Di Rumah Aja Tapi Masih Bisa Kontribusi Atasi Pandemi, Begini Caranya

Covid-19 sudah ditetapkan jadi pandemi. Suka tidak suka harus dihadapi dengan kerjasama dan sinergi. Satu sama lain idealnya saling mendukung sesuai peran dan tugas yang sedang diemban. Bukan saling abai apalagi mengacuhkan imbauan.

Setiap orang sejatinya bertanggung jawab, bukan keluyuran tak jelas asbab. Sudah saatnya rasa kemanusiaan berdasarkan fatwa keagamaan kita dikedepankan. Bukan sekedar menuruti arogansi keagamaan pribadi apalagi taklid dari mereka yang tak jelas silsilah keilmuan.

Meskipun misalnya kamu jadi bagian dari peran yang #dirumahaja bukan berarti tak bisa berkontribusi positif. Karena dengan #dirumahaja sebetulnya kamu sudah sangat membantu untuk memadamkan laju potensi penyebarkan virus Corona ini ke banyak orang termasuk keluarga.

Lalu apa yang bisa kamu lakukan saat #dirumahaja untuk ikut berkontribusi menghadapi wabah ini?

Pertama, Berdoa dan Banyak Berdzikir

Saat terjadi pandemi, kamu bisa ikut mendoakan agar wabah ini cepat berlalu. Doakan mereka yang terjangkit dan mereka yang tengah berjuang ikut melawannya di lapangan seperti tenaga medis, perawat dan dokter. Doakan Indonesia serta negara-negara lain di dunia. Berdoa tentu akan memunculkan harapan dan optimisme, sekaligus menjalin kedekatan dengan Tuhan.

Foto: Labbaik.id.

Jangan panik dan tetap tenang, dan ketenangan hanya bisa diperoleh dengan mengingat Allah Swt. Perbanyak dzikir, membaca Al Qur’an serta wirid dan doa-doa untuk mencegah corona lebih berdampak luas. Misalnya doa dari Nabi dan yang telah diijazahkan oleh para guru dan masyayikh. Inilah ikhtiar batin yang bisa dilakukan.

Kedua, Jaga Lisan di Media Sosial

Berita dan informasi yang tidak benar bahkan menyesatkan banyak berserakan di media sosial. Oleh karenanya jangan asal share. Pastikan informasi atau berita yang kamu sebar itu benar, berarti dan memang setelah kamu pertimbangkan punya dampak positif kepada sesama.

Foto: Tracy Le Blanc.

Sebagai netizen, kamu juga mesti menjaga lisan agar lebih baik diam daripada berkomentar atau memberikan opini yang unfaedah atau bahkan mencela, menjelek-jelekkan, merendahkan, menyebarkan ujaran kebencian ataupun hoax. Jika perlu kurangi intensitas dengan media sosial.

Ketiga, Kampanyekan #dirumahaja
Foto: Narasi TV.

Kamu juga bisa ikut mengkampanyekan gerakan untuk tetap #dirumahaja melalui medsos. Sebab masih banyak di luar sana yang bukan karena darurat atau penting mengabaikan imbauan pemerintah, ulama serta para praktisi kesehatan untuk beraktivitas, bekerja, belajar dan beribadah #dirumahaja.

Keempat, Optimis dan Berprasangka Baik
Foto: Donald Tong.

Sikap hati yang optimis akan memunculkan semangat dan harapan baik atas apa yang terjadi. Di tengah ujian atau peringatan dari Allah ini, kita perlu terus berprasangka baik dan percaya bahwa wabah ini akan berakhir. Selalu ada hikmah di setiap kejadian melalui ayat kauniyah Allah berupa bencana masal ini.

Kelima, Banyak Bersedekah

Kamu bisa ikut menyumbangkan sebagian dari rezeki yang Allah titipkan. Baik itu untuk saudara kita yang kehilangan pemasukannya, untuk mereka yang dinyatakan harus diisolasi, maupun untuk makanan, perlengkapan kesehatan, seperti masker, sarung tangan, sepatu, baju proteksi, pelindung wajah, hingga donasi hand sanitizer dan desinfektan untuk mencegah wabah semakin meluas.

Foto: Pixabay.

Tak semua orang punya penghasilan rutin bulanan ataupun simpanan saat harus #dirumahaja, banyak dari mereka yang kebingungan karena penghasilannya terhenti seketika. Maka mau tidak mau jiwa kepekaan dan solidaritas sosial kita terpanggil sebagai wujud persaudaraan.

Keenam, Bersabar dan Bersyukur

Tentu #dirumahaja juga membutuhkan kesabaran. Sabar dengan berupaya semampu kita dan berdoa agar bencana ini segera hilang. Sabar untuk konsisten di dalam rumah dalam rangka Social Distancing sesuai imbauan. Misalnya hanya keluar jika ada hal mendesak, atau juga sabar untuk menahan diri dari memposting komentar, opini atau meme yang bisa berdampak buruk. Bersabar juga dibutuhkan dalam menjalankan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.

Foto: Josh Willink.

Kamu juga masih tetap bersyukur kok, yakni dengan memanfaatkan kesempatan berkumpul dengan keluarga sehingga quality time dan quantity time bisa diperoleh sekaligus. Manfaatkan waktu dengan kegiatan bermanfaat, seperti olahraga, baca buku, belajar online, hingga mengkhatamkan Al Qur’an bersama keluarga. Jadikan apapun untuk mendekatkan diri pada Allah.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...