Bencana Kabut Asap, PBNU Imbau Shalat Istisqa’

JAKARTA – Sehubungan dengan bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di beberapa wilayah di Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menginstruksikan jajaran pengurus dan pesantren untuk melaksanakan shalat istisqa’.

Imbauan PBNU untuk melaksanakan shalat minta hujan itu berdasarkan surat bernomor 3700/C.I.34/09/2019 tertanggal 16 September 2019, yang ditujukan kepada Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, Pengurus Lembaga dan Badan Otonom Nahdlatul Ulama se-Indonesia serta Asosiasi Pesantren di bawah jaringan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU).

“Untuk memohon pengampunan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menginstruksikan kepada seluruh Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, Pengurus Lembaga, Pengurus Badan Otonom Nahdlatul Ulama dan Pondok Pesantren di semua tingkatan agar menyelenggarakan Shalat Istisqa’,” tulis surat tersebut.

Foto: liputan6.com.

Daerah yang terkena dampak kabut asap diantaranya mulai dari Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimatan Tengah.

“Waspada potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah. Dihimbau kepada masyarakat agar saat ini tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apapun. Waspada potensi penurunan kualitas udara akibat peningkatan polusi udara yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah.

Dihimbau kepada masyarakat agar mengurangi kegiatan di luar rumah dan ketika berada di luar ruangan untuk menggunakan penutup wajah/masker terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, anak-anak, ibu hamil dan orang tua usia lanjut. Waspada potensi tinggi gelombang berkisar antara 1.25 – 2.50 meter di wilayah Perairan Selatan Kalimantan Tengah.

Dihimbau kepada masyarakat pesisir agar berhati-hati ketika beraktivitas di laut,” demikian imbauan BMKG untuk wilayah Kalteng sebagaimana dikutip dari situs bmkg.go.id. (eep)

Komentar
Loading...