Portal Berita & Informasi JATMAN

Dahsyatnya Energi Shalawat

0 34

Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA. Rahimahullah, pernah menyampaikan kesan menjadi thalibul hadits seraya memotivasi, “Di antara keistimewaan mempelajari hadits nabi; pertama, dengan mempelajari hadits nabi pelajar akan banyak bershalawat untuk Nabi Muhammad Saw, yaitu saat disebut namanya. Kedua dengan mempelajari hadits nabi pelajar merasa seolah-olah hidup bersama Nabi Muhammad Saw, yaitu saat dibaca sutu peristiwa dalam hadits.

Dua kesan di atas menyadarkan diri kita bahwa saat ini kita hidup di zaman yang sangat jauh dari zaman kenabian, jarak keduanya lebih dari 1400 tahun. Namun demikian kita harus bersyukur kepada Allah Swt atas nikmat-Nya yang besar, yaitu Dia tidak memutuskan hubungan umat Muhammad ini dengan nabinya, hubungan antara tetap nyambung, bahkan seolah-olah mereka hidup sezaman. Melalui “dua penghubung; yaitu ‘perintah bershalawat’ dan terjaganya ‘hadits-hadits nabi’.”

Perintah Bershalawat di dalam Al-Quran: Allah Swt menyeru hamba-Nya bershalawat untuk Nabi Muhammad Saw seraya berfirman, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawat dan salamlah kalian untuk Nabi, dan ucapkanlah salam penghormatan untuknya.” (QS. Al-Ahzab/33: 56).

Imam Al-Qurthubi dalam kitab Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an menjelaskan, bahwa melalui ayat ini Allah Swt memuliakan nabi-Nya, baik saat masih hidup maupun setelah wafat. Shalawat dari Allah Swt adalah rahmat dan ridha-Nya. Shalawat dari para malaikat adalah doa dan istighfar. Shalawat dari umatnya adalah doa dan penghormatan atas kedudukannya. Shalawat wajib dibaca sekali seumur hidup, bahwkan wajib di setiap melakukan amalan wajib yang terdapat rukun shalawat di dalamnya.

Ayat di atas tidak hanya menjelaskan tentang perintah Allah Swt kepada hamba-Nya bershalawat untuk Nabi Muhammad Saw. Namun terdapat dua hal yang special di balik perintah bershalawat di sini; pertama, perintah bershalawat special hanya untuk Nabi Muhammad Saw tidak untuk para nabi yang lain. Kedua, Allah Swt yang memberi perintah telah terlebih dahulu bershalawat untuk Nabi Muhammad Saw, baru kemudian malaikat-malaikat-Nya, dan baru diperintahkan kepada hamba-hamba-Nya.

Rasulullah Saw Menjelaskan Energi Shalawat
Syadad ibn Aush Ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabada, “Sesungguhnya shalawat kalian untukku akan sampai kepadaku.” Seorang sahabat bertanya, “Bagaimana shalawat kami untukmu bisa sampai kepadamu padahal kamu telah dikubur?” Beliau lalu menjawab, “Sesungguhnya Allah Swt telah mengharamkan bumi memakan jasad para Nabi.” (HR. An-Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Al-Baihaqi) Imam Ibnu Mulqin berkata, shalawat seorang yang sampai kepada Nabinya merupakan “penghubung” yang menghubungkan antara dirinya dengan Nabinya.

Shalawat yang merupakan penghubung antara seorang Muslim dengan nabinya, tentu memberi energi positif bagi sang pembacanya. Syaikh Dr. Ali Jumah berkata, “Salah satu upaya seorang hamba mencegah diri dari kemaksiatan adalah menjalin “hubungan” kepada Nabi Muhammad Saw. dengan senantiasa bershalawat. Selain itu, shalawat juga merupakan bukti cinta seorang Muslim kepada Nabinya. Rasulullah Saw pernah bersabda, “Tidak sempurna iman salah seorang kalian, sehingga Aku lebih dicintainya daripada anak-anaknya, orangtuanya, bahkan seluruh manusia.” (HR. Muslim). Maka, cinta yang dibuktikan dengan memperbanyak shalawat akan memberi energi yang dahsyat bagi seorang Muslim demi menjaga cintanya kepada Nabinya.

Keutamaan Berhsalawat
Keagungan shalawat adalah sesempurna sifat Allah yang memerintahkannya dan semulia Nabi Muhammad Saw yang menjadi objeknya. Inilah sebabnya suatu majlis atau forum menjadi hampa tanpa adanya muatan shalawat. Keutamaan shalawat sangatlah banyak bahkan ini menjadi salah satu bukti keagungan shalawat itu sendiri. Di antara keutamaan bershalawat berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan hasan;

Pertama, seorang yang bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw dengan satu shalawat akan mendapat tiga keutamaan sekaligus yaitu; Allah Swt membalasnya dengan sepuluh rahmat, dihapusnya sepuluh kesalahan, dan diangkatnya dengan sepuluh derajat.Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurirah bahwa Nabi Saw bersabda, “Siapa yang bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim) .

Kedua, para malaikat akan bershalawat dengan tujuhpuluh kali shalawat kepada orang yang bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Hal ini sesuai hadits Mauquf dari ‘Abdullah bin ‘Amr, dia berkata, “Siapa yang bershalawat kepada Nabi Saw maka para malaikat bershalawat kepadanya tujuh puluh kali.” (HR. Ahmad) Hadits ini dinilai hasan oleh Imam Al-Busyairi dalam Ithaf dan Imam Al-Haitsami dalam Majma’ az-Zawaid. Mauquf di sini dinilai Marfu’ karena tidak mungkin berasal dari Ijtihad, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Suyuthi dalam Tadrib Ar-Rawi.

Ketiga, shalawat dapat mengantarkan pengamalnya kepada posisi yang sangat mulia, paling dekat dengan Nabi Saw di Akhirat nanti. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Mas’ud bahwa Nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling utama pada hari Kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat untukku.” (HR. At-Tirmidzi, kualitas hasan).

Demikianlah tiga keutamaan dari sekian banyak keutamaan bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Semoga kita dapat meraih keutamaan tersebut. Dan, mari tumbuhkan spirit bersyukur karena dengan bersyukur kepada Nabi Muhammad Saw kita bersyukur kepada Allah Swt. Terakhir, mari kita jaga shillah yang sudah disambungkan oleh Allah Swt, dan jangan kita lalai sehingga ketika disebut nama Nabi Muhammad Saw kita akan senatiasa membaca shalawat. Jangan sampai kita dinobatkan sebagai orang yang paling bakhil sedunia Akhirat. “Yaitu, orang yang ketika disebut namaku di sisinya, dia tidak berhalawat untukku.”

Oleh: Adithiya Warman, SSI. Lc. M.Ag.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

twelve − five =