Gus Miftah Hadiri Kliwonan, Silaturrahim ke Habib Luthfi

0

PEKALONGAN – Dai yang biasa keluar masuk klub malam, kafe hingga tempat prostitusi yang akrab disapa Gus Miftah hadiri pengajian Rutinan Jumat Kliwon di Kanzus Sholawat, Pekalongan pada Jum’at (23/8) pagi. Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Tundan Jogjakarta tersebut hadir dan duduk di panggung bersama Habib Muhammad Luthfi. Ia nampak mengenakan kacamata hitam dan ikat kepala blangkon hitam.

Acara yang dimulai sekitar sejak pukul 06.00 WIB diawali dengan Pembacaan Maulid Nabi oleh Majelis Az-Zahir yang dipimpin oleh Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, dilanjutkan dengan Dzikir yang dipimpin lansung oleh habib luthfi. Selanjutnya pembacaaan Kitab Jami’ul Ushul Fil Auliya’, disusul tausiah oleh Habib Muhammad Luthfi. Jamaah seperti biasa meluber hingga menyesaki jalan Dokter Wahidin.

Dalam tausiahnya Habib Luthfi menyatakan bahwa orang-orang shaleh kelak akan dibangkitkan termasuk golongan qalbun salim. Beliau mengutip surah asy Syua’ra ayat 88-89 yang terjemahnya sebagai berikut, “Pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan qalbu yang bersih.”

Orang yang qalbunya bersih akan mudah mendapatkan solusi karena hatinya terang, lanjut Habib Luthfi. Sebaliknya, orang yang kotor hatinya sulit menemukan solusi dari permasalahan hidupnya.

Orang-orang shaleh selalu lari kepada Allah, bukan lari dari Allah. Sebab kebalikan shaleh adalah thaleh (buruk). Orang shaleh takut apabila jauh dari Allah.

“Perlu sekali dengan kalimat laaillahailallah akan menghiasi akan mewarnai dengan tauhid itu menjadi ukiran yang luar biasa di dalam hati sampai terpancar segala tubuh, mata, hidung, tutur kata, mulut dan sebagainya,” pungkas Rais Aam JATMAN tersebut.

Habib Luthfi juga mengingatkan bahwa penting menjaga prasangka baik terutama kepada Allah. Pimpinan ulama sufi dunia tersebut mengingatkan ada oknum yang hatinya kotor ingin Indonesia seperti tumpeng.

Khususnya al umat Islam dengan umat Islam, sebangsa setanah air, selalu diwarnai prasangka-prasangka yang kurang baik. Apa yang terjadi (jika demikian). Akan timbul pecah belah, kalau sudah timbul timbul pecah belah khususnya umat Islam, umumnya umat beragama, lebih umum lagi bangsa Indonesia.

Siapa yang akan memanfaatkan perpecahan ini? Oknum-oknum yang hatinya kotor ingin Indonesia kaya tumpeng supaya cepet-cepet bisa dibagi-bagi, kira-kiranya bapak-bapak, Ibu-ibu ahli thariqah, al mustami’in kliwonan hari ini, kalo Indonesia dibegitukan ridha atau tidak?” tutup Habib Luthfi. (eep)

Comments
Loading...