Ayo kita bangun Pagar Nusa yang bermanfaat berbobot berkualitas,” tandas Ketum PBNU tersebut.

Organisasi yang berdiri pada 3 Januari 1986 ini bernama Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa disingkat IPSNU Pagar Nusa. Sedangkan Pagar Nusa sendiri merupakan akronim dari Pagar NU dan Bangsa. Ia sebagai  satu-satunya wadah yang sah bagi organisasi pencak silat di lingkungan Nahdlatul Ulama berdasarkan keputusan Muktamar. (eep)

Comments
Loading...