Forum Silaturahmi MATAN Se-DIY Adakan Maulid Nabi Saw

YOGYAKARTA – Forum Silaturahmi MATAN Se-DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) untuk pertama kalinya mengadakan acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw dengan tema ‘Cinta Rasul Indonesia Makmur’ di halaman Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, pada Sabtu (23/11).

Acara tersebut dihadiri oleh banyak jamaah laki-laki dan perempuan serta beberapa tamu undangan seperti Rais Suriah PWNU DIY, LESBUMI, Formatur MATAN DIY, Jajaran Rektorat Universitas Nahdlatul Ulama, dan tamu undangan lainnya.

Sebelum mauidzah hasanah, KH. Mas’ud Masduki selaku Rais Syuriyah PWNU DIY memimpin tahlil bersama yang dilanjutkan dengan pembacaan maulid. Selanjutnya, KH. Jazilus Sakhok Ph.D, menyampaikan mauidzah hasanah.

Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta itu menyampaikan bahwa manusia itu mempunyai dua wajah, wajah dzahir dan wajah batin. Wajah batin adalah sesuatu yang tidak nampak namun ada pada diri kita yaitu akhlak, oleh karena itu Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak.

“Rasulullah mempunyai akhlak yang sangat mulia, beliau mempunyai wajah dzahir dan batin paling sempurna di antara manusia lainnya. Oleh karena itu, Rasulullah sebagai penutan muslim yang harus kita contoh, tidak hanya wajah dzahir saja namun batin juga dicontoh karena akhlak yang sangat baik. Misalnya juga Rasulullah memakai jubah karena memang menyesuaikan kondisi di negaranya dan Rasulullah sangat mencintai negerinya. Nah, kita sebagai orang Indonesia jika ingin mencontoh Rasulullah maka berpakaianlah menyesuaikan kondisi negara Repubik Indonesia,” ucap KH. Jazilus Sakhok Ph.D.

Gus Sakhok, sapaan akrabnya, menyebut bahwa ciri akhlak yang mulia itu ada tiga yaitu tawasuth artinya di tengah, ta’addul artinya adil, tidak condong kanan atau kiri, dan tawazun artinya seimbang tidak berat kanan atau kiri.

MATAN, tambah Gus Sakhok, harus mengupayakan keseimbangan antara intelektualitas dan spiritualitas untuk membuahkah akhlak yang mulia, karena hal itulah yang sangat dibutuhkan pada zaman sekarang.

Gus Sakhok menilai, masih banyak orang yang condong pada intelektualitas dan melupakan spiritualitas, padahal spiritualitas adalah jalan untuk memperindah wajah batin yang ada dalam diri manusia. (Lila Muttamimmah/Risky Aviv Nugroho)

Komentar
Loading...