Connect with us

Berita

Dewan Guru Pengampu Al-Qur’an Pesantren Al-Hamidiyah Ikuti Diklat Metode Bil Qolam

Published

on

Depok, JATMAN Online – Pesantren Al-Hamidyah Depok, memfasilitasi Dewan Guru Pengampu Al-Qur’an untuk mengikuti pelatihan pembelajaran Al-Qur’an dengan Metode Bil Qolam, acara berlangsung selama 2 hari dari tanggal 5-6 Januari 2022, bertempat di Ruang Kelas Kajian Islam.

Pelatihan ini dipandu oleh 2 trainer, yaitu Ust. Abdul Qodir dan Ust. Muhammad Lutfillah dari Pesantren Ilmu Al-Qur’an Singosari, Kota Malang. pada hari pertama dibawakan oleh trainer Ust. Abdul Qodir. Acara dimulai pukul 07.45 s/d 12.15.

Patut diketahui, metode pembelajaran Al-Qur’an Bil Qolam ini disusun oleh KH. M. Bashori Alwi atas usulan KH. Mudatstsir dari Madura.

KH. M. Bashori Alwi diminta untuk menyusun buku panduan belajar praktis membaca Al-Qur’an.

Kata Bil Qolam diambil dari salah satu firman Allah SWT Surat Al-Alaq ayat 3-4 yaitu
 اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
“Bacalah, dan Tuhan mu lah yang Maha Pemurah.”
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
“Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.”

Hadir menyampaikan sambutan Ust. Ahmad Ridwan, M. Sy sebagai Penanggung Jawab Kurikulum Kajian Islam,
Kesempatan berharga ini harus dimaksimalkan dengan baik, sehingga kita para Pengajar Al-Qur’an dapat menguasai metode Bil Qolam ini dengan baik dan harapannya agar para Santri Pesantren Al-Hamidiyah dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai standar Ilmu Tajwid.

Pada muqodimahnya, Ust. Abdul Qodir menyampaikan bahwa seorang pengajar harus memegang panduan yang tersusun dan terarah, hal ini akan memudahkan pencapaian dari tujuan pembelajaran, dengan menggunakan metode Bil Qolam.

Lima pilar pada panduan metode Bil Qolam yaitu:

  1. Sumber Daya Manusia (SDM), Ustadz/ah yang bagus, mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, menyamakan
    persepsi dalam membaca Al-Qur’an. Ukuran bacaan satu alif juga menjadi metodologi pada metode Bil Qolam serta nada khos (khusus) juga harus menjadi standar.
  2. Bahan ajar yang bagus, pada metode Bil Qolam mewakili segala kompetensi yang ada dalam Al-Qur’an, yaitu adanya tahapan sesuai kemampuan, bahan ajar simple dan sistematis.
  3. Metodologi, yakni menggunakan metode Jibril, yaitu guru membaca dan murid menirukan.
    Sebagaimana firman Allah Swt

لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ

“Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.”

  1. Pengelolaan Kelas, dengan cara klasikal penuh, dan jumlah santri harus punya kemampuan yg sama sesuai jilid serta kapasitas satu guru membimbing antara 20 sampai 25 santri.
  2. Perangkat pembelajaran yaitu berupa
    RPP, absen, jurnal pengajaran, buku prestasi.

“Pengajar Al-Qur’an haruslah mengetahui 5 pilar pada metode Bil Qolam,” Tegas Ust Abdul Qodir, Pengajar di Pesantren Ilmu Al-Qur’an Singosari, Kota Malang.

Menjadi Motivasi bagi kita semua bahwa Rasulullah Saw dengan sabdanya yaitu :

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik orang di antara kamu adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya.” ( HR. Bukhari ) 

Juga dengan sabda lainya yaitu :

إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ

“Sesungguhnya Allah Swt mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al-Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya” (HR. Ahmad)

Pelatihan hari ke-2 oleh Trainer Ust. Muhammad Lutfillah, melanjutkan materi pada jilid 3 sampai jilid 4, saat muqodimah mereview materi hari kemarin.

Pada tiap-tiap jilid harus mengetahui petunjuk Bil Qolam untuk standarisasi pengajaran Al-Qur’an sehingga dapat mencapai tujuan dari metode Bil Qolam.

“Penting sekali bagi para Ustadz/ah selalu murojaah sebelum mengajar, dan haruslah sesuai dengan petunjuk Bil Qolam,” Ucap Tim Pentashih Bil Qolam.

Training metode Bil Qolam diikuti oleh para Pengajar Al-Qur’an Kajian Islam Pesantren Al-Hamidiyah secara luring dan daring dengan pembelajaran hybrid. (red. Abdul Mun’im Hasan)

Berita

Petanesia Gelar Rakernas II, Habib Luthfi Serukan Pesan Damai

Published

on

Mojokerto, JATMAN Online – Pencinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) menggelar forum Rapat Kerja Nasional II 2022 di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (6/8). Dalam Rekernas tersebut disuarakan pesan damai.

Pesan damai dari puluhan tokoh agama dan tokoh budaya itu disampaikan karena potensi konflik yang memecah belah bangsa sangat mungkin terjadi jelang momentum 5 tahunan Pemilu 2024.

“Kepentingan partai politik yang bersifat sesaat jangan sampai mengalahkan kepentingan bangsa yang lebih luas,” kata pendiri sekaligus Ketua Dewan Fatwa Petanesia Habib Lutfhi Bin Yahya dalam siaran pers kepada JATMAN Online.

Harapannya, Petanesia menjadi garda terdepan dan benteng merawat keberagaman budaya, kultur dan ragam agama di Indonesia.

Indonesia saat ini akan berusia 77 tahun. Jika diibaratkan manusia, kata Habib Luthfi, usia 77 tahun sudah tua. Namun bagi sebuah bangsa, usia tersebut masih sangat muda dan masih sangat rentan mengalami perpecahan.

“Bangsa Indonesia tidak boleh terpecah dalam momentum apapun, bangsa Indonesia harus tetap cinta tanah air,” jelasnya.

Sementara itu, penasihat Petanesia KH Asep Saifudin Chalim mengingatkan para pejabat dan tokoh politik akan adanya kelompok-kelompok tertentu baik itu kelompok ekstrem kiri maupun ekstrem kanan.

“Para tokoh politik dan pejabat harus menjunjung nilai toleransi dan tidak berpihak kepada kelompok manapun demi kepentingan bangsa,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto ini.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Petanesia Deni R Sagara, menyampaikan bahwa Petanesia adalah gerakan kebangsaan yang memiliki tugas mulia yakni merawat keberagaman,merawat budaya nusantara, mencintai indonesia.

“Karena itu, Petanesia harus tampil terdepan melayani semua elemen bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya.

Kata pria yang akrab dipanggil Bung Sagara ini mengutip pesan populer Bung Karno yakni “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri,”.

Menurutnya, pesan tersebut mengandung makna bahwa Indonesia memiliki potensi perpecahan yang disebabkan oleh bangsanya sendiri.

Continue Reading

Berita

Bedah Buku ‘Toleransi’ Milik Prof Quraisy Shihab, TGB: Harus Lebih Tebal Lagi

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Dr KH Muchlis M. Hanafi memandu acara Launching dan bedah buku ‘Toleransi” karya Prof Quraisy Shihab yang diterbitkan oleh Muslim Council of Elders (مجلس حكماء المسلمين) pada event Islamic Book Fair 2022 di JCC Senanyan Jakarta pada hari Sabtu (06/08).

Pada bedah buku ini dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin, MA, menyampaikan perlunya warga Indonesia membaca dan memahami buku yang sangat bagus ini sebagai pedoman bertoleransi.

“Bahwa narasi gagasan beliau sangat kuat sekali, sangat sistematis, berbasis argumentasi Al-Qur’an dan Hadist, pengalaman dari sejarah, sehingga betapa pentinganya toleransi,” katanya.

Ia berpesan dan menganjurkan agar masyarakat membaca buku ini sebagai pedoman toleransi.

“Negara multi kultural yang majemuk, dari budaya, bahasa diperlukan sikap toleransi hal ini adalah sebuah kemestian, harus kita jalani,” terang Kamaruddin.

Bahwa buku Toleransi ini, lanjut dia, akan memberikan banyak manfaat untuk semua masyarakat sebagai warga Negara Indonesia.

“Mencerahkan mencerdaskan umat yang hidup ditengah Negara dan Bangsa yang sangat multi kultur,” ucapnya.

Dalam kesempatan lain, pembicara kedua Dr Tuan Guru Bajang (TBG) Muhammad Zainul Majdi Lc MA mengatakan bahwa hadirnya buku ini menjadi istimewa karena sesuai dengan tempatnya.
وضع شيئ على محله “Meletakkan sesuatu pada tempatnya” (proporsional).

Karena itu wadhoa syai’ fimahalihi menjadi penting.

“Hadirkanlah muamalah yang baik, diruang publik tentunya dengan bertoleransi,” jelas Ketua Organisasi Alumni Al-Azhar Internasional (OIAA) Cabang Indonesia ini.

TGB mengungkapkan, satu hal yang kurang dari buku ini adalah kurang tebal saja, isi dari pembahasannya akan menjadi rujukan untuk kita semua sebagai warga Indonesia yang cinta kepada tanah airnya.

“Satu saja yang Syekh (Prof Quraisy Shihab) bahwa harus lebih tebal lagi,” klakar ulama dan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini.

Muchlis M. Hanafi mengungkapkan kebanggaannya pada acara ini yang dihadiri langsung oleh penulis buku Toleransi yaitu Prof. Quraisy Shihab.

“Sehingga acara ini terasa keberkahannya, semoga beliau senantiasa Allah berikan kesehatan dan umur yang selalu memberikan kemanfaatan untuk kita semua sebagai warga Negara Indonesia,” Punkas Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan

Editor: Warto’i

Continue Reading

Berita

Habib Luthfi Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Darat

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Ketua Sufi Dunia Maulana Habib Luthfi bin Yahya Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Darat oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, Pengukuhan digelar di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (5/8/22).

Dudung mengatakan bahwa Habib Luthfi merupakan sosok ulama besar yang telah berkontribusi kepada bangsa Indonesia.

“Beliau ini senantiasa mengedepankan tiga pilar pemberdayaan umat yaitu agama, kebangsaan atau nasionalisme dan pertumbuhan ekonomi.” kata Dudung dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Darat, Jumat malam (5/8).

Ketiganya dirangkai harmonis dalam platform sejarah kebangsaan menjadi strategi dakwah yang damai, berkarakteristik ke-Indonesia-an yang multi etnis, ” sambung Kasad.

Pada kesempatan tersebut, Habib Luthfi bin Ali Yahya berterima kasih banyak kepada Angkatan Darat dan khususnya kepada Kasad yang telah mempercayai dirinya, sehingga diangkat sebagai warga kehormatan Angkatan Darat.

Seberapa besar kita menghargai jasa para pendahulu dan pendiri bangsa Indonesia, serta sejauh mana kita berterima kasih, sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, katanya pula.

“Semoga dengan pengukuhan ini, saya akan menjadi perekat kekuatan-kekuatan, terutama kekuatan pertahanan nasional,” kata Habib Luthfi.

Pengukuhan Habib Luthfi Bin Yahya ditandai dengan penyematan jaket loreng dilanjutkan penyerahan sertifikat, plakat dan merchandise dari Kasad. Selanjutnya acara diakhiri dengan doa dan foto bersama.

Turut hadir dalam acara ini Wakasad beserta PJU Mabesad, Pangkostrad, Pangdam Jaya dan Wadanjen Kopassus.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending