Berat Tinggalkan Maksiat? Ini Ijazah Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi

Perbuatan maksiat itu ibarat candu, terkadang orang dapat meninggalkannya untuk waktu sesaat, tapi kemudian terdorong untuk melakukannya lagi.

Butuh kesungguhan untuk meninggalkan kebiasaan maksiat yang sudah berkarat atau bahkan mengerak dan tentu saja juga membutuhkan bimbingan dari seorang guru terpercaya.

Menurut Ustaz Aunullah A’la Habib, Lc, pengasuh Pondok Pesantren Al-Huda Dagla, Boyolali, sebagaimana dikutip dari akun twitter Sanad Media, ada sebuah ijazah yang diberikan oleh Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi yang dapat dibaca ketika seorang merasa berat meninggalkan maksiat.

“Jika kita masih suka melakukan hal yang haram (maksiat) padahal kita tahu kalau itu dilarang, tetapi tidak bisa meninggalkannya. Dalam kondisi seperti itu, Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi menyarankan kita membaca doa berikut ini,” kata ia.

Doa yang dimaksud ialah:

اَللهُمَّ اَحْرِمْنِي لَذَّةَ مَعْصِيَتِكَ وَارْزُقْنِيْ لَذَّةَ طَاعَتِكَ

“Ya Allah, jauhkanlah aku dari kenikmatan bermaksiat kepada-Mu dan berikanlah aku rezeki kenikmatan dalam taat kepada-Mu.”

Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi dikenal sebagai ulama abad modern yang memiliki kemampuan menerjemahkan masalah-masalah agama dengan sangat mudah dan simpel. Beliau juga seorang ulama yang memiliki perjuangan luar biasa dalam dakwah Islam.

Syekh Mutawalli dikenal dengan metodenya yang bagus dan mudah dalam menafsirkan Al-quran, serta fokus pada kekuatan iman dalam menafsirkan ayat-ayat Al-quran. Itulah kemudian yang membuatnya dekat dengan hati orang-orang, khususnya karena metode dakwah yang digunakannya sesuai untuk semua kalangan dan latar belakang kebudayaan.

Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi dianggap sebagai seorang ulama yang lebih mencintai dan menghormati Mesir serta dunia Arab. Oleh karena itu, ia mendapat gelar Imam ad-Du’ati yang berarti pemimpin para da’i.

Sosok Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi

Di Mesir Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi kerap disebut-sebut sebagai Mujadid Abad ke-20. Ia ulama besar di Mesir, satu dari sekian banyak ulama di dunia yang cukup berpengaruh di abad ke-20, baik dalam bidang keagamaan, sosial, maupun politik internasional, khususnya di Timur Tengah.

Syekh lahir pada 16 April 1911 di Mesir. Ia dipercaya sebagai dosen ilmu syariah di Universitas Ummu al-Quro pada tahun 1950. Posisinya sebagai dosen di universitas Islam kenamaan tersebut turut mengangkat namanya sebagai seorang ulama.

Kecerdikannya dalam pergerakan politik, membuat Syekh Sya’rawi cukup terkenal sebagai ulama di Mesir dan pemerintah yang pada saat itu dipimpin oleh Jamal Abdul Nasser.

Sejumlah fatwanya telah menjadi rujukan umat Islam di Mesir pada saat itu, di antaranya soal pengharaman jual-beli organ untuk transplantasi.

Dikenal cerdas sejak kecil

Syekh sudah dikenal cerdas sejak kecil. Ia berhasil menghafal Al-quran pada usia 11 tahun hingga lulus pendidikan dasar di madrasah yang berlokasi di Zagaziq pada 1923 M.

Pada 1937, ia menempuh pendidikan di Al-Azhar Cairo, sebuah perguruan Islam tertua di dunia. Ia memilih belajar di fakultas bahasa arab dan lulus pada tahun 1940.

Pengaruh Syekh sangat terlihat ketika ia wafat pada 17 Juni 1998 di Giza, Mesir. Lebih dari satu juta orang dalam keadaan berduka mengantarkan jenazahnya dan memadati jalan-jalan di Kota Kairo.

Ia menulis puluhan karya buku dengan berbagai bidang ilmu. Salah satu yang paling populer ialah berjudul Tafsir asy-Sya’rawi.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...