Dialog NKRI, Mahabbah Kunci Tangkal Terorisme

PINRANG – Dialog Publik “NKRI Harga Mati” dengan tema “Menangkal Ancaman Radikalisme dan Bahaya Gerakan Terorisme terhadap Keutuhan Masyarakat di Daerah. Menghadirkan pembicara dari Kapolres Pinrang, Alimuddin Budung, S.Hi (Anggota DPRD Kab. Pinrang fraksi PKB), Kepala Kesbang Pinrang, Dr. Marif, SH., MH. (Wadek FH UIM Makassar) dan Ketua LBH Pinrang, Sabtu 14 Desember 2019 pukul 08.WITA di Fly Over Kec. Suppa Kab. Pinrang.

Pada akhir acara, selaku pengarah dialog guyonan Annangguru Abdurrahim Hadi, M.Fil.I (Sekum MATAN Kab. Pinrang) kepada ketua PKB wajib masuk MATAN serta seluruh peserta dialog yang belum pernah dikader.

Annangguru Abdurrahim juga menegaskan bahwa sejarah adanya kalimat “NKRI harga Mati” berawal dari Ahlith Thariqah yakni JATMAN.

“NKRI harga mati bukan basa-basi tapi NKRI Harga Mati, maksudnya tidak bisa lagi dirubah ataupun diganti sampai kapanpun dengan sebuah sistem kenegaraan yang lain. NKRI merupakan warisan para ulama al-‘amilin dan darah syuhada’,” ucapnya.

Radikalisme pada aspek kajian tasawuf memiliki koneksi dengan konsep “Mahabbah”. Jika cinta (mahabbah) menipis pada diri seseorang maka perilakunya menampakkan kekerasan dan hati yang sakit. Oleh karena itu, Jangan radikalkan hatimu bila engkau silang pendapat. Radikal negatif hanya tertangkal bila hati penuh mahabbah.

Ketua PKB sekaligus Anggota DPRD Pinrang H. Alimuddin Budung, SHI menyampaikan bahwa ciri radikal ada empat yakni : Intoleran, fanatik, ekslusif, revolusioner.

Dialog publik terlaksana berkat kerjasama MATAN dengan PEMDA, KNPI, Karang Taruna, IPNU dan IPPNU Kab. Pinrang LAPELITDA Pemdes Lero dan HIPMIL.

Penulis: Hardianto
Editor: Redaktur

Komentar
Loading...