Berbeda Dengan Takut Kepada Makhluk, Inilah Buah Takut Kepada Allah

Belakangan ada yang menghadap-hadapkan antara takut kepada Allah dan takut kepada makhluk-Nya. Padahal keduanya tak mesti dipertentangkan karena keduanya jelas berbeda. Misalnya takut kepada Allah akan membuat seseorang mendekatkan diri pada-Nya, sementara takut terhadap sesuatu akan membuat seseorang menjauhi atau menghindarinya.

Menurut sebagian Al Arifin, bahwa takut kepada Allah bukan diperoleh dengan usaha tapi merupakan keutamaan dan limpahan Tuhan (faidh ilahi). Tatkala ada rasa takut di dalam qalbu, berarti ada limpahan cahaya ilahi yang berefek hingga lahiriahnya. Demikian juga dengan ilmu ma’rifat pasti dibarengi dengan rasa takut.

Maka siapa yang tak nampak rasa takutnya bukanlah disebut ulama. Rasa takut ini jadi syarat ilmu yang bermanfaat. Dengan begitu, siapa yang memiliki ilmu tapi tak memiliki takut maka bukanlah ia termasuk ahli ilmu yang bermanfaat.

Buah Takut Kepada Allah

Habib Zein bin Ibrahim bin Smith dalam Al Manhajus Sawi menyebutkan ada buah atau hasil serta faedah yang didapat lantaran takut kepada Allah yang tentu saja tidak sama dengan dampak takut kepada makhluk-Nya.

Pertama, mendapatkan ampunan Allah

Orang yang takut kepada Allah akan mendapatkan ampunan-Nya. Sebagaimana sabda Nabi Saw, jika kulit seorang hamba bergetar karena takut kepada Allah maka rontok dosanya sebagaimana rontoknya daun pada pohon yang kering. (HR. Baihaqi).

Kedua, mendapatkan keamanan di akhirat

Dalam hadis qudsi disebutkan, “Demi keagungan dan kemuliaan-Ku, Aku tidak mengumpulkan pada diri seorang hamba dua takut dan dua aman. Maka jika ia merasa takut kepada-Ku di dunia, aku akan membuatnya aman pada hari kiamat. Sedangkan jika ia merasa aman dari-Ku di dunia, Aku buat takut pada hari kiamat.” (HR. Ibnu Hibban).

Untuk lebih jelasnya, Imam Abdullah bin ‘Alawi Al Haddad memberi keterangan tentang takut dalam hadis tersebut. Merasa takutnya kepada Allah di dunia ialah dengan menjauhi hal-hal yang dilarang, mulai dari yang haram, makruh hingga yang berlebihan serta lain sebagainya.

Foto: Andreea Ch.

Sedangkan merasa aman dari Allah ialah dengan lalai (ghaflah) dari Allah serta mengabaikan apa apa yang diperintahkan dan dilarang. Serta mengerjakan semua dorongan hawa dan syahwatnya dengan kata lain semua yang diinginkan tanpa menahan diri dari yang buruk dan tercela.

Ketiga, mendapat perlindungan Allah pada hari kiamat

Takut kepada Allah akan berbuah perlindungan pada hari kiamat. Hal ini sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dan perlindungan dari Allah saat tiada lagi naungan kecuali dari-Nya. Yakni, seorang yang diajak (berzina) oleh seorang gadis cantik yang punya kedudukan, lalu ia katakan, “Sesungguhnya aku takut kepada Allah.”

Keempat, akan ditakuti segala sesuatu

Hal tersebut disampaikan oleh Umar bin Abdul ‘Aziz, Siapa yang takut kepada Allah azza wa jalla, Allah akan buat takut segala sesuatu padanya, dan siapa yang tidak takut Allah, maka dia akan takut pada segala hal.

Kelima, selamat dari tipu daya

Belajar dari kisah Iblis dan Nabi Adam. Sayyid Imam Ahmad bin Idris berkata bahwa Iblis sebelumya telah beribadah kepada Allah dalam waktu yang sangat panjang. Tetapi justru dikeluarkan dari cahaya menuju kegelapan. Dari dekat dengan Allah (al qurbu) menjadi jauh (al bu’du) dengan satu sebab yakni tidak sujud satu kali, yang sebabnya yaitu sibuk dengan selain Allah.

Telah ada ketetapan di kalangan malaikat bahwa, akan ada satu diantara mereka yang tidak sujud. Maka tatkala Allah perintahkan untuk sujud kepada Nabi Adam, maka semua malaikat segera sujud karena takut kalau dialah yang tidak sujud itu. Namun Iblis ketika itu tidak segera sujud, tetapi malah sibuk memeriksa siapa yang tidak sujud diantara mereka. Saat itulah ia sedang sibuk dengan selain Allah, maka dialah itu (yang dimaksud).

Baca Lainnya
Komentar
Loading...