Connect with us

Berita

Ensiklopedia Ulama Terpilih Indonesia Telah Terbit!

Published

on

Ensiklopedia Ulama

Jakarta, JATMAN.OR.ID: Soft launching Ensiklopedia Ulama Terpilih Indonesia digelar secara daring melalui ruang Zoom, Rabu, 23/12, di Yayasan Amanah Kita, Jakarta.

Hadir dalam acara ini Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya selaku penasehat dalam penerbitan ensiklopedia ini. Selain itu hadir pula Prof. Dr. Mohammad Baharun, Ketua Tim Penulis Ensiklopedia, Prof. Dr. KH. Imam Mawardi, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya dan H. Hartono Limin, Ketua Yayasan Amanah Kita sekaligus Penerbit Ensiklopedia Ulama Terpilih Indonesia.

Soft launching ensiklopedia ini mengambil tajuk Mengenal Lebih Dekat Ulama Nusantara dan dibawakan oleh host Putri Humaira. Acara ini juga disiarkan secara langsung di channel TV9.

Ensiklopedia Ulama

Dalam penjelasannya Prof. Dr. Mohammad Baharun mengatakan latar belakang diterbitkannya Ensiklopedia Ulama Terpilih Indonesia ini adalah adanya keinginan membuat sebuah buku rujukan yang lengkap dan komprehensif tentang ulama terpilih yang ada di Indonesia. Kriteria ulama terpilih ini ditentukan oleh tim penulis, di antaranya adalah ulama yang akan diangkat dalam ensiklopedia ini adalah ulama yang sudah wafat. Kedua, ulama yang mewakili ormas atau kepakarannya seperti ulama yang memiliki latar belakang organisasi Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis dan lain-lain.

Ketiga, mewakili wilayah. Dalam jilid 1 ini terangkum ulama dari Aceh sampai Nusa Tenggara Barat (NTB). Dan untuk jilid-jilid berikutnya akan kita angkat ulama dari wilayah lain seperti Kalimantan dan pulau-pulau lain,” tambahnya.

Ensiklopedia Ulama

Pada kesempatan ini Maulana Habib Luthfi bin Yahya menyampaikan rasa terimakasih atas terbitnya ensiklopedia ini kepada Tim Penulis yang diwakili Prof. Dr. Mohammad Baharun dan Penerbit yang diwakili oleh Bapak H. Hartono Limin. “Perlu sekali kita melihat bagaimana perjuangan tokoh-tokoh dan ulama kita dari yang sekarang ini ataupun yang terdahulu. Namun sayangnya, terutama ulama terdahulu seperti Wali Songo, kita kesulitan menemukan manuskrip-manuskrip tentang Wali Songo, bagaimana cara beliau berdakwah. Ternyata Wali Songo itu tidak saja berdakwah, mereka juga mengajarkan bagaimana berdagang, bertani, kedokteran dan lain-lain,” terang Abah.

Prof. Dr. Imam Mawardi, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya juga menyampaikan selamat atas terbitnya ensiklopedia ini. Ensiklopedia yang akan menjadi rujukan tentang ulama yang menjadi nasab keilmuan kita. Bagaimana ilmu agama itu sampai kepada kita. “Ensiklopedia ini akan menjadi instrumen yang baik untuk mengetahui nasab keilmuan kita,” paparnya.

Ensiklopedia Ulama

H. Hartono Limin, Ketua Yayasan Amanah Kita, Penerbit ensiklopedia mengharapkan agar ensiklopedia ini dapat diterima secara merata oleh semua kalangan di seluruh tanah air.[Af]

Berita

Ponpes Hidayatuth Thulaab Senami Gelar Istighosah

Published

on

By

Batang, JATMAN.OR.ID – Pondok Pesantren Hidayatuth Thulaab yang beralamat di Jalan Senami KM 07 Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang, kembali menggelar kegiatan rutin selapanan pada Sabtu (27/02). Acara selapanan tersebut dipusatkan di Aula yang terletak ditengah lingkungan pesantren yang diikuti oleh segenap santri, wali santri juga masyarakat sekitar.

Rangkaian acaranya diawali dengan penampilan grup hadroh selepas Maghrib. Setelah shalat Isya’ berjama’ah mulailah memasuki acara inti selapanan. Adapun rangkaian acaranya dimulai dengan pembacaan ummul qur’an, tilawatil qur’an, lantunan sholawat, istighosah dirangkai dengan do’a, penutup dan ramah tamah.

Kyai Muhammad Syahri Romadhon selaku pengasuh pondok pesantren Hidayatuth Thulaab seperti biasa selalu menyampaikan mauidhotul hasanah sebelum memimpin Istighosah. Kyai yang akrab dengan panggilan Mbah Dhon tersebut dalam ceramahnya menerangkan makna istighosah dan pentingnya menjaga ke-istiqomah-an dalam mengamalkannya sebagai upaya melestarikan amaliah NU.

“Istighosah adalah salah satu amaliah NU yang harus kita jaga dan lestarikan sebagai upaya batin untuk membentengi Nahdliyyin dari gempuran penyebaran ajaran salafi dan Wahabi” terang ketua komisi fatwa MUI kabupaten Batang.

Continue Reading

Berita

Gelar Kirab Merah Putih, Purwakarta Rayakan Hari Lahir NU ke-98

Published

on

Purwakarta, JATMAN.OR.ID: Kirab merah putih dalam rangka tasyakur harlah NU ke 98, Haul Syekh Muhammad Jauhari, Syekh Ibnu Ma’sum al-Hajj, KH Ma’mun Munawwar, sekaligus pengukuhan Idaroh Ghusniyyah JATMAN se-Kab. Purwakarta, Pengurus Komisariat MATAN UPI dan MATAN Al Muhajirin, Sabtu, 27 Februari 2021 / 16 Rajab 1442 H yang lalu, bertempat di lingkungan Ponpes Al-Muhajirin 3 Citapen, Sukajaya, Sukatani, Purwakarta.

Walau dalam kondisi seperti saat ini, JATMAN Purwakarta beserta keluarga besar Al-Muhajirin tetap menyelenggarakan acara tersebut dengan memperhatikan prokes dan membatasi tamu undangan.

Acara dihadiri Mudir Wustho JATMAN Jawa Barat Dr. KH. Eep Nuruddin M.Pdi., Ketua PBNU KH. Manan selaku inpektur upacara. Pada kesempatan itu beliau memberikan arahan akan pentingnya meneladani para mu’assis NU, baik dalam perjuangan dan pembangunan bangsa negara Indonesia tercinta, menyebarkan kasih sayang dan akhlak yang senantiasa terpancar dalam setiap tingkah laku, akhlak yang terbentuk dari keilmuan secara intelektual dan spiritual. Pada saat yang sama hadir pula Ketua PCNU Drs.KH. Bahir Muhlis M.Pd.

Pimpinan Ponpes Al-Muhajirin Dr. KH. Abun Bunyamin MA dalam sambutannya berterima kasih kepada seluruh keluarga besar Al-Muhajirin 3 di bawah asuhan KH. Anang Nasihin MA (Katib Awal Syu’biyyah) yang selalu siap bersedia dalam menyelenggarkan rutinitas jatman baik amaliah ataupun kajian ilmiah.

Hadir pula Ketua Yayasan Al-Muhajirin DR. Hj. Ifa Faizah Rohmah, S.Th.I, M.Pd dengan membagikan tumpeng kepada para tamu undangan, sebagai simbol rasa syukur, menjaga hasanah tradisi kebudayaan dan mau berbagi dengan sesama.

Rois Syu’biyyah Purwakarta, KH Anhar Haryadi berharap para pengurus tetap semangat dalam mensyiarkan thoriqoh karena semangat tinggi (himmah ‘aliyyah) ialah salah satu dasar utama thoriqoh sebagimana yang disampaikan oleh para guru mursyid terutama Syeikh Sulthon Auliya Abdul Qodir al-Jaelani QS. “Iman dan imunitas tinggi bisa tetap terjaga di antaranya dengan dzikir thoriqoh mu’tabaroh,” imbuhnya.

Acara dimulai dengan iringan bendera merah putih, serah terima bendera pusaka Merah Putih, bendera Pataka JATMAN, bendera Pataka NU oleh 30 pasukan baris berbaris BANSER, Pagar Nusa dan tim drumband, dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, pembacaan sholawat thoriqiyyah, dzikir tawasul dan doa.[Kontributor Purwakarta]

Continue Reading

Berita

KenDURIAN MATAN di Bandar Lampung

Published

on

KenDURIAN

Bandar Lampung, JATMAN.OR.ID: Pengurus Organisasi Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah PW MATAN dan beberapa PC MATAN se-provinsi Lampung mengadakan acara Kendurian MATAN di Bandar Lampung.

Acara silaturahim penuh keakraban, sharing santai dan diskusi ke-MATAN-an ini sebenarnya merupakan ngiras ngirus dari acara resmi DR. M. Hasan Chabibie, M.Si yg merupakan Kepala Pusdatin Kemendikbud yang juga Ketua PP MATAN Indonesia sebagai pembicara di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL).

KenDURIAN

Kendurian MATAN ini di laksanakan di Ponpes An-Noor Korpri Jaya Sukarame Kota Bandar Lampung, 27 februari 2021 yang dihadiri Warek 1 UIN, Dekan dan Dosen UIN RIL dan IAIN Kota Metro, Para Pengasuh Pondok pesantren serta Ketua & Sekretaris PW dan PC MATAN Provinsi Lampung.

Gus Hasan Chabibie dalam sambutannya memberi motivasi kepada seluruh kader MATAN Lampung, agar terus semangat berkhidmah di NU melalui MATAN, “Akan tetapi jangan lupa untuk berkarya dan membangun kualitas diri. Dan jangan hanya bangga dengan pencapaian dari khidmah kakek atau orang tua kita di NU. Kita sendiri harus berkarya,” pesannya.

Sebagai shahibul bait pengasuh pondok pesantren An-Noor Gus Abdul Ghofur mengingatkan agar kader MATAN juga berhasil dalam program ekonomi, baik untuk pribadi, maupun organisasi. Seorang da’i harus mapan, terutama segi ekonomi, agar fokus berkhidmah dan tidak salah niat.

KenDURIAN

Selanjutnya sesi tanya jawab dibuka, dimulai dari ketua PW MATAN provinsi Lampung Ja’far Shodiq dan di sambung pertanyaan dari Ketua PC MATAN Balam Herry Miftah. Semua pertanyaan dijawab dengan lugas dan penuh solutif oleh Gus Hasan, sambil ngopi dan makan bakso.

Sesi akhir adalah do’a yang dipimpin oleh Wakil Rektor 1 UIN RIL, DR. Alamsyah. Dan sebagai penutup acara adalah makan durian bersama. Inilah acara KenDURIAN sesungguhnya, celoteh sahabat MATAN Lampung disambut senyum dan tawa seluruh hadirin.[Kontributor Bandar Lampung]

Baca juga Jalan Hamba Menuju Pintu Takwa

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending