Connect with us

Artikel

Gaya Hidup Sehat Masyarakat Thoriqoh Melawan Pandemi Covid-19

Oleh: KH. Budi Rahman Hakim, MSW., PhD.

[Doktor bidang Tashowuf dan Thoriqoh dari Tilburg University School of Humanities and Digital Sciences, Tilburg, Belanda/Ketua Penasehat Roudhoh TQN Suryalaya Sirnarasa Pusat]

Published

on

Covid-19

Bangsa-bangsa di seluruh dunia tak kecuali bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi cobaan pandemi (global pandemic). Jutaaan warga dunia terpapar virus jenis corona (covid-19). Sebagian yang terpapar kembali pulih, sebagian lainnya tidak bisa bertahan.

Bangsa kita sejatinya bangsa yang kuat dan memiliki daya tahan menghadapi serangan wabah ini. Kekuatan dan daya tahan bangsa kita antara lain berasal dari kebiasaan dan kondisi kehidupan mayoritas bangsa kita yang terbiasa “berinteraksi” dengan virus yang ada di lingkungan terdekat mereka. Jadi survival mode-nya otomatis berjalan di segala cuaca dan kondisi buruk, termasuk memasuki masa pandemi ini.

Kekuatan dan daya tahan bangsa kita juga datang dari sistem kepercayaan yang berbasis spiritual. Keyakinan spiritual mereka pada level tertentu menjadi sumber ketenangan dan optimisme meski di dera keadaan terburuk sekali pun. Sikap mental seperti ini, seperti akan dijelaskan dalam tulisan ini, sangat penting dimiliki. Tidak sedikit juga anak bangsa kita yang mengimani bahwa semua yang terjadi adalah ujian kesabaran yang jika mampu melewatinya akan meraih kemuliaan. Demikian, mereka lebih tabah dan tangguh menghadapi semua –sebuah sikap jiwa yang juga sangat diperlukan di situasi pandemi plus resesi ini.

Pandemi, Ujian Tauhid

Di masa pandemi covid-19 ini, bangsa Indonesia khususnya umat Islam, mesti berhati-hati memilih kata atau Isiah yang bisa menodai kesucian jiwa bahkan membatalkan tauhid. Haramkan lisan kita untuk berkata: “virus mematikan” atau “penyakit mematikan”. Sabda Tuan Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra Qs, “Tidak ada yang mematikan kecuali yang menghidupkan”. Apa artinya?

Kuasa tunggal yang mematikan –seluruh makhluk hidup– itu hanya ALLOH yang Maha Hidup dan Menghidupkan, “المميت itu pasti المحيي,” demikian tandas Mursyid Thoriqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah Ma’had Suryalaya ini. Bukan virus! Kalau kita sembrono menggunakan kata “virus mematikan” maka Tauhid kita rusak.

Pernyataannya disandarkan pada Firman ALLOH ‘azza wajalla:

وَهُوَ الَّذِى يُحْىِۦ وَيُمِيتُ وَلَهُ اخْتِلٰفُ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ  ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Dan Dialah (Alloh) yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pergantian malam dan siang . Apakah kamu tidak berpikir?” (QS. Al-Mu’minun/23 : Ayat 80)

Pada bagian Surat-surat yang lain Firman-NYA:

هُوَ الَّذِى يُحْىِۦ وَيُمِيتُ  ۖ فَإِذَا قَضٰىٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُنْ فَيَكُونُ

“Dialah (Alloh) yang menghidupkan dan yang mematikan. Maka apabila Dia hendak menetapkan sesuatu , Dia hanya berkata kepada sesuatu itu, Jadi! Maka jadilah sesuatu itu.” (QS. Ghofir/40: 68)

… لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ  ۖ فَئَامِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ …

“… tidak ada Tuhan (yang berhak diibadahi dengan sebenar-benarnya) selain Dia (Alloh), yang menghidupkan dan yang mematikan, maka berimanlah kamu kepada Alloh dan Rosul-Nya…” (QS. Al-‘Arof/7:158)

Menjaga dan memperbaiki tauhid pada diri kita itu sangatlah penting. Syeikh Abdul Malik Romadhon hafizhohulloh berkata, “Sesungguhnya memperbaiki tauhid bagi agama -seseorang- seperti kedudukan perbaikan jantung bagi badan.” (Sittu Durar min Ushul Ahli al-Atsar, hal. 16)

Di masa mewabahnya tho’un [pandemic/الطاعون] Guru-guru Sufi Agung tegas menyatakan bahwa solusi tunggal mengatasinya ialah dengan memperbanyak dzikrulloh. Bukan sembarang dzikir, tapi dzikir yang resepnya resmi dari الطبيب الاروح, yakni, para Syeikh Mursyid di setiap masa sebagai penerus dan pewaris resep Kesehatan Jiwa manusia dari Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam yang terangkai dalam Ahli Silsilah Thoriqoh.

Tentang keutamaan Dzikir dengan resep resmi, yang bersanad sampai Rosululloh –atau disebut dzikir dari Thoriqoh Mu’tabaroh, Syeikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin (Abah Anom) dalam karya masterpiece-nya Kitab Miftahush Shudur mengatakan:

وَكَانَ الذِّكْرُ لاَ يُفِيدُ فَائِدَةً تَامَّةً إِلاَّ بِالتَّلْقِينِ

Dan adalah dzikir tidak akan memberi manfaat yang sempurna kecuali dengan ditalqinkan.

Apa manfaat yang sempurna dari Dzikir dari Ahlut Talqin? Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul qs menyampaikan:

مَنْ ذَكَرَ اللهَ تَعَالٰى حَفِظَهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ

Barangsiapa yang berdzikir kepada Alloh Ta’ala maka Alloh pasti menjaganya dari segala sesuatu.

Berkata juga Syeikh Abdul Wahab Asy-Syaroni dalam kitabnya, Minahus Saniyyah :

وَاعْلَمْ أَنَّ بِذِكْرِاللهِ تَعَالَی تُدْفَعُ اْلاٰفَاتُ

Dan ketahuilah dengan dzikir kepada Alloh Ta’ala ditolak berbagai macam penyakit (penyakit dhohir dan penyakit bathin).

اَلذِّكْرُ سَيْفُ الْمُرِيْدِيْنَ  بِهِ يُقَاتِلُوْنَ اَعْدٓاءَهُمْ مِنَ الْجِنِّ وَاْلاِنْسِ

وَبِهِ تَدْفَعُوْنَ اْلاٰفَاتِ الَّتِيْ تَطْرُقُهُمْ

Dzikir adalah pedangnya para murid yang dengan dzikir tersebut mereka memerangi musuh-musuh mereka dari golongan jin dan manusia dan dengan dzikir tersebut mereka menolak berbagai macam penyakit yang menyerang mereka.

Secara spesifik, mufassir asal Indonesia, Prof Dr Quraish Shihab dalam salah satu tafsirnya menyebutkan bahwa salah satu transformasi gangguan jin itu adalah virus. Dengan demikian, dzikirulloh itu mencegah sekaligus menolak virus.


Dzikir Thoriqoh: Menguatkan Iman, Meningkatkan Imun System

Bagaimana menjelaskan Dzikir yang tata caranya melalui vaksinasi Talqin Dzikir menyehatkan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bisa mematikan virus?

Pertama, desain perception tubuh manusia itu sendiri sesungguhnya super canggih. Di antara kecanggihannya ialah sejak awal sudah dirancang-NYA memiliki sistem kekebalan (imun system): anti-bodi. Tubuh yang sehat imun systemnya akan otomatis menolak jika ada sesuatu yang asing –seperti virus– masuk. Artinya, tubuh punya self-defense mechanism.

Dalam kondisi tubuh yang prima, anti-bodi ini bisa serta merta menyerang balik, melumpuhkan dan mematikan ‘benda asing’ yang masuk. Jadi tubuh yang tingkat kekebalannya tinggi bisa membunuhi virus-virus itu. Lalu bagaimana agar tubuh punya antibodi/imunitas tinggi di atas rata-rata?

Tubuh itu sendiri, asal tahu caranya, punya cara tersendiri untuk menjaga antibodi tetap prima bahkan terus meningkat tanpa rangsangan obat-obatan. Bagaimana? Sederhana dengan cara: mengeluarkan suara berirama, mengatur hembusan nafas keluar-masuk dan menggerakkan tubuh ke arah-arah tertentu.

Tentu bukan sembarang suara, bukan sembarang olah nafas, dan bukan sembarang gerakan tanpa arah, melainkan irama suara dzikir kalimatus syifa, nafas dengan hembusan kalimatut thoyyibah, dan gerakan kepala yang terarah menghujam ke arah dua jari di atas-bawah susu kiri dan kanan.

Perpaduan suara dan gerakan inilah yang secara kimia alami akan memantik dua kekuatan super dahsyat: [1] Menguatkan sistem keimanan yang bertransformasi pada sikap jiwa hilangnya perasaan takut kepada selain-NYA. Seorang yang imannya kuat tidak akan takut virus bahkan tidak takut kematian sekalipun. Sikap jiwa ini sangat penting karena akan melahirkan efek spiritual seperti digambarkan Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam.

من خفى الله خفه كلّ شيئ،

Barang siapa yang takut hanya pada Alloh akan ditakuti segala sesuatu. Sikap jiwa tiada rasa takut terhadap apapun hanya kepada Alloh berkelindan dengan pont berikutnya.

[2] Meningkatkan imun system akibat produksi massal hormon endorfin secara alamiyah, hormon yang menyehatkan jiwa karena antara lain mengeluarkan efek bahagia. Kebahagiaan yang melimpah akan membuat seseorang hidupnya tenang, senang, jauh dari kepanikan, ketakutan. Hormon dan kondisi psikologis yang bahagia karena mengingat –diingat dan bersama– Yang Maha Mematikan-Menghidupkan inilah penyumbang tertinggi naiknya antibodi/imunitas. Kalau seseorang tinggi imunnya karena imannya maka virus pun mati –dimatikan sendirinya.

Kedua, virus seperti Covid-19 yang biasa menyerang dan bersarang di jalur pernafasan hanya bisa dibasmi dengan dibakar dan dihanguskannnya hantaran energi panas di dalam tubuh. Tentu bukan sembarang udara suhu panas, melainkan energi panas yang bersumber dari vibrasi suara dan gerakan Api Dzikir. Vibrasi suara dan gerakan dzikir berfrekuensi tinggi inilah yang menggenerate energi panas.

Nabi Shollaho ‘alaihi wasallam menyatakan,  الذكر نار للشّياطين. Dzikir itu api bagi virus Syetan pengganggu. Maka berdzikirlah senafas-senafas maka vibrasi energi Api Dzikir itu akan membakar, menghanguskan virus. Energi panas Api Dzikir, ditegaskan Tuan Syeikh, lebih panas dari api Neraka Jahannam. Hangus terbakar matilah virus-virus itu bahkan hanya dengan hembusan hawanya saja.

Demikianlah tawaran solusi, tips sehat dari dokter ruh, para Syeikh Mursyid Thoriqoh. Tawaran solusi ini momentum di tengah banyak wilayah di sepanjang tahun ini ditetapkan pemerintah sebagai kawasan zona merah (red zone). Haturterimakasih kepada Guru Kekasih ALLOH yang telah mengajarkan bagaimana menjalani gaya hidup sehat dengan dzikir khusus di era pandemi ini.[]

Baca juga Kenapa Mesti Hati-hati Memilih Apa yang Dimakan?

Artikel

Habib Luthfi Ingatkan Ketum KNPI, Inilah Pesannya

Published

on

Pekalongan, JATMAN Online – Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama sowan ke kediaman Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (JATMAN) Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya di Jalan Dr. Wahidin, Noyonyaan Gg.7 Pekalongan Timur, Jawa Tengah, Senin (27/6).

Di depan Habib Luthfi, Haris bercerita soal dinamika kepemudaan dan rencana pelantikan pengurus DPP KNPI yang akan dilaksanakan pada Juli 2022 di Kota Yogyakarta.

“Abah Luthfi sangat ramah dan banyak wejangan yang diberikan kepada saya agar bisa memimpin KNPI lebih baik lagi,” ujarnya.

Haris mejelaskan pertemuan tersebut merupakan silaturahmi kebangsaan dan permohonan doa restu dalam masa kepemimpinan periode kedua dirinya menahkodai KNPI.

“Alhamdulillah pertemuan ini jadi momen berharga, selain dapat bersilaturahmi dengan Habib Luthfi sebagai salah satu ulama mahsyur pemersatu umat, saya dapat sowan secara empat mata dan menyampaikan mohon doa restu dalam kepemimpinan periode kedua ini,” kata Haris dalam keterangannya, Selasa (28/6).

Sementara itu, Habib Luthfi berpesan agar pemuda dapat terus menjaga persatuan dan kesatuan serta berkontribusi pada pembangunan nasional.

“Generasi muda harus terus memompa semangat persatuan dan kesatuan di tengah arus globalisasi dan penuh keprihatinan. Buktikan KNPI dapat jadi motor penggerak untuk berbakti kepada negeri,” tutur Habib Luthfi.

Habib Luthfi pun mengingatkan kepada Haris agar KNPI tidak terjebak pada politik praktis hanya pada kepentingan partai politik tertentu saja.

“KNPI jangan sampai terjebak pada kepentingan politik praktis kekuasaan dan partai politik tertentu saja, arah politik KNPI harus untuk kepentingan rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Continue Reading

Artikel

Konsistensi JATMAN Jawa Timur dalam Menjaga Eksistensi Gerakan Ketarekatan (2)

Published

on

Kegiatan JATMAN di Jawa Timur terbagi menjadi dua katagori, pertama yang berkaitan dengan ritual dan yang kedua berkaitan dengan organisatoris yang mengacu pada NU yang orientasinya bisa bermanfaat bagi JATMAN, NU dan negara bahkan bagi pengamal thariqah.

Kegiatan yang berkaitan dengan ritual, telah dibentuk sebuah forum untuk pertemuan para mursyid,  yang mana selama dua tahun ke belakang telah berjalan dengan nama Forum Halaqah JATMAN, yang membahas permasalahan thariqah dan kewargaan serta keorganisasiannya.

Sedangkan yang berkaitan dengan organisatoris, ada sekitar 18-23 program prioritas yang dilakukan sebagai upaya konsolidasi organisasi. Ada sekitar 40 Idaroh Syu’biyyah di Jawa Timur yang diprioritaskan untuk diremajakan, dengan terlebih dahulu melakukan musyawarah pergantian pengurus dan pengusulan program.

Di JATMAN Jawa Timur, untuk menentukan rois dan jajaran pengurus baru yang mendapat amanah untuk menjalankan roda organisasi dan mengusung program kegiatan, dilakukan di dalam Musyawarah Daerah (Musda). Pada Tahun 2018, Musda dilaksanakan mulai Bulan April-Juli. Bahkan, sebelum Idaroh Wustho dibentuk pada tanggal 22 April, Idaroh Syu’biyyah Kabupaten Magetan sudah terlebih dahulu melakukan Musda pada tanggal 5 Juli.

Selama satu periode kepengurusan, hampir seluruh Idaroh Syu’biyah sudah melaksanakan Musda termasuk lepas pantai, Bawean. Kemudian Syu’biyyah juga sudah membentuk Ghusniyah di tiga kecamatan, bahkan beberapa sampai di tingkat desa.

Rois JATMAN Jawa Timur, Kiai Ngadiyin Anwar mengungkapkan jika tanpa ada kendaraan lain, dan dalam kondisi sehat dan normal, JATMAN tidak akan bisa jalan dengan baik. Kendaraan ini adalah kesiapan pengurus dalam menejemen organisasi di berbagai tingkatan. Di samping itu, aturan main  dan mekanisme kerjanya juga harus diperbaiki. Sebagaimana menurutnya, Haq bilaa nidzam, yaghlibul bathin bin nidzam, tanpa ada sistematika yang baik dalam mengelola organisasi, nanti yang tidak sah, bisa mengalahkan yang sah. Itulah peran Syu’biyyah dan ghusniyyah.

Pada tahun ini, Kegiatan besar JATMAN Jawa Timur akan digelar, yakni Multaqa Mursyid yang akan dilaksanakan sekitar Bulan Agustus mendatang. Pada forum ini, dilakukan bahsul matsail yang membahas permasalahan ketarekatan. Namun yang sering menjadi kendala adalah Multaqa ini mauquf karena ada masalah internal thariqah tertentu yang dibawa ke antar thariqah yang lain. Di samping tidak menguasai thariqah tersebut juga ada perasaan tidak enak jika membahas lebih detail, sedang itu menjadi faktor internal yang mengandung berbagai hal yang tidak perlu diketahui oleh yang lain. Maka permasalahan itu akhirnya dikembalikan. Tapi sayangnya, ketika dikembalikan, belum ada yang bisa mengkoordinir potensi ulama thariqah dari thariqah tertentu.

Maka dua tahun yang lalu, di Jawa timur, atas inisiasi sendiri yang bukan bagian dari program JATMAN Aliyyah, JATMAN Jawa timur membentuk Forum Multaqa untuk masing-masing thariqah yang bukan bagian dari Forum Multaqa Mursyid, Khalifah, Badal JATMAN Jatim. Seperti Thariqah Naqsabandiyah yang sudah tidga kali megadakan multaqa dan terakhir di trenggalek, Thariqah Qadiriyah juga sudah tiga kali dan terakhir di Magetan, Thariqah Sadziliyiah satu kali di Mojokerto, Thariqah Syathariyah sudah dua kali, dan hanya Thariqah Tijaniyah yang belum melaksanakan multaqa.

Selama kepengurusan JATMAN Jawa Timur pada periodesasi ini, Kiai Ngadiyin Anwar menyadari jika mungkin program pembaharuan ini belum sepenuhnya tuntas dan masih harus diteruskan pada periode yang akan datang. Rencananya, kepengurusannya ini akan diakhiri pada Februari 2023.

Continue Reading

Artikel

Konsistensi JATMAN Jawa Timur dalam Menjaga Eksistensi Gerakan Ketarekatan (1)

Published

on

Jawa Timur adalah salah satu provinsi di Pulau Jawa yang menjadi basis gerakan tarekat. Dalam tulisan Syekh Abul Fadhol, Ahla al Musamarah fi Hikayat al Auliya’ al ‘Asyrah, Sayyid Rahmat atau Sunan Ampel selama mengajar di Pesantren Ngampel Denta Surabaya, membekali para muridnya Tarekat Naqsabandiyah yang kemudian diteruskan oleh Raden Paku atau Sunan Giri.

Mengingat basis Islam di Jawa pada waktu itu ada di Surabaya, maka tidak heran jika perkumpulan tarekat ini sudah mendarah daging bersamaan dengan berkembangnya Islam di Jawa Timur.

Dengan berjalannya waktu, Tarekat Naqsabandiyah ini kemudian menyebar di berbagai wilayah dan terintegrasi dengan berbagai tarekat besar seperti Khalidiyah, menjadi Tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah yang mana di Jawa Timur ada beberapa wilayah yang dianggap sentral seperti Malang, Kediri, Nganjuk, Ngawi dan Madiun

Di Malang, mursyid sepuhnya adalah Kiai Abdul Hayyi yang sudah mengalami tiga kali regenarasi. Saat ini, ijazah kemursyidan dipegang oleh Kiai Yahya Mu’idi yang zawiyahnya berada di Pondok pesantren Baitul Mukhlasin, Dusun Cokro, Desa Sukoanyar, Kec. Pakis, Kab. Malang.

Adapun di Kediri, Tarekat Naqsabandiyah berkembang di Kecamatan Baran yang saat ini dipimpin oleh Syekh Muhammad Miftahur Riza al-Barrani. Selanjutnya di Kecamatan Kertosono, Nganjuk dipimpin oleh Kiai Munawwir kemudian berlanjut kepada Kiai Hambali dan kepada Kiai Muslih, pengasuh Ponpes al-Musthofa.

Selain itu, ijazah mursyid Tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah di Jawa Timur juga dipegang oleh Kiai Adnan Ngawi, Kiai Abdul Rouf di Madiun Selatan serta Kiai Ngadiyin Anwar, pengasuh Ponpes Thariqah Sulaimaniyah Madiun melalui jalur Kiai Sulaiman pada tahun 1904-1936, dilanjutkan oleh Kiai Muhammad Adnan sampai tahun 1940, oleh Kiai Imam Muhyidin sampai tahun 1983, dan saat ini oleh Kiai Ngadiyin Anwar.

Di samping terintergrasi dengan Tarekat Khalidiyah, Tarekat Naqsabandiyah juga terintegrasi dengan Tarekat Qadiriyah yang dikenal dengan Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah (TQN).

Di Jawa Timur, perkembangan tarekat ini rata-rata melalui sanad dari jalur Jawa Tengah seperti Mranggen-Demak oleh Kiai Abdurrahman, Kiai Muslih dan Kiai Muthohar, kemudian Kiai Sholeh Sukoharjo dan Kiai Nawawi Purworejo. Namun ada pula yang langsung dari jalur Banten oleh Syekh  Abdul Karim melalui Kiai Kholil Bangkalan di Madura, Kiai Romli Tamim Jombang dan lain-lain.

Perkembangan tarekat di Jawa Timur, mengalami pertumbuhan yang pesat. Setidaknya ada sekitar 13-16 tarekat yang ada di provinsi ini, dengan populasi tarekat yang terbesar ada sebanyak lima tarekat, termasuk dua di antaranya sudah lebih dulu dijelaskan di atas, sedangkan tiga lainnya adalah Tarekat Sadziliyah, Tarekat Syattariyah dan Tarekat Tijaniyah.

Adapun Tarekat Sadziliyah, pusatnya ada di Tulungagung yaitu di Pondok PETA, di mana mursyid sepuhnya adalah Kiai Mustaqim, kemudian dilanjutkan oleh puteranya Kiai Abdul Djalil Mustaqim dan saat ini dipegang oleh Syekh Charir M Sholahuddin al Ayyubi melalui dua jalur, yaitu Kiai Makruf Mekkah dan Syekh Yasin al-Fadani Madinah. Selanjutnya ada Tarekat Tijaniyah dari Maroko dan Tarekat Syattariyah yang berkembang di Surabaya dan Madura.

Tarekat-tarekat di atas juga tersebar di beberapa wilayah di Jawa Timur seperti Jember, Pasuruan, Mojokerto, Blitar dan banyak lagi yang selanjutnya terhimpun dan terverifikasi sanadnya dalam Organisasi JATMAN, khususnya Idaroh Wustho Provinsi Jawa Timur.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending