Habib Luthfi: Gadaikan Rumah Untuk Perjuangan Nahdlatul Ulama

0

JAKARTA – Dalam acara Pembacaan Tahlil malam ke-7 wafatnya Almghfurlah KH. Maimoen Zubair. Habib Muhammad Luthfi bin Yahya memberikan pesan dan kesan terhadap salah seorang anggota Majelis Ifta’ wal Irsyad JATMAN Idarah Aliyah dan Mustasyar PBNU tersebut.

“Ulama adalah pelita dunia dan akhirat sedangkan ahlul bait itu sendiri Rasulullah saw bersabda ahlul bait ibarat perahu Nabi Nuh. Kalau ahlul bait itu sebagai perahu penyelamat. Al ulama itu lentera di kapal-kapal itu. Jadi antara lampu dengan rumah tidak bisa dipisahkan,” tutur Rais Aam JATMAN di Majelis Ta’lim Darul Hasyimi, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Senin (12/8) malam.

Ulama bisa dari kalangan ahlul bait, bisa juga selain ahlul bait yang mendapat predikat waratsatul anbiya. “Fungsi keduanya tidak bisa dipisah-pisahkan,” imbuh ulama yang kerap menggelorakan Nasionalisme dalam ceramahnya.

Pimpinan Muntada as Sufi al ‘Alamy tersebut bercerita bagaimana ia sejak muda berjuang bersama ayah dari Mbah Moen untuk Nahdlatul Ulama.

“Ayah beliau adalah sahabat kami. Perjuangan Nahdlatul Ulama di Cirebon khususnya. Banser pada tahun 65, 66, 67. Saya berjuang dengan bapak beliau. Dan saya masih ingat keadaan yang serba sangat-sangat kekurangan. Bagaimana untuk bisa mampu memberikan pakaian banser dan sebagainya. Rumah beliau digadaikan, demi kepentingan Nahdlatul Ulama,” beber Habib Luthfi.

Acara yang dihadiri oleh Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dan Katib Syuriyah PBNU KH Zulfa Mustofa tersebut menyedot ratusan jamaah yang datang dari sekitar Jakarta memenuhi majelis hingga ke depan jalan dari kediaman Habib Luthfi tersebut. (eep)

Comments
Loading...