Diplomasi Langit di Tengah Pandemi

Dunia saat ini tengah dilanda sebuah musibah besar dengan adanya pandemi COVID-19. Hampir negara-negara di seluruh dunia merasakan dampaknya.

Semua lini kehidupan berbondong-bondong turut serta saling membantu dan gotong-royong dalam melawan musibah ini. Baik pemerintah, organisasi, maupun masyarakat ikut serta aktif untuk melawan virus yang sedang melanda dunia.

Berbagai upaya dan usaha telah dilakukan semaksimal mungkin untuk bersama-bersama melawan dan mencegah virus yang menjangkit seluruh dunia ini.

Sebagai umat beragama, sudah sayogjanya kita turut aktif menggelorakan kekuatan batiniyah dengan menggaungkan diplomasi langit.

Selain kita berusaha secara lahiriyah dengan mengikuti protokol dan aturan yang telah ditentukan pemerintah, seperti memakai masker, jaga jarak, membiasakan cuci tangan dan lain sebagainya. Kita juga perlu adanya usaha secara batiniyah dengan melakukan diplomasi langit.

Disaat manusia banyak yang lalai akan keagungan-Nya. Kita sebagai umat beragama. Memiliki Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Kuasa atas segala-galanya. Termasuk yang menciptakan dan memiliki virus ini. Melakukan do’a dan diplomasi langit sangat dibutuhkan saat ini untuk meminta supaya musibah segera diangkat dari muka bumi ini.

Siapa lagi yang menghilangkan dan menyembuhkan kalau tidak yang menciptakan sendiri yaitu, Allah subhanahu wa ta’ala. Maka dari itu, dengan mendekat dan mengingat-Nya lah permintaan dan negoisasi kita dikabulkan.

Diplomasi langit dapat kita lakukan dengan cara semakin meningkatkan ketakwaan dan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, semakin mendekatkan diri dan kembali mengingat akan kebesaran dan keagungan-Nya.

Perbanyak melakukan ibadah, berdo’a, berdzikir, bersedekah dan kebaikan-kebaikan lain yang bisa lebih meningkatkan ketakwaan. Dengan do’a dan mengingat-Nya lah semua permasalahan akan segera diselesaikan oleh-Nya.

Barangkali disaat sebelum adanya musibah ini, kita sering kali lupa dan mengabaikan perintah-Nya. Mungkin, saat ini Allah memperingatkan kepada kita untuk segera kembali mengingat dan mendekat kepada-Nya.

Allah rindu kepada hamba-hamba-Nya yang selama ini jauh dari-Nya. Allah menginginkan kita kembali. Kembali bersama dalam wadah ketakwaan dan ketaatan. Jauh dari kemaksiatan dan kesesatan.

Tidak semua orang bisa memahami dan menyadari bahwa musibah adalah cara Tuhan untuk mengingatkan hamba-hambanya. Musibah akan memiliki makna dan hikmah besar bagi orang-orang yang dekat dengan-Nya.

Usaha lahir dan batin berjalan secara seimbang dan beriringan, maka niscaya musibah akan segera diangkat dari muka bumi. Diplomasi langit terus digaungkan dan digelorakan, maka niscaya musibah akan menjadi sesuatu yang bermakna dan memiliki hikmah yang tiada terkira. Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua dan segera mengangkat musibah ini dari muka bumi. Aamiin ya rabbal ‘alamin. Wallahu’ alam bis shawab.

Kontributor: Muhammad Alvin Jauhari (Ketua PK MATAN UIN Sunan Ampel Surabaya, Mahasiswa Hubungan Internasional UIN Sunan Ampel Surabaya)

Baca Lainnya
Komentar
Loading...