Habib Luthfi Kritisi Sejarah, Kader MATAN Punya Tugas Baru

JAKARTA – Rais Aam JATMAN Habib Muhammad Luthfi bin Yahya menyampaikan kritik sejarah terkait periodisasi sejarah Nusantara, terutama tahun-tahun kelahiran dan wafatnya para ulama dan tokoh di Nusantara.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua MATAN Jakarta, KH. Ali M Abdillah.
“Kemarin malam kami bersama kader MATAN Jakarta dan Ciputat sowan Habib Luthfi di ndalem Duren Sawit. Mengingat tamu yang antre cukup meluber, setelah menyampaikan rencana kegiatan di kampus UIN Jakarta, kami bermaksud pamit tapi dicegah oleh beliau” ucap pengasuh Pesantren Al Rabbani tersebut kepada JATMAN Online (21/9).

Dalam kesempatan itu, Habib Luthfi menilai periodisasi sejarah para tokoh harus berdasarkan fakta sejarah bukan katanya atau mitos. Pimpinan Muntada As Shufi Al ‘Alamy itu mengungkapkan ada banyak kejanggalan tahun para tokoh Nusantara, seperti Syaikh Syarif Hidayatullah, Sunan Ampel, berdirinya Masjid Demak hingga Syaikh Nawawi al-Bantani dan Habib Utsman.

Kiai Ali, menuturkan bahwa Habib Luthfi hafal dengan baik secara detail tahun-tahun yang dianggap janggal hingga kami diminta untuk menghitung dengan kalkulator supaya mengetahui perbedaan secara rinci. Singkatnya, Habib Luthfi menolak kejanggalan tahun para tokoh yang tidak masuk akal atau mitos.

“Sejarah itu harus sesuai fakta sejarah yang rasional dan ilmiah,” ucap Habib Luthfi, Jum’at (19/9) malam sebagaimana ditirukan oleh pengurus JATMAN Idarah Aliyah tersebut.

Apa yang disampaikan Habib Luthfi, menurutnya, bisa menjadi tugas bagi kader MATAN untuk mengkaji ulang dan meluruskan periodisasi para tokoh Nusantara dengan berbasis data ilmiah. (ali/eep)

Komentar
Loading...