Generasi Yang Kuat Diprogram Sejak Dini

0

MEKAH – Saat melakukan thawaf di Masjidil Haram pada Sabtu pagi (5/1), pemandangan indah dan sangat menyejukkan hati terlihat di pelataran Ka’bah tempat jamaah umrah berthawaf. Yaitu, banyaknya anak-anak kecil yang ikut thawaf bersama keluarganya, menikmati dan khusyuk ikut thawaf.

Pemandangan anak-anak kecil tersebut memberi pengertian, bahwa sejak dini orang tua membiasakan anak-anak ikut beribadah dan taat kepada Allah. Pembiasaan melakukan ibadah sejak dini tersebut patut menjadi doktrin dan gaya hidup masyarakat di tengah arus global.

Al-Quran mengajarkan kepada kita untuk menyiapkan generasi yang tangguh dan kuat. Kita perlu takut kalau anak-anak kita tidak taat bahkan jauh dari Agama Allah. “Dan hendaklah orang-orang takut (kepada Allah), bila seandainya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap (masa depan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar,” Surah An Nisa ayat 9.

Lakukanlah sesuatu dan buatlah program agar anak, cucu dan generasi setelah kita kuat. Kuat imannya dan ketaatannya kepada Allah dan Rasul, kuat fisiknya, kuat mentalnya, kuat secara finansial, intelektual, spiritual dan kuat dalam segala potensinya.

Rasul pun menegaskan, bahwa orang mukmin yang kuat, lebih baik dan dicintai Allah daripada yang lemah. “Seorang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai di sisi Allah dari seorang mukmin yang lemah, walaupun pada keduanya terdapat kebaikan”. (HR. Muslim)

Anak shalih yang kita tinggalkan juga akan menjadi investasi yang sangat menguntungkan di sisi Allah, karena terus mengalirkan pahala dan kebaikan kepada orang tuanya. Sebagaimana disampaikan dalam hadis, “Apabila anak Adam mati, maka terputuslah segala amalnya (dari dunia) kecuali tiga hal; shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholih yang mendoakannya”. (HR. Muslim)

Oleh: KH. Anizar Masyhadi

Comments
Loading...