Hadapi Bonus Demografi, JATMAN DKI Mesti Perbanyak Kaderisasi Dai

0

JAKARTA – “Diperkirakan jumlah penduduk di Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai 280 juta jiwa. Jika 85% muslim maka paling tidak ada sekitar 240 juta muslim. Maka saya mohon kepada JATMAN DKI Jakarta siapkan kaderisasi dai. Karena medan dakwah demikian luas,” papar Mudir Aam JATMAN, KH. Wahfiudin Sakam saat memberikan tausiah pada acara Halalbihalal Idarah Wustha JATMAN DKI Jakarta, Ahad (30/6).

Dengan demografi seperti itu,Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat menyebut akan ada dua problem yang muncul, pertama problem sosial (kemanusiaan) seperti kepadatan penduduk, urbanisasi, pengangguran, kriminalitas, pergaulan sosial dan penetrasi budaya asing. Kedua, munculnya problem lingkungan alam (environment) karena keserakahan dunia industri, perilaku konsumtif yang disebabkan adanya Artificial Intelligence (AI), hingga masalah para penimbun kekayaan dan pembuat kebijakan.

“Maka kualifikasi dan kompetensi dai seperti apa yang diperlukan untuk mengatasi problematika tersebut?” tanya Wakil Talqin Abah Anom tersebut.

Menurut Kiai Wahfi, kompetensi yang dibutuhkan bukan hanya bisa baca kitab. Sebab menurutnya, bisa baca kitab bisa itu bagus, tapi jika tidak mampu menelaah, tidak mampu berpikir sistematis dan konseptual. Maka tidak akan banyak berdampak. Sebab, apa yang dibaca tidak bisa dikonsepkan, tidak juga bisa menjadi inspirasi. Hanya sibuk membaca saja. Semestinya apa yang dibaca itu bisa menjadi inspirasi, dan dengan telaah pikiran yang kritis, dikembangkan menjadi konsep-konsep yang bisa untuk menyelesaikan problematika masyarakat.

JATMAN menurutnya juga mesti membuat program-program yang SMART yakni Specific (spesifik), Measurable (terukur), Achievable (terjangkau), Result Oriented (orientasi hasil) Timely (sesuai waktu). Tidak sekedar program atau kegiatan yang tidak jelas arah, ukuran dan targetnya.

“Sebagai organisasi keagamaan, kalau JATMAN tidak memberikan sumbangan dan karya yang menyelesaikan problem masyarakat, maka cepat atau lambat JATMAN akan ditinggalkan,” pungkas Kiai kelahiran Betawi tersebut.

Acara bertempat di Zawiyah Arraudhah, Tebet Barat VIII No. 50 Jakarta Selatan dihadiri oleh para pengurus JATMAN DKI Jakarta dan para pengamal tarekat. Hadir pula Syaikh Husein Assyadzily Addarqawi sebagai penceramah pertama. (eep)

Comments
Loading...