Connect with us

Berita

Habib Ahmad Alaydrus Ajak Vaksin Booster Halal

Published

on

Bogor, JATMAN Online – Ikhtiyar sehat haruslah menjadi prioritas, tawakal kepada Allah Swt. menjadi keharusan bagi para pesuluk untuk meraih kenikmatan ibadah kepada-Nya.

Dengan berthariqah akan mendapatkan kenikmatan tiada tara, maka hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk tujuan mendapatkan Ridla Allah Swt.

Memilih untuk vaksin booster yang halal pun menjadi kebutuhan umat muslim saat ini, sehingga yang didambakan oleh setiap insan beriman berupa nikmat sehat akan terwujud nantinya.

Dari Imam Ibnu Abbas bahwa Kanjeng Nabi Muhammad Saw. bersabda:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia adalah kesehatan dan waktu luang” (HR. Bokhori, 5933)

Segerakan bagi yang memiliki waktu luang dan lakukan vaksin booster yang halal untuk kebutuhan sehat. Maka hal ini juga sebagai info dan pengingat bagi mereka yang sudah mendapatkan dosis 1 dan 2 dan selanjutnya segera vaksin dengan harapan terhindar dari virus Omicron, akan menjadi statment manfaat untuk semua orang.

“Ada aturan baru terkait pelaksanaan vaksin booster Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, dan masyarakat wajib tahu, dan hendaknya bersegera untuk vaksin booster bagi yang Sudah dosis 1 dan 2,” Tutur Khotib Jumat Masjid Al-Mahdy Keranggan kepada Kontributor NU Jabar Kota Bogor (9/2) Rabu.

“Berdasarkan Surat Edaran No. SR.02.06/II/408/2022, pelaksanaan Vaksinasi Program Dosis Lanjutan (booster) dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota bagi masyarakat umum tanpa menunggu target capaian vaksinasi,” kata Kementerian Kesehatan seperti yang dilansir dari covid19.go.id.

Syarat yang harus disiapkan bagi penerima vaksin dosis lanjutan (booster) masih sama, yakni dengan menunjukkan NIK dengan membawa KTP/KK atau melalui aplikasi Peduli Lindungi, berusia 18 tahun ke atas, dan telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap (1 dan 2) minimal 6 bulan sebelumnya.

Untuk tempat pelayanan booster dan juga vaksin dosis 2 silakan kunjungi Puskesmas terdekat, atau layanan vaksinasi di setiap Wilayah masing-masing.

Warga yang ingin mendapatkan vaksin dosis lanjutan berupa booster akan dilayani dengan sepenuh hati, para satgas yang berada di puskesmas ikut memfasilitasi pendaftaran diri, selanjutnya menuju petugas untuk mengecek kesehatan, berlanjut dengan memverifikasi data sesuai NIK dan untuk memastikan kelayakan dosis ke 3 berupa suntik booster.

“Pelayanan yang maksimal dari para satgas yang berkolaborasi dengan petugas Puskesmas sehingga memberikan kenyamanan bagi para pengujung yang ingin vaksin booster yang halal dan lainnya,” Ucap Wakil Tanfidziyah PCNU Kota Bogor

Menjadi kebutuhan untuk kita sebagai seorang muslim, mukmin yang taat hendaknya mengikuti anjuran Ulama dan Umaro untuk kemaslahatan bersama, saling menjaga dan tentunya dengan kita vaksin booster yang halal, kita sehat harapannya yang ada di sekitar kita pun menjadi sehat pula.

“Sehat bagi seorang mukmin akan menjadikan saleh secara pribadi dan berkualitas secara sosial,” tegas Habib millenial Pimpinan Majelis Ta’lim Al-Murtadha.

Pewarta : Abdul Mun’im Hasan

Editor : Warto’i

Berita

Bahas Peraturan Perkumpulan, PBNU Akan Adakan Konbes 2022 di Jakarta

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Konferensi Besar (Konbes) NU di Hotel Yuan Garden, Jakarta Pusat, pada Jumat-Sabtu, 20-21 Mei 2022 mendatang.

Mengenai Konbes NU ini telah diatur di dalam Pasal 75 Bab XX Anggaran Rumah Tangga (ART) NU. Disebutkan bahwa konbes merupakan forum permusyawaratan tertinggi setelah muktamar yang dipimpin dan diselenggarakan oleh Pengurus Besar. Konbes membicarakan pelaksanaan keputusan-keputusan muktamar, mengkaji perkembangan, dan memutuskan peraturan perkumpulan. Konbes dihadiri oleh anggota Pleno Pengurus Besar dan Pengurus Wilayah.  

Dikutip dari NU Online, Konbes kali ini akan fokus membahas berbagai peraturan perkumpulan NU.

“Dulu namanya peraturan organisasi, sekarang peraturan perkumpulan. Karena anggaran dasar (AD) NU mengubah istilah organisasi menjadi perkumpulan,” ungkap Ketua Komite Pengarah (steering committee/SC) Konbes NU 2022 H Amin Said Husni, ditemui NU Online di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Jumat (13/5).

Ia mengatakan, terdapat beberapa peraturan organisasi hasil Konbes NU di Lombok pada 2017 silam yang perlu direvisi, disempurnakan, dan disesuaikan dengan hasil-hasil Muktamar Ke-34 NU di Lampung.

“Ada sejumlah peraturan perkumpulan baru yang perlu dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan jamiyah ke depan. Konbes ini dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan pengesahan terhadap peraturan-peraturan perkumpulan itu,” kata Amin.

Lanjutnya, bahwa Konbes NU 2022 ini akan membahas dan mengesahkan tiga rancangan peraturan perkumpulan yakni sistem kaderisasi, tata kelola perkumpulan, serta sistem kebendaharaan dan aset.

“Agendanya tunggal hanya membahas peraturan-peraturan perkumpulan yang materinya menyangkut tiga hal itu. Konbes ini adalah bagian dari upaya konsolidasi organisasi dengan mengonsolidasikan tata kelola jamiyah, sistem kaderisasi, serta sistem kebendaharaan dan aset,” ujar salah satu Ketua PBNU itu.  

Harapannya, konsolidasi perkumpulan NU akan lebih kokoh dan program yang telah dibuat terlaksana kemudian gagasan-gagasan besar Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf akan terimplementasi lebih efektif implementasinya di lapangan.

“Jadi (Konbes NU) ini merupakan prasyarat bagi terselenggaranya program-program jam’iyah secara efektif di masa-masa yang akan datang. Nanti peserta yang hadir itu adalah anggota pleno PBNU (syuriyah, a’wan, tanfidziyah, mustasyar, ketua-ketua lembaga dan badan otonom) ditambah ketua dan sekretaris PWNU se-Indonesia,” ungkapnya.

Continue Reading

Berita

KH Sholeh Darat Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional di Haul Ke-122

Published

on

Semarang, JATMAN Online – Haul ke-122 KH. Muhammad Sholeh bin Umar atau yang masyhur disebut Mbah Soleh Darat diadakan di Pemakaman Umum Bukit Bergota Semarang, Rabu (11/5). Kiai Sholeh Darat merupakan gurunya para guru (syaikhul masyayikh) ulama Nusantara.

Acara tersebut diawali dengan pembacaan Maulid Nabi oleh Habib Hamid Sholeh Baaqil, Sambutan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang KH Anasom M Hum, Tausyiah oleh KH Said Asrori selaku Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan do’a oleh KH Hanief Ismail Lc, selaku Nanny Pondok Pesantren Raudlatul Quran An-Nasimiyah Bojongsalaman Semarang Barat Kota Semarang.

Katib Aam PBNU KH. Said Asrori dalam ceramahnya menyampaikan, Mbah Sholeh Darat merupakan ulama Nusantara yang pantas menjadi panutan.

“Mbah Sholeh Darat sebagai guru ulama nusantara, di antara muridnya adalah KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah dan KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama,” kata Kiai Asrori.

Menurutnya, Kiai Sholeh banyak menulis kitab, meliputi ilmu fikih, tafsir, tasawuf, tauhid, dan lainnya yang ditulis dengan huruf arab namun berbahasa jawa, atau disebut arab pegon.

Ketua PCNU Kota Semarang Kiai Anasom mengatakan, ide Kiai Sholeh Darat menginspirasi tokoh besar di Indonesia untuk melakukan gerakan anti kolonial yang dituangkan dalam kitab-kitabnya.

“Di dalam karyanya memuat ajakan untuk melawan penjajah dengan menanamkan rasa benci pada penjajah. Seperti ajaran di antaranya orang beriman dilarang memakai jas, dasi, dan celana yang dipakai penjajah,” jelasnya.

Menurut Kiai Anasom, Kiai Sholeh Darat layak menjadi pahlawan nasional karena peran dan kontribusinya untuk Indonesia.

“Dari latar belakang tersebut, kami PCNU Kota Semarang bersama teman-teman Kopisoda (Komunitas Pecinta Kiai Sholeh Darat) dan masyarakat berkeinginan agar beliau diusulkan menjadi pahlawan nasional,” tuturnya.

Lanjut, dosen UIN Walisongo itu, untuk mempersiapkannya PCNU Kota Semarang sudah dua kali mengadakan diskusi dan sarasehan dengan mengundang dinas sosial baik dari Kota Semarang maupun Provinsi Jawa Tengah.

“Kami mengundang dinas sosial dari kota dan provinsi untuk memberikan arahan, bagaimana agar Mbah Sholeh Darat bisa diusulkan menjadi pahlawan nasional,” pungkasnya.

Dalam mementum haul ini, Kiai Anasom mengajak masyarakat selain berziarah ke makam Kiai Sholeh Darat, juga untuk mengikuti jejak sang kiai dalam memperbaiki umat.

“Sejak sebelum ada Indonesia, beliau sudah memiliki cinta tanah air. Nah ini harus kita dorong supaya masyarakat juga memiliki arah sama untuk cinta tanah air,” ungkapnya.

Diketahui acara yang rutin digelar setiap 10 Syawal itu dihadiri beberapa tokoh, di antaranya, Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Asrori, Rais Syuriah PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail, Ketua PCNU Anasom, Katib Syuriah PCNU yang juga Koordinator Komunitas Pecinta Kiai Sholeh Darat (Kopisoda) KH Muh In’amuzzahidin, Lalu Ketua PC Muhammadiyah Semarang Selatan AM Jumai, dan durriyah atau keturunan Kiai Sholeh Darat.

Continue Reading

Berita

Sosok Almarhum Mursyid Syekh Abdul Hamid Husen Di Mata Muridnya

Published

on

Depok, JATMAN Online – Meninggalnya tokoh ulama kharismatik, Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah pada hari ke-3 Syawal 1443 H masih menyisakan duka mendalam bagi para muridnya.

KH. Abdul Hamid Husen, seorang ulama sekaligus murobbi (pembimbing) masyarakat yang tinggal di sekitar Jalan H. Samali, Pasar Minggu dikenal dengan keramahannya, pribadi yang rendah hati, arif bijaksana, sikap yang penuh kasih sayang, kelembutan, menghormati dan menghargai siapa saja, tidak pernah mencela, tidak merendahkan siapa pun serta berdakwah menebar Islam Aswaja An-Nahdliyah ala Thariqah Mu’tabarah.

Ustaz Muhammad Nur Fathuddin, Rois Ghutsniyah Jatman Kec. Sukmajaya Kota Depok menceritakan pengalamannya menjadi murid dari Mursyid Thariqah Syekh Murobbi Abah Abdul Hamid Husen.

“Banyak sekali pelajaran yang saya terima selama 23 tahun di bawah bimbingan Beliau. Beliau banyak mengajarkan melalui sikap dan perbuatan. Cara hidup Beliau adalah pelajaran yang sangat membekas dan berharga bagi saya, akhlak dalam kehidupan keseharian Beliau adalah pesan terbesar bagi saya.” Tutur Alumni Pesantren Al-Hamidiyah Depok tersebut.

Ia juga mengenang bagaimana cara Syekh Abah Abdul Hamid Husen dalam memberikan teguran,

“Beliau menegur dengan cara dan ucapan yang tidak ingin menyakiti orang yang ditegur. Beliau membuat orang yang bersalah menjadi sadar akan kesalahannya tanpa merasa disalah-salahkan, menerima siapa saja yang ingin bertemu tanpa membedakan usia.” Ujar Ustaz Muhammad Nur yang juga Dewan Khos Pagar Nusa Nahdlatul Ulama Sukmajaya Kota Depok.

Selain itu, hal yang paling membekas di hati muridnya tersebut adalah bagaiamna Sang Syekh mengajarkan bagaimana seharusnya menjadi seorang hamba bagi Allah sebagaimana seorang budak kepada tuannya.

“Budak itu apa kata tuannya, memenuhi keinginan tuannya, bukan keinginan hatinya.” Kenangnya.

Almarhum dikenal sebagai ulama besar, Mursyid dari sebuah Thariqah, memiliki gelar doktoral dari beberapa kampus ternama di Mesir, Saudi, Amerika, dan Perancis. Namun ia tidak pernah menunjukkan hal itu semua. Sehari-harinya Syekh Abah Abdul Hamid Husen selalu bersikap sederhana, berpakaian sederhana, layaknya seorang yang biasa saja.

“Beliau tidak pernah mengatakan ‘makanan ini tidak enak’, tapi Beliau akan mengatakan ‘makanan ini tidak cocok di lidah saya’. Beliau tidak mengatakan ‘surga yang paling rendah sampai yang paling tinggi’, tapi Beliau akan mengatakan ‘surga yang tinggi dan yang lebih tinggi’. Begitu juga ketika Beliau mengatakan tentang maqamat dan derajat kewalian, Beliau akan mengatakan ‘derajat yang tinggi dan yang lebih tinggi darinya’. Beliau katakan kepada saya, ‘wali tidak ada yang rendah, surga tidak ada yang rendah, semuanya tinggi.’ Dan ketika seseorang mengatakan ‘surga yang terendah, pangkat kewalian yang terendah’, dia sudah berdusta.” Pungkas Pimpinan Majelis Annurul Isroqy.

Patut diketahui bahwa sanad Thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah Almarhum KH. Abdul Hamid Husen berasal dari gurunya Syekh Muslih bin Abdurahman Al-Maraqi, Syekh Abdul Lathif Banten, Syekh Abdul Al-Waqit, Syekh Abdul Karim, Syekh Ahmad Khatib As-Sambasi.

Sanad Thariqahnya sampai ke Syekh Imam Musa al-Kazim bin Syekh Imam Ja’far As-Shadiq bin Syekh Imam Muhammad al-Bagir bin Syekh Imam Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Husein (Cucu Rasulullah saw.) bin Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw.

Makam Almarhum Syekh Abdul Hamid Husen terletak di Jalan Pondok Bali KM 5,3 Anjun, Legonkulon, dusun Anjun, Legonkulon, Pamanukan Subang Jawa Barat. Di sisi makam Mbah KH. Husen, salah satu tokoh ulama penyebar Islam di Pantai Utara Jawa.

Pewarta : Abdul Mun’im Hasan
Editor: Khoirum Millatin

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending