Catatan Khusus Silatnas MATAN Siapkan Kader Sufi Pemimpin Bangsa

MATAN singkatan Mahasiswa Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah an Nahdliyyah merupakan organisasi pemuda pengamal tarekat. Baik mahasiswa secara formal S1, S2, S3 maupun mahasiswa secara informal yang terdiri dari pelajar, pemuda, masyarakat maupun tokoh yang telah berbaiat di salah satu thariqah mu’tabarah.

Status murid tarekat dan walaupun telah berusia lanjut sampai 60 tahun ke atas tetap menyandang sebagai jamaah tarekat, esensinya dia mahasiswa depan syekhnya, sehingga terkenal guyonan di kalangan kader-kader MATAN tidak ada mantan di MATAN.

Jadi MATAN adalah organisasi pengamal tarekat yang menghimpun murid-murid tarekat atau lebih dikenal mahasiswa tarekat tanpa batasan usia, tidak mengenal istilah mantan mahasiswa selama mereka berstatus murid di depan syekh, mursyid atau guru tarekatnya.

Thariqah al-Mu’tabarah adalah jalan kesufian yang tergorganisir dalam tarekat sahih yang nasab silsilahnya terhubung kepada Nabi Muhammad Saw. Sedangkan an Nahdliyyah adalah tashieh dari JATMAN-NU (Jam’iyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah al-Nadhliyah Nahdlatul Ulama) salah satu badan otonom dari Nahdlatul Ulama.

Foto: Arip.

MATAN didirikan oleh para masyayikh tarekat dan dideklarasikan secara resmi pada forum Muktamar XI JATMAN NU di Pondok Pesantren al-Munawariyyah Malang Jawa Timur pada tanggal 10-14 Januari 2012 M/ 16-20 Shafar 1433 H.

Perekrutan anggota MATAN melalui pengkaderan yang disebut Suluk, terdiri atas tiga jenjang, Suluk MATAN I (Sultan dasar), suluk MATAN II (Sultan menengah) dan suluk MATAN III (Sultan tingkat tinggi).

Untuk menguatkan silaturahim antara sesama alumni Suluk maka salah satu agenda tahunan di MATAN adalah Silaturahim Nasional (Silatnas) yang tahun 2020 atau Silatnas VIII MATAN dilaksanakan di Asrama Haji Sudiang Makassar selama tiga hari (2-4/3).

Ini adalah Silatnas MATAN yang pertama kali dilaksanakan di luar Jawa yang diikuti perwakilan dari utusan wilayah dan cabang MATAN se-Indonesia yang jumlahnya 622 kader alumni suluk. Khusus saat pembukaan acara Silatnas dihadiri 1.326 simpatisan dari berbagai kalangan.

Menteri Agama RI Fachrul Razi saat pembukaan Silatnas mengaku sangat senang menghadiri kegiatan MATAN berskala Nasional itu dan menitip harapan agar Silatnas menghasilkan rumusan kriteria pemimpin masa depan.

Saat yang sama dan pesan yang sama Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengharap agar MATAN menjadi wadah sangat tepat untuk melahirkan pemimpin bangsa masa depan.

Rais Aam JATMAN Habib Luthfi bin Yahya dalam tausiahnya di Silatnas mengamanatkan kepada aktivis MATAN agar membuat model suluk khusus untuk pengkaderan bekal pemimpin bangsa ke depan.

Dari harapan, pesan dan amanah untuk MATAN itulah, maka hasil sidang-sidang komisi yang telah diplenokan di Silatnas merumuskan beberapa poin penting yang disebut “Deklarasi Makassar” yang terdiri atas sembilan point penting, sebagaimana disampaikan Plt. Ketum PP MATAN.

Sembilan deklarasi hasil Silatnas MATAN adalah (1) MATAN bukan alat politik praktis (2) MATAN sebagai wadah dakwah sufistik (3) MATAN menjadikan medsos sebagai media dakwah tarekat (4) MATAN sebagai rumah menjaga NKRI (5) MATAN sebagai sumber narasi keagamaan yang inklusif (6) MATAN tempat menyalurkan kader pemimpin nasional (7) MATAN menjadi laboratorium kepemimpinan spiritual (8) MATAN sebagai stok kader-kader pemimpin agama (9) MATAN menjadi fondasi pemberdayaan ekonomi.

Foto: Arip.

Dari kesembilan isi deklarasi tersebut disingkat dalam sebuah tema “MATAN Berdaya Indonesia Maju”. Sehingga diharapkan kader-kader MATAN terus bergerak berdaya guna mencari dan mengisi peluang-peluang pemberdayaan. Terutama pada segi pemberdayaan kader sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi dan lebih khusus pemberdayaan aspek spiritual (ruhani).

Rais Awwal Idarah Aliyah JATMAN Habib Puang Makka di acara penutupan Silatnas MATAN menegaskan, acara Silatnas tidak sampai di sini, tapi harus terus berkelanjutan.

“Jangan kalian menjadi mantan aktivis tarekat di MATAN. Kalian pulang dari sini (Silatnas) harus yakinkan diri untuk menjadi bagian dari bangsa yang punya kontribusi penting terutama di bidang keagamaan dan spiritual.
Khusus di zaman melenial ini kader MATAN harus menguasai berbagai bidang dan menggunakan banyak jaringan terutama medsos sebagai wahana pemberdayaan menuju Indonesia lebih maju yang diidam-idamkan. Yakinlah bahwa pelaku tarekat bisa melakukan itu,” tegas Puang Makka.

Karena itu, hasil Silatnas MATAN diharapkan secara nyata bisa mengakomodasi antara aspirasi dengan sisi ruhani, bisa mengisi ruang batin dengan kejernihan gagasan spiritual berdasarkan ajaran tarekat untuk agama dan bangsa di era ini.

Pada intinya MATAN satu-satunya organisasi pengamal tarekat sekaligus komunitas kumpulan aktivis tarekat yang diharapkan terus melahirkan kader-kader spiritualis pemimpin bangsa. Caranya dengan menjadikan hasil Silatnas sebagai sumber inspirasi dalam melakukan berbagai aktivitas.

Hasil Silatnas MATAN bagi kader MATAN harus dimatangkan dan diamalkan dengan mengutamakan pergerakan dan terus bekerja, berusaha dan terus berikhtiar aktif jangan menjadi mantan karena tidak ada istilah mantan di MATAN.

Selaku ketua PW MATAN dan ketua panitia, mewakili panitia izinkan saya menyampaikan penghargaan yang tinggi dan doa terbaik kepada yang mulia para mursyid, masyayikh, guru-guru tarekat khususnya Maulana Habib Luthfi bin Yahya dan Habib Puang Makka yang dengan tulus senantiasa mendoakan kami, mereka tidak tidur sebelum mendoakan kami sampai mereka lupa mendoakan dirinya.

Foto: Arip.

Terima kasih kepada PP MATAN dan Korwil MATAN Sulawesi. Para ketua PW dan PC se-Indonesia. Sosok kalian sangat penting di Silatnas dan sangat berbekas dlm hidup kehidupan kami. Terima kasih pula kepada semua peserta dari seluruh wilayah, Pengurus Cabang, Pengurus Komisariat se-Indonesia.

Kepada sahabat-sahabat panitia yang dengan ikhlas meninggalkan keluarganya selama tiga hari tiga malam menetap di arena silatnas yang tentu terbebani pekerjaan berat dan selalu menerima keluh kesah ketidakpuasan peserta. Kalian pun tidak puas tidur, tidak puas makan dan lain-lain. Saat ini kalian sudah pulang membawa berkah, maka bersenang-senanglah disana bersama keluarga. Permohonan maaf atas segala keterbatasan kami dalam memfasilitasi, kalian telah mengajarkan kami untuk sabar dan ikhlas.

Pasca silatnas ini semoga menjadikan kita sebagai jamaah tarekat yang terus ber-MATAN sampai spiritual matang, karena tidak ada mantan di MATAN, jangan menjadi mantan MATAN.

Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq.

Penulis: Mahmud Suyuti

Baca Lainnya
Komentar
Loading...