Di 3 Negara Ini, Muslim Berpuasa Selama 20 Jam

Puasa makna dasarnya adalah menahan, bahasa Arabnya ‘al-imsaak’ . Karena itu, di Indonesia dikenal istilah ‘imsak’ sebagai penanda atau ‘lampu kuning’ yang mengingatkan bahwa beberapa saat lagi puasa dimulai.

Biasanya, orang-orang sudah mulai berhenti makan dan minum ketika sirine imsak berbunyi. Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal yang membatalkannya, dari mulai sebelum terbit fajah hingga terbenamnya matahari atau ditandai dengan azan magrib.

Jadi, patokan lamanya seseorang berpuasa bukanlah hitungan jam, tapi terbitnya fajar dan tenggelamnya matahari.

Karena itu di sejumlah tempat atau negara, lamanya waktu puasa berbeda-beda. Muslim di Indonesia serta negara-negara tetangganya rata-rata berpuasa selama 13 hingga 14 jam.

Meski begitu mungkin untuk sebagian orang, terutama yang tidak membiasakan berpuasa di luar bulan Ramadhan, masih dirasakan berat.

Durasi puasa di sejumlah negara di dunia:

Durasi siang hari di berbagai negara. (aljazeera.com)

Ada setidaknya tiga negara, di mana muslim yang tinggal di sana harus berpuasa lebih lama dari waktu rata-rata, yaitu selama kuramg lebih 20 jam. Berikut negara-negara tersebut:

Greenland

Greenland merupakan negara otonom dari Kerajaan Denmark. Terletak di antara Samudra Arktik dan Atlantik, sebelah timur Kepulauan Arktik Kanada.

Pinggir pantai. (futurecdn.net)

Greenland adalah pulau terbesar di dunia, tapi sekitar tiga per empatnya ditutupi oleh lempeng es abadi, sehingga pulau itu merupakan wilayah dengan penduduk terjarang di dunia. Data tahun 2013 jumlah penduduk Greenland sekitar 56 ribu jiwa, sepertiganya tinggal di kota Nuuk, ibu kota sekaligus kota terbesar di sana.

Tidak banyak muslim yang tinggal di Greenland, tapi apabila Anda mencoba mengunjunginya saat bulan Ramadhan dan tetap menjalankan ibadah puasa, Anda akan berpuasa selama lebih dari 20 jam.

Di Greenland puasa dimulai dari pukul 02.16 pagi hingga malam hari sekitar pukul 23.14 waktu setempat. Matahari di Greenland memang terbit selama hampir 24 jam pada musim panas.

Praktis, Anda hanya akan punya waktu sekitar 2 jam saja untuk berbuka puasa sekaligus menyiapkan makan sahur.

Norwegia

Islam di Norwegia merupakan agama terbesar kedua di Norwegia setelah Kristen. Pada 2018, jumlah muslim di negara tersebut sekitar 166.861 atau 3,15% dari total populasi.

Muslim di Norwegia bisa berpuasa hingga 20 jam. Di ibukota Oslo misalnya waktu imsak sekitar pukul 02.18 dan waktu berbuka puasa pukul 22.47. Artinya, muslim di sana hanya punya waktu sekitar empat jam untuk berbuka puasa sekaligus makan sahur.

(norwaytoday.info)

Memang organisasi muslim setempat seperti Islamic Centre of Northern Norway, misalnya, mengeluarkan fatwa yang memberi pilihan kepada muslim lokal untuk mengikuti puasa dengan mengikuti waktu Mekah, ketika puasa di negara Skandinavia ini melebihi 20 jam.

Ada juga muslim yang berbuka mengikuti waktu negara Islam terdekat seperti Turki. Sehingga, umat muslim di Norwegia, termasuk masyarakat muslim Indonesia yang tinggal di sana berbuka puasa pada waktu yang berlainan, sesuai keputusan masing-masing.

Finlandia

Muslim di Finlandia harus menanti waktu maghrib selama sekitar 20 jam. Tentu saja cukup berat menjalankannya bagi yang belum terbiasa, seperti muslim Indonesia yang baru tinggal di sana. Apalagi mereka tetap harus beraktivitas dan bekerja sebagaimana biasa.

Masjid di Finland. (republika.co.id)

Sama seperti di Norwegia, sebagian Muslim di sana juga tidak mengikuti waktu lokal dan mengikuti waktu puasa di Mekah. Namun, sebagian lagi tetap menjalankan sesuai dengan waktu setempat. Komunitas muslim di Finlandia tetap menjalankan ibadah di bulan Ramadhan seperti salat tarawih berjamaah seperti muslim lainnya, meskipun waktunya sangat sempit.

Meski harus berpuasa dengan durasi waktu yang panjang, tidak sedikit muslim di negara-negara tersebut mampu menjalankannya dengan baik. Karena inti dari ibadah sejatinya adalah niat. Dengan niat yang kuat, tantangan dalam beribadah seharusnya dapat terlewati.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...