Catat, Ini 4 Syarat Sekolah Boleh Kembali Dibuka

Pemerintah mulai melakukan relaksasi atau pelonggaran di tengah pandemi Covid-19, salah satunya terhadap dunia pendidikan.

Sekolah yang berada di zona hijau bakal kembali dibolehkan melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Dengan demikian, menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, hanya baru 85 kota/kabupaten di Indonesia (6 persen), yang dibolehkan membuka kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka.

“Dengan protokol kesehatan dan syarat yang sangat ketat,” kata Nadiem, Senin (15/5/2020).

Sementara sisanya masih belum, karena dianggap berisiko tinggi penyebaran Covid-19.

Syarat yang ketat dimaksud, dan patut dicatat oleh masyarakat, terutama pada orang tua adalah 4 syarat berikut:

Pertama, Kegiatan pembelajaran di sekolah secara tatap muka hanya berlaku untuk zona hijau. Keputusan zona hijau di suatu daerah berdasarkan rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Kedua, Jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin pembukaan sekolah. Pemerintah daerah harus memberikan izin untuk membuka kegiatan belajar dan mengajar.

Ketiga, Kegiatan belajar secara tatap muka bisa dilaksanakan jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka.

Keempat, orang tua atau wali murid menyetujui putra-putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Jadi, meskipun sekolah sudah memenuhi ketiga syarat pembukaan sekolah di atas, orang tua tetap berhak memutuskan apakah anaknya akan ikut belajar tatap muka di sekolah atau tidak.

Ini juga yang patut dicatat, “Sekolah tak bisa memaksa siswa untuk belajar tatap muka jika orang tua merasa tak aman. Murid bisa belajar dari rumah,” kata Menteri Nadiem.

Empat persyaratan di atas adalah bagian dari Surat Keputusan Bersama 4 Menteri, yaitu antara Mendikbud, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan.

Di samping itu juga berdasarkan rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 serta para ahli seperti epidemiolog, dokter dan pihak-pihak lain.

Belajar dari Negara Lain

Pembukaan kembali sekolah pada saat pandemi Covid-19 masih belum berlalu patut disertai dengan kewaspadaan dan kehati-hatian. Sebab, sikap sembrono serta menganggap enteng protokol kesehatan hanya bakal mengorbankan anak-anak peserta didik, juga masyarakat luas.

Cina sendiri yang awalnya sudah menyatakan terbebas dari Covid-19, pada Minggu 14/06/2020 dikagetkan dengan munculnya kasus baru Covid-19 yang berasal dari pasar grosir bahan makanan Xinfadi, Beijing.

Beijing pun akhirnya memberlakukan kembali Lockdown di salah satu distriknya itu, di lebih dari 20 kawasan perumahan setelah wabah tersebut muncul.

Ada 36 kasus baru yang dilaporkan pada hari Minggu, membuat jumlah kasus wabah baru di ibu kota Beijing menjadi 79 kasus. Semua terkait dengan pasar grosir Xinfadi, sebuah pusat distribusi makanan terbesar di Beijing selatan.

Di distrik Fengtai, di mana pasar Xinfadi berada, 11 kompleks perumahan di-lockdown dengan penjagaan yang ketat.

Sementara itu, di distrik Haidian, ada sekitar 10 perumahan di sekitar pasar Yuquandong juga kembali memberlakukan lockdown.

Dengan munculnya kasus baru tersebut, sejumlah sekolah, terutama Taman Kanak-Kanak yang semula bakal dibuka, dibatalkan.

Bagaimana dengan di Indonesia, dimana kasus penularan Covid-19 masih terus terjadi, bahkan tergolong masih tinggi di sejumlah daerah.

Sudah siapkah kita melepas anak-anak kita ke sekolah? Semoga Allah Swt senantiasa melindungi kita dan anak-anak kita dari wabah ini.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...