Connect with us

Berita

Gus Hamid: Hidupkan Malam Nisfu Sya’ban

Kajian Tematik MATAN UINSA

Published

on

Gus Hamid

Salah satu bulan haram yakni Sya’ban. Bulan Sya’ban tidak bisa dilepaskan dengan bulan sebelum dan sesudahnya yakni Rajab dan Ramadhan. Di bulan Rajab terdapat malam istimewa yakni malam isra’ mi’raj, kita mendapat hadiah salat. Di bulan Sya’ban terdapat malam istimewa yakni malam nisfu sya’ban, kita mendapat hadiah salawat. Di bulan Ramadhan terdapat malam lailatul qadr, nuzulul quran, kita mendapat hadiah al-Quran.

Begitulah yang disampaikan Abdullah Hamid saat mengisi kajian tematik “Amalan Nisfu Sya’ban” yang diselenggarakan oleh Pengurus Komisariat Mahasiswa Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyah (MATAN) Universitas Islan Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Ahad sore (28/3/2021).

Dalam penjelasannya, Abdullah Hamid menceritakan kisah masyarakat Makkah ketika menghidupi malam nisfu sya’ban.

“Ketika kota Makkah belum dikuasai oleh wahabi, banyak cara yang dilakukan masyarakat Makkah ketika datangnya malam nisfu sya’ban, di antaranya thawaf, salat berjamaah, dzikir, dan lain sebagainya. Ketika itu Ibnu Jubair bersama sahabatnya Ahmad bin Hasan berjalan berkeliling kota untuk memperhatikan kegiatan yang dilakukan masyarakat Makkah ketika malam nisfu sya’ban. Di tengah perjalanan Ahmad bin Hasan merasa kelelahan dan memutuskan untuk istirahat disalah satu teras rumah warga,” kata Dosen UINSA.

“Ketika hendak memejamkan mata, ia dikejutkan dengan orang yang berjalan menuju arahnya kemudian duduk dan membaca Alquran. Orang tersebut membaca Alquran dengan suara yang sangat merdu dan yang membuat Ahmad bin Hasan heran, orang tersebut tiba-tiba menangis kadangkala tertawa. Di tengah lantunan bacaan Alquran orang tersebut membaca qasidah yang artinya jika buruknya perilakuku menyebabkan jauh dari-Mu, maka jadikan prasangka baikku mendekatkanku dari-Mu,” sambung Abdullah Hamid.

“Wajib bagi sohib MATAN pada malam nisfu sya’ban untuk introspeksi, kontemplasi, berpikir semoga amal kita diterima dan dosa kita diampuni oleh Allah SWT,” jelas Pembina MATAN UINSA Surabaya.

Abdullah Hamid berpesan agar menghidupi malam nisfu sya’ban dengan amalan yang telah diajarkan oleh Ulama.

“Mari kita hidupi malam nisfu sya’ban dengan amalan-amalan yang sudah diberikan oleh guru-guru kita, di antaranya membaca surat yasin 3 kali, pertama, niat panjang umur untuk beribadah kepada Allah SWT. kedua, niat tolak bala’. Ketiga, niat hanya kepada Allah SWT kita berharap. Ada juga amalan membaca salawat sebanyak-banyaknya,” pesan Abdullah Hamid.[]

Ahmad Rizkiansah Rahman (MATAN UINSA Surabaya, Mahasiswa Ilmu Alquran dan Tafsir UINSA Surabaya, Santri PPM Al-Jihad Surabaya)

Continue Reading

Berita

PPKM Darurat, MATAN Kota Cirebon Adakan Bansos

Published

on

Cirebon, JATMAN.OR.ID – Pengurus Cabang MATAN Kota Cirebon mengadakan acara Bakti Sosial (Baksos) peduli kepada masyarakat yang terdampak PPKM Darurat Covid-19. Agenda ini digelar sebagai upaya meringankan beban masyarakat kelas bawah yang terkena secara langsung dan tidak langsung akibat PPKM Darurat Covid-19 pada Minggu (18/7). 

Pembagian paket sembako dan pakaian dilakukan secara langsung di beberapa jalanan Kota Cirebon dengan menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Sohib M. habiburohman selaku Ketua PC MATAN Kota Cirebon menjelaskan bahwa kegiatan ini terselenggara atas dukungan dan kerja sama dari seluruh Pengurus Cabang Matan Kota Cirebon.

“Kami, khususnya PC MATAN Kota Cirebon turut prihatin pada dampak PPKM Darurat ini, maka perlunya kami mengulurkan sebagian apa yang kita punya untuk mereka yang terkena dampak dari pada PPKM Darurat covid 19,” jelasnya.

Selanjutnya Wakil Ketua MATAN Kota Cirebon Sohib Chaerul Umam berharap wabah virus corona ini cepat berakhir.  

“Kita semua berharap semoga Covid-19 ini segera berlalu dan kita bisa kembali hidup normal. Meskipun akan sulit juga bagi kita karena setelah ini yang terjadi adalah era new normal. Dimana akan ada kebiasan baru yang mucul di masyarakat,” ungkapnya. (ap)

Continue Reading

Berita

Warung Kebangsaan Gelar Diskusi Spiritualitas dan Kesadaran Hukum

Published

on

Warung Kebangsaan

Jakarta, JATMAN.OR.ID: Warung Kebangsaan bersama Pasqapro, Universitas Esa Unggul, Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Universitas Al-Azhar Indonesia menggelar diskusi interaktif secara online dengan tajuk Spiritualisme dalam Kesadaran Hukum Masyarakat di Masa Pandemi, Kamis (22/07) siang.

Warung Kebangsaan

Diskusi ini menghadirkan pembicara akedimisi dari berbagai universitas dan lembaga. Prof. Dr. Zaenal Arifin Hoesein, SH., MH., Dr. Fokky Fuad, SH., M.Hum. dan Dr. Idris Wasahua, SH., MH. Diskusi dipandu oleh host Dr. Wasis Susetio, SH., MH.

“Kita menjalankan agama itu hendaknya secara utuh,” papar Idris, pembicara yang juga dosen pada Universitas Esa Unggul, Jakarta. Dalam menyikapi kondisi sosial pada masa pandemi saat ini hendaknya pandemi ini diserahkanlah kepada ahlinya, tambahnya.

Warung Kebangsaan

Kebijakan hukum dan karakteristik hukum pada masa pandemi ini tentu berbeda dengan konteks korupsi misalnya. Pengabaian yang terjadi di masyarakat terhadap kondisi pandemi ini perlu juga disikapi dengan bijak bagaimana peraturan bisa diimbangi dengan bantuan hidup, jelas Idris.

Saat berita ini dinaikkan, diskusi yang dihadiri lebih dari 50 peserta masih hangat berlangsung.[Af]

Continue Reading

Berita

PPHT Gelar Acara Bertajuk Mengetuk Pintu Langit, Senami Bersholawat

Published

on

PPHT

Muara Bulian, JATMAN.OR.ID: Berangkat dari keadaan belum terlihatnya tanda-tanda akan berakhir wabah Corona yang sudah melanda dunia dan Indonesia selama 2 (dua) tahun terakhir menginspirasi keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatuth Thulaab (PPHT) untuk melakukan ikhtiar batin yang dikemas dalam acara yang bertajuk “Mengetuk Pintu Langit, Senami Bersholawat”.

Acara tersebut dilaksanakan pada Sabtu (17/07) di aula PPHT yang beralamat di jalan senami km 07 RT/RW: 06/22 kelurahan Sridadi, kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Jambi yang diikuti oleh keluarga besar PPHT, wali santri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat umum.

Acara diawali dengan sholat Isya’ berjamaah kemudian berurutan pembukaan, pembacaan Ummul kitab, lantunan kalam ilahi yang petugasnya adalah santri putra dan santri putri PPHT. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempersiapkan mereka ketika nanti harus berkhidmat di tengah masyarakat.

Setelah lantunan kalam ilahi acara dilanjutkan dengan sambutan dari pengasuh PPHT. Kyai Muhammad Syahri Ramadhan selaku pengasuh PPHT dalam sambutannya menjelaskan bahwa manusia sebagai makhluk ruhani dan materi-ruh dan fisik sudah seharusnya dalam menghadapi pandemi yang melanda melakukan ikhtiar lahir dan batin. Ikhtiar lahir bisa berupa mematuhi himbauan pemerintah untuk menjaga jarak, pakai masker, sering cuci tangan juga vaksinasi, sedangkan iktiar batin itu berdo’a kepada Sang Khaliq semoga wabah ini segera berakhir.

“Salah satu ikhtiar batin yang bisa kita lakukan adalah memohon kepada Allah SWT semoga pandemi segera pergi dengan barakah pembacaan sholawat,” terang Kyai yang akrab disapa Mbah Dhon tersebut. Lebih lanjut Mbah Dhon menerangkan bahwa sholawat adalah sebuah pujian dan do’a yang diperuntukkan untuk Nabi Muhammad SAW yang salah satu fadilahnya adalah menghilangkan penghalang do’a kepada Allah SWT.

Akhirnya sampailah pada puncak acara yaitu pembacaan shalawat yang dirangkai dengan do’a yang diimami oleh Kyai Nur Shodiq, imam Masjid Akbar Sridadi. diawali dengan tawasul dengan suara khasnya Kyai yang akrab disapa Mbah Nur itu dengan tartil memimpin pembacaan sholawat Kamilah yang diikuti oleh semua jamaah yang hadir sehingga suasana menjadi khidmat dan syahdu hanya suara bacaan sholawat yang beriringan mengangkasa menuju ArsyNya. Sholawat yang dibaca adalah sholawat Kamilah dan Thibbil qulub masing-masing 1000 (seribu) kali.

Acara dipungkasi dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh Kyai Syahri Ramadhan dengan segenap pengharapan akan segera berakhirnya pandemi. sebagaimana layaknya tradisi pesantren sebelumnya jama’ah pulang diadakan acara ramah tamah.

Dalam pantauan Jatman.or.id di lapangan, masyarakat menyambut acara tersebut dengan antusias hal itu ditandai dengan tak tertampungnya jama’ah yang hadir di aula yang mengharuskan panitia mengambil inisiatif untuk menggelar terpal di depan aula. “Masyarakat sangat antusias dengan acara ini, bersyukur kawan-kawan panitia sudah menyiapkan terpal,” ujar Hayatul Makki, S.Pi. selaku ketua panitia pelaksana. Acara ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. (Syu’aib)

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending