Connect with us

Berita

Habib Luthfi Masuk 50 Muslim Berpengaruh 2021, Posisinya Naik ke Peringkat 32

Published

on

Jakarta, JATMAN.OR.ID – Rois ‘Aam Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (JATMAN) Maulana Habib Luthfi bin Yahya menempati urutan ke-32. Pada tahun sebelumnya, Habib Luthfi ada di peringkat ke-33. Hal tersebut dilansir dari situs resmi The Muslim 500. Diakses oleh JATMAN Online pada Selasa (15/12/2020).

Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya merupakan Ulama, Sufi, dan Mursyid fenomenal dari Pekalongan, Jawa Tengah karena perilaku dan sikapnya dalam menjaga keutuhan NKRI. Hal itu tidak terlepas dari background knowledge beliau.

Baru-baru ini Habib Luthfi bin Yahya diberikan gelar Doktor Honoris Causa pada Program Studi Ilmu Pendidikan Bahasa Pascasarjana UNNES, Bidang Komunikasi Dakwah dan Sejarah Kebangsaan. Selain itu beliau juga mendapatkan penghargaan dari Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2020 dalam kategori Ulama yang Menggelorakan Nasionalisme dan NKRI.

Habib Luthfi memang dikenal melalui dakwahnya yang menyejukkan dan dapat mempersatukan umat. Gerakan dakwah cinta tanah air yang dilakukan oleh Habib Luthfi memiliki peran penting untuk menumbuhkan nasionalisme.

Syiar Islam yang dibawanya terdapat karakteristik tersendiri sehingga mudah diterima semua kalangan. Berdasarkan perjuangannya itu, Jawa Pos Radar Semarang terpanggil memberikan apresiasi. Habib Luthfi menerima penghargaan untuk kategori Ulama yang Menggelorakan Nasionalisme dan NKRI.

Saat ini Habib Luthfi menjadi Ketua Forum Ulama Sufi Dunia dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia 2019-2024.

Selain itu, terdapat dua orang lagi yang masuk ke dalam 50 Muslim berpengaruh dunia. Presiden Jokowi menempati urutan ke-12 dan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil berada di posisi ke-18.

Daftar 500 Muslim Dunia Paling Berpengaruh Tahun 2021 diterbitkan oleh Pusat Studi Strategi Islam Kerajaan (The Royal Islamic Strategic Studies Centre/RISSC), lembaga riset independen yang terafiliasi dengan Institut Aal Al Bayt Kerajaan untuk Pemikiran Islam, bermarkas di Amman, Yordania.

RISSC merumuskan bahwa muslim berpengaruh adalah muslim yang menimbulkan dampak terhadap dunia muslim. Dampak ini bisa positif atau negatif, tergantung sudut pandang yang digunakan. (ap)

Berita

Jelang Munas JATMAN, Idaroh Aliyah Gelar Rapat Pleno

Published

on

pleno JATMAN

Pekalongan, JATMAN.OR.ID: Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN) lakukan Rapat Pleno di kediaman Maulana Habib Luthfi bin Yahya di Pekalongan menjelang Musyawarah Nasional 2021 yang direncanakan di Bengkulu.

Rapat Pleno ini guna menyamakan visi dan misi organisasi JATMAN dalam menyambut Munas.

“Rapat pleno ini dalam rangka menyamakan visi dan persepsi terkait dengan jam’iyyah ini” kata Sekjen JATMAN KH. Mashudi saat di depan kediaman maulana Habib Luthfi bin Yahya, Selasa (5/5).

pleno JATMAN

Rapat pleno ini diharapkan menjadi tolok ukur saat Munas mendatang terutama dibidang ekonomi, ketahanan pangan, perkebunan dan perikanan.

“Disini kita memiliki program prioritas seperti kemajuan di bidang ekonomi, ketahanan pangan, peternakan, perkebunan dan perikanan” ujar Kyai Mashudi.

Sekjend JATMAN juga mengingatkan kembali bahwa acara ini untuk mempersiapkan Musyawarah Kubro atau Musyawarah Nasional JATMAN 2021 yang insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 3 Juni 2021 di Bengkulu.

pleno JATMAN

Selain itu, Kiai Mashudi mengimbau bahwa acara Munas di Bengkulu dilaksanakan dengan mematuhi Protokol Kesehatan.

“Kita sudah sepakat akan mengadakan Munas di Bengkulu namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan” imbuhnya.[War]

Continue Reading

Berita

Sinergitas Perkuat Kemandirian Ekonomi, MATAN Lebak Adakan Taman Sufi

Published

on

By

Banten, JATMAN.OR.ID – Dalam rangka memperkuat hubungan antar lembaga, Mahasiswa Ahlith Thariqah al Mu’tabarah (MATAN) Cabang Lebak menggelar acara Taman Sufi (Ta’aruf MATAN) dengan tema Silaturahmi Menjalin Sinergi pada Rabu (27/04) Sore.

Koordinator MATAN kecamatan Malingping Sohib Adi Yusdinar, menyampaikan bahwa  MATAN harus mampu membangun perekonomian, pertanian dan sebagainya.

“MATAN itu harus yang mandiri dan dapat menjadi pionir baik dari segi perekonomian, pendidikan, dan pertanian. Sebagaimana pesan Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Hasyim Bin Thoha Bin Yahya “Matan Harus Mandiri”,” katanya ketika menyampaikan sambutan di Gedung MWCNU Malingping, Banten. 

Selaras dengan yang disampaikan Sohib Adi, Ketua PC MATAN Lebak Sohib Dede Ahmad Nazmudin menegaskan, “Para kader Matan harus bersifat mandiri dan diharapkan siap menjawab tantangan umat dan tantangan bangsa kedepan,” tegasnya.

Ketua PC MATAN Lebak Sohib Dede menambahkan, MATAN dalam pergeraknnya selalu berpegang teguh kepada para alim ulama dalam mensyiarkan tarekat dikalangan pemuda.

“MATAN adalah organisasi yang mengenalkan thoriqoh dan peranannya terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang selalu berpegang pada nilai spiritualis Intelektualis dan Nasionalme, dan tidak lepas dari landasan utamanya berpegang pada asasul khomsah yang tercantum pada SOP Juknis Matan,” jelasnya.

Diakhir sambutannya Sohib dede mengutip perkataan Gus Anam, MATAN harus bisa menjadi generasi penerus bangsa yang dapat menjawab problematika dan tantangan umat.

“Diantara bagian generasi penerus yang akan meneruskan perjuangan-perjuangan para pendiri bangsa adalah sangat diharapkan sekali siap untuk menjawab tantangan umat dan tantangan bangsa sehingga menjadi kader – kader yang tidak memalukan para leluhur bangsa. MATAN harus bisa Mandiri, berpikiran yang universal hindari dari kancah politik titik beratkan pada kepentingan bangsa dan Negara, lebih – lebih agama,” kata ketua MATAN Lebak.

Kegiatan ini juga sekaligus buka bersama dengan MATAN Koordinator Kecamatan Malingping, MWCNU serta Para Banom-banom nya diantaranya IPNU, IPPNU, PMII, Ansor, Fatayat, Muslimat. Dihadiri pula oleh Camat Kecamatan Malingping Bapak Lingga.

Kiyai Usep Saepudin selaku tanfidziyah MWCNU sangat mensupport kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh MATAN.

“Saya sangat mendukung dengan agenda-agenda MATAN, terutama dalam waktu dekat ini MATAN akan melaksanakan Suluk MATAN 1 dan bisa diadakan di Wilayah kesultanan Banten lebih tepatnya di Desa. Kenari Kec. Kasunyatan. Selain tempat tersebut nyaman juga mempunyai pusat sejarah,” ujarnya.

Penasihat MATAN Lebak KH. Ali Su’udi berpesan MATAN harus mendiri dengan menjalankan ekonomi kreatif.

“MATAN selain daripada mengenalkan tarekat juga harus menjalankan ekonomi kreatif yang mandiri yang dicontohkan para guru-guru dan ulama-ulama kita terdahulu, dan berperan aktif dalam lingkungan masyarakat. Karena Matan harus dapat menjawab tantangan umat dan tantangan bangsa kedepan,” ungkapnya. [Dede Ahmad Nazmudin/ap]

Continue Reading

Berita

MATAN Yudharta Cetak Kader Ahlul Mal melalui Obrol MATAN Inspiratif

Published

on

MATAN Yudharta

PASURUAN, JATMAN.OR.ID: MATAN Yudharta hadir tidak hanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan penerus perjuangan ulama’, salah satunya melalui bidang perekonomian yakni pengusaha, maka dari itu, tak hanya mencetak ahlul Ilmi dan ahlul dzikri saja, tapi juga mencetak Kader Ahlul Mal melalui kajian online inspiratif dalam obrol MATAN.

Kajian online yang diadakan oleh CO.Departemen Ekonomi Kreatif MATAN Yudharta sebagai bahan acuan inspiratif dan inovatif untuk para pengusaha di masa sekarang. Kajian tersebut dilaksanakan kemarin pagi dini hari sekitar jam 08.00 WIB hingga selesai. (26/04/21).

Dalam Kajian tersebut membahas materi berupa tahap awal bagi pengusaha adalah Managemet, yang mana inti dari materi tersebut adalah “The way we influence people to achieve your goals” atau bagaimana cara kita untuk mendapatkan sesuatu dengan /menggunakan orang lain.

Tak hanya itu, materi yang dijelaskan oleh narasumber kita seorang Bussines Consultants juga pendamping DEK MATAN yudharta, Nasrul Fikri. Mempunyai 2 cara JITU yakni point pertama. Gunakan  bantuan orang lain, Pekerjakan orang sukses dan gunakan teknologi, sedangkan point kedua adalah Optimalisasi sistem kerja dan layout, supaya kerja lebih sedikit tapi dapat lebih banyak karena hal tersebut merupakan salah satu kiat-kiat cerdas seorang pebisnis.

Pentingnya membaca dalam berbisnis, karena membaca (wawasan) dan pengalaman (praktik) harus seimbang maka dari itu, bila Orang yang menginginkan hasil yang berbeda tapi tindakannya sama itu namanya orang gila” ujar Fikri, Bussines Consultants juga pendamping DEK MATAN yudharta

Sudah dijelaskan dalam kitab Tanbihul Ghofilin halaman 165 bahwasannya tiang agama itu ada 4, yakni ulama, umaro’, TNI/Polri, dan Pengusaha, hal tersebut menjadi dorongan untuk sahabat MATAN Yudharta dalam berupaya menjadi pengusaha yang cerdas, apalagi dimasa pandemi sepereti sekarang ini. (Fit).

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending