Dua Hal Yang Dijaga Kemenag RI

Surabaya – Pada Ahad (25/11) Menag mengungkapkan dua hal yang menjadi fokus Kementrian Agama Republik Indonesia. Hal tersebut beliau sampaikan di hadapan ribuan guru madrasah pada saat memberi sambutan Malam Puncak Anugerah Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah yang bertepatan dengan Hari Guru Nasional (HGN) ke-73 di Dyandra Covention Hall, Surabaya.

Menurut Menag, seluruh program di kementerian yang dipimpinnya berfokus dalam dua hal. Pertama menjaga moderasi Islam (washatiyah Islam), yang fokusnya ialah, pertama menjaga agar pemahaman dan pengamalan keagamaan di Indonesia tetap moderat, jauh dari ekstrimisme. “Kita terus menyerukan moderasi beragama, bukan moderasi agama, karena agama itu sendiri tentunya sudah moderat. Tetapi cara kita memahami agama boleh jadi terjebak pada perilaku berlebihan,” ungkap Menag yang pada saat itu juga tengah berulang tahun.

Dihadapan hadirin, Menag menyatakan di Kementerian Agama, bahwa prinsip wasathiyah Islam diterjemahkan sebagai visi Moderasi Beragama. Yakni, menghindari sikap ekstrim dalam beragama, dan selalu menonjolkan tafsir keagamaan yang berimbang serta adil. Kepada para guru ia juga menekankan bahwa pesan moderasi beragama ini perlu diterjemahkan kembali oleh para guru agar tersosialisasi kepada peserta didik secara inovatif, bijak, menyenangkan dan menghibur sesuai kebutuhan usia mereka.

Lalu hal kedua yang selalu dijaga Kementerian Agama adalah menjaga pemahaman bahwa beragama pada hakikatnya adalah juga ber-Indonesia dan sebaliknya. Bernegara pada dasarnya merupakan pengamalan beragama yang diyakini.

Pada kesempatan yang sama Menag juga menuturkan tiga tantangan di dunia pendidikan yaitu keterbatasan sarana prasarana, kesejahteraan guru dan kualitas dan mutu pendidikan. “Ketiga tantangan ini akan selalu menjadi perhatian serius dari Kementerian Agama,” tandas Menag. (Eep)

 

Komentar
Loading...